Cantiknya Wanita Suriah, Tapi…

Redaksi – Rabu, 30 Jumadil Awwal 1434 H / 10 April 2013 13:13 WIB

“Wah cantik bener tuh cewek kaya boneka ya” cletuk teman ane ketika melihat “banaat suuriyyah” gadis-gadis suriah yang sedang berjalan di trotoar yang sedang berpapasan dan berhadap-hadapan dengan kita ketika jalan menuju kampus, kalau kata orang jawa “ayu nemen iku wadon cak, rarae koyo golek yo” kata orang sunda ” meuni geulis pisan eta istri teh nepika jiga boneka” kalimat-kalimat semisal dan senada dengan kalimat diatas sering banget saya dengar dari teman-teman mahasiswa Indonesia di Damascus ini, dalam kasus ini menurut saya sangatlah wajar dan normal-normal saja selama dalam batas koridor yang tidak melanggar syariat yaitu melihat atau memandang tanpa nafsu syahwat dan menundukan pandangan ketika pandangan ke dua, namun bagaimanapun mata lelaki secara naluri suka dengan sesuatu yang “berkilau” dan “indah” untuk dipandang, makanya saya tidak aneh dengan teman yang berargumen kepada saya katanya “mubadzir bro, kalau sampe ga dilihat, hehehehe” sambil tersenyum “Hmmm kalau begitu berusahalah untuk menundukan pandangan jangan malu-maluin gitu, pandangan pertama sih wajar tapi yo jangan terus-terusan dipandang, kan ga etis !” kata ane. Mungkin bagaikan orang desa yang baru masuk kota, ketika melihat mobil mewah mereka pastinya takjub dan kagum karena di desa mereka biasanya hanya mengenal gerobak dan delman saja, mungkin seperti itu gambaran “sebagian” mahasiswa disini ketika melihat “banaat suuriyyah” yang cantik-cantik.

Emangnya seperti apa sih cantiknya ? Hmmm ada seorang bapak yang sudah berpengalaman mengelilingi negara-negara arab pernah berujar kepada saya ” jika ada 1O orang suriah maka yang cantik itu ada 20″ “loh kok bisa?” tanyaku penasaran. “Karena bayangannya juga cantik !” “aaah bisa aja bapak !” Sahutku. Namun intinya mereka memang benar-benar cantik dan anggun dengan wajah yang imut, hidung mancung, kulit putih, mata indah bahkan banyak yang berlensa warna biru atau coklat secara alami (tanpa soft lens), tubuhnya tegap dan tinggi, dan gambaran keindahan seteeerusnya….bahkan teman ane mengatakan bahwa wanita disini seperti wanita eropa saja terutamanya Francis, Damascus bahkan mendapat julukan parisnya arab karena keindahan dan eksotisnya yang hampir sama, dan saya baru tahu bahwa bahasa kedua setelah bahasa arab yang diajarkan di sekolah umum adalah bahasa prancis, kalau masalah fashion disini tidak kalah wah-nya dengan barat makanya tidak heran banyak toko salah satunya tempat yang saya kenal denga nama “syuuq hamroo” (suatu komplek pertokoan khusus yg dijual adalah busana perempuan) yang menjual pakaian dan busana dengan model pakaian yang beragam dan berwarna warni dan juga tak ketinggalan ada pula fashion ala barat dan paris sebagai kiblat fashion barat, mungkin ini salah satu strategi barat untuk menghancurkan umat islam dari segi fashion sehingga bayak wanita muslimah yang berpakaian dengan ketat dan model yang mencolok, jujur saya sangat prihatin dengan keadaan ini, namun saya kagum alhamdulillah masih banyak juga muslimah yang memakai pakaian yang layak dan menutup aurat secara sempurna di sini.

Kalau mau mencari wanita yang akan dijadikan pendamping alias dinikahi hanya menilai dan mencari kecantikan dzohir maka saya akan merekomendasikan wanita suriah sebagai calonnya, namun perlu diingat bahwa yang terpenting adalah agama. “fadzfar bidzaatiddiin taribat yadaak” carilah karena agama maka engkau akan selamat begitu pesan Nabi kita, wanita memang dicari dan dinikahi karena 4 perkara kecantikan, harta, keturunan dan agamanya, mancari wanita yang melingkupi dan memenuhi kriteria yang 4 ini dirasa sulit dan bahkan mustahil, maka cukuplah dengan yang punya “agama” alias sholihaah, taqwa kepada Allah dan taat kepada suami. Kecantikan itu sebuah perkara yang relatif dan kontemporer, relatif artinya penilaian orang bisa berbeda-beda, kontemporer artinya adalah sementara, ya begitulah kecantikan dzohir yang akan hilang dengan semakin bertambahnya umur, tanpa terasa nanti ketika umur menginjak kepala 3 ada sedikit kriput di wajah, dan walaupun memakai obat dan dioprasi semahal apapun tidak ada orang yang bisa melawan kekeriputan ini.

Selain itu mahar wanita suriah terhitung mahal dan sulit, teman sekelas ane orang suriah juga mengeluhkan hal ini kepadaku dan ia menanyakan bagaimana mahar wanita indonesia, ya saya jawab kalau mahar wanita indonesia ga semahal dan sesulit wanita suriah, kata dia bahwa mahar disini paling murah sekitar 100.000 lira suriyah, kalau dirupiahkan sekitar 20 juta, itulah yang menghalanginya belum nikah sampe sekarang katanya. Mereka cantik dan menyadari kecantikannya begitulah mereka, sehingga sulit bagi yang berpenampilan “pas-pasan” untuk mendapatkannya kecuali ia punya dompet yang tebal :).

Kecantikan lahiriah memang boleh menjadi kriteria untuk memilih pasangan, namun kecantikan itu tidak ada apa-apanya jika tidak disertai dengan kecantikan bathin alias kecantikan dari dalam dengan hati yang baik, akhlaq yang indah dan pikiran yang positif.

-Hamdan El Anwari-

Cerita ini sebagai kemangan sebelum terjadi kerusuhan berdarah di Suriah 2011

Muslimah Terbaru

blog comments powered by Disqus