Manajemen Waktu di Dapur Saat Ramadan

Jumat, 30/07/2010 19:50 WIB | Arsip | Cetak

Oleh

Bulan Ramadan sudah di depan mata. Pada bulan suci ini, sejatinya kaum Muslimin memanfaatkan waktu untuk melakukan kegiatan yang bernilai ibadah dan lebih mendekatkan di pada yang Maha Kuasa. Untuk itu diperlukan ketrampilan untuk mengatur waktu selama bulan Ramadan, termasuk bagi para ibu agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu di dapur hanya untuk menyiapkan santapan berbuka dan sahur selama bulan Ramadan.

Nah, bagaimana caranya untuk memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin, memasak dengan cepat tanpa harus mengorbankan rasa maupun menu masakan yang akan menambah kenikmatan keuarga saat santap sahur dan berbuka. Saran-saran berikut mungkin bisa membantu Anda;

1. Buatlah daftar menu untuk berbuka selama bulan Ramadan.
Menyiapkan daftar menu makanan selama bulan Ramadan bisa menghemat waktu dan memudahkan kita untuk membeli bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan beberapa hari sebelum Ramadan. Selain itu, kita tidak lagi dipusingkan untuk memikirkan menu apa yang akan disajikaan setiap hari di bulan Ramadan.

2. Beli apa yang bisa dibeli dari sekarang dalam jumlah yang cukup
Misalnya, bumbu-bumbu, makanan kering, susu, gula dan kebutuhan memasak lainnya, termasuk perlengkapan dapur seperti sabun pencuci piring, spon pencuci piring, serbet, tissue, plastik tempat sampah yang ramah lingkungan, juga peralatan dapur jika diperlukan seperti pisau dan lain-lain. Beli kebutuhan dalam jumlah yang kira-kira dibutuhkan selama satu bulan Ramadan. Ini untuk menghindari kita membuang waktu pergi ke swalayan hanya untuk membeli barang-barang kecil. Selain itu, persediaan makanan yang cukup juga untuk antisipasi jika kita kedatangan tamu mendadak atau merencanakan buka puasa bersama.

3. Persiapkan kebutuhan-kebutuhan dasar untuk membuat masakan
Misalnya, wortel, bawang, daun seledri untuk membuat sup sehingga kita bisa memasak dengan cepat karena semua sudah tersedia. Usai sahur, merupakan waktu yang baik untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak untuk santapan berbuka nanti malam.

4. Tetap menjaga kebersihan saat memasak
Para juru masak atau chef dididik untuk disiplin dan tetap bersih demi efisiensi waktu. Usai berbuka, kita butuh waktu yang cukup panjang untuk menunaikan salat tarawih. Jadi sayang sekali kalau waktu kita tersita karena setelah lelah memasak, kita juga harus menyediakan waktu untuk membersihkan kotoran yang berserakan di dapur atau mencuci peralatan dapur yang digunakan saat memasak. Ada baiknya, sambil memasak kita membiasakan diri untuk langsung remah-remah bahan masakan ke tempat sampah dan langsung mencuci semua perabotan bekas memasak.

5. Jadikan dapur senyaman mungkin saat memasak
Kita bisa membuka jendela dapur atau menyalakan kipas angin di ventilasi udara agar udara dalam dapur tidak panas dan udara segar bisa masuk. Ini untuk menghindari agar kita tidak kepanasan sehingga kekurangan cairan dan tidak merasa kehausan karena udara panas dalam dapur.

6. Jangan Lapar Mata
Kadang saat bulan Ramadan, kita tergoda untuk memasak beragam masakan dan dalam jumlah banyak. Padahal nafsu karena kita melihat berbagai bahan makanan mungkin tidak sebesar kemampuan perut kita untuk menampung makanan, alias cuma lapar mata. Sebaiknya, menu makanan tidak terlalu banyak dan masak makanan secukupnya, jika ada sisanya lebih baik disimpan dan mungkin bisa digunakan untuk masakan santap sahur atau bisa menjadi campuran di menu masakan lain keesokan harinya.

7. Siapkan santapan untuk sahur lebih awal
Menyiapkan santap sahur pada malam hari lebih baik untuk mengantisipasi jika kita tidak punya cukup waktu untuk memasak saat sahur, misalnya bangun menjelang waktu imsak. Keuntungannya jika santap sahur di masak malam hari, saat sahur tiba kita tinggal memanaskan masakan sehingga santapan sahur yang tersedia tetap bermutu, sehat dan nikmat disantap karena sudah disiapkan sedemikian rupa.

8. Gunakan waktu dengan bijak
Apakah kita memasak sendiri atau bersama keluarga, jangan terlalu banyak menyita waktu saat memasak. Sediakan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang produktif dan bernilai pahala, misalnya membaca Quran, menghapal surat-surat Al-Quran, mengajarkan hadis-hadis pendek pada anak-anak, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

9. Berbagi tugas dengan anggota keluarga
Usahakan melibatkan seluruh keluarga saat menyiapkan makanan untuk berbuka atau sahur. Entah itu menata meja, menyiapkan makanan di wadahnya, sehingga tidak harus kita sendiri yang melakukan semuanya yang menyita waktu dan energi.

10. Selalu berdoa untuk keberkahan untuk setiap aktivitas yang dilakukan, termasuk kegiatan memasak sehingga Ramadan menjadi bulan yang benar-benar istimewa dan kita mendapatkan banyak pahala dari Allah Swt. Semuanya tergantung bagaimana kita mengatur waktu agar tak terbuang sia-sia. (ln/HK)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Muslimah

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang