Hafshah Yang Gemar Berpuasa

Senin, 19/07/2010 13:42 WIB | Arsip | Cetak

Oleh

Hafshah binti Umar bin Khatab adalah ummul mukminin yang gemar berpuasa dan shalat. Ibunya adalah Zainab binti Madh’un binti Hasib. Hafshah adalah sebelumnya isteri dari sahabat Khunais bin Khudzafah al-Sahmi yang ikut hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan Madinah.Suaminya Khunais syahid pada perang Uhud.

Meskipun, hidupnya dirundung duka nestapa, semenjak suaminay syahid di padang Uhud, dan penuh dengan duka, keimanan dan keteguhan (sikapnya yang tsabat) hati Hafshah dapat meredam segala yang terjadi dan menerpa dirinya, dan Hafshah menyadari benar bahwa semua adalah semata karena takdir-Nya.

Kesabaran, ketabahan, sikap hidup yang qanaah (ridha) selalu menyelimut pribadinya. Tidak pernah berkeluh kesah dengan keadaan yang dihadapinya. Segalanya diterima penuh dengan ikhlas dan tawakal. Dijalaninya kehidupan sehari-hari tanpa rasa cemas dan khawatir, dan selalu yakin atas janji Allah Azza Wa Jalla. Hafshah yakin atas pertolongan dari Allah, dan tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya. Wanita Muslimah itu benar-behar pasrah-seprasahnya. Tidak bersuudhon (berburuk sangka) kepada Allah Rabbul Alamin.

Karena sikap yang sangat zuhud dan wara’, dan selalu berpuasa itu, maka ia mendapatkan julukan ‘sawwamah’ (orang yang selalu berpuasa) dan qawwamah (orang yang selalu bangun malam). Hafshah tidak pernah henti berpuasa dan bangun malam untuk bertemu dengan Rabbnya. Hidupnya tidak dimanjakan dengan keinginan-keinginan yang dapat menjauhkan dari Rabbnya. Maka, ia selalu berpuasa, menahan lapar dan dahaga, dan terus bangun malam, meskipun di siang hari tetap bekerja.

Kemudian, Umar berkeinginan keras agar Hafshah dapat dipertemukan dengan Utsman r.a., namun dengan sikapnya yang halus, ternyata Utsman menyatakan ketidaksanggupannya. Betapa Hafshah di mata Utsman, wanita yang sangat mulia, puteri Umar, dan kehidupan yang penuh dengan zuhud dan wara’, serta berpuasa dan bangun malam. Demikian pula, sahabat Abu Bakar As-Sidiq, tak sanggup untuk menikahinya.

Tetapi, segala ketentuan kehidupan ada di tangan Allah Azza Wa Jalla, dan takdir dan hikmah-Nya yang sangat agung. Kemudian, Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menkahinya dan menjadikan dia sebagai ‘ummul mukminun’, gelar kehormatan bagi para isteri Rasulullah Shallahu Alaih Wa Salam.

Dengan kehidupan yang begitu sedih, cobaan begitu berat, tetapi tidak menghilangkan rasa cintanya kepda Allah Azza Wa Jalla. Tetap bertaqarrub (mendekatkan) diri kepada Allah, berpuasa yang terus menerus, dan melakukan ibadah di malam hari, Hafshah akhirnya menjadi ‘Ummul Mukminun’. Sebuah gelar kemuliaan yang disandangnya, dan kelak akan mendapatkan kemuliaan di disisi-Nya.

Betapa kehidupan ini hanya dapat dinikmati dengan melakukan ibadah-ibadah yang berat, dan penuh dengan pengorbanan, serta menjadikan Rabbnya semata menjadi tujuan hidupnya. Kesedihan yang mula-mula mengawalinya dalam kehidupan, kemudian berakhir dengan kebahagiaan. Ummu Syahidah.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Muslimah

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang