Persiapan Wanita Bekerja Sebelum PHK

Kamis, 06/01/2011 14:39 WIB | Arsip | Cetak

ilustrasi wanita bekerja

“Keputusan ini berat, namun harus saya lakukan bu, bila ibu tetap ingin bekerja disini, maka ada kemungkinan gaji ibu akan dipotong 2/3 dari yang selama ini ibu terima, bila ibu tidak apa-apa seperti itu maka silakan ibu tetap melanjutkan disini,” demikian kata Pak Hardi dengan lembut namun tegas ketika memberitahukan bahwa ada pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan pemberian pesangon 6 bulan gaji kepada Bu Dita jika bersedia untuk melakukan pensiun dini.

Bu Dita sebetulnya berat menjalani semua hal ini, mengingat bahwa sang suami sudah 5 tahun di PHK dan belum ada juga tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi. Bila ditambah dengan bu Dita yang di PHK, maka alamat gempa bumi akan segera beralih ke rumah mereka, dan bayangan anak-anak yang masih usia sekolah begitu lekat menari-nari di mata bu Dita.

Empat bulan berlalu, sedikit demi sedikit bu Dita kehabisan uang tabungan. Emosi demikian cepat meledak, pertengkaran dengan sang suami yang satu sama lain saling menyalahkan begitu deras terjadi, sebentar-sebentar teriakan cerai begitu cepat keluar dari mulut bu Dita, namun apakah itu merupakan solusi. Alhamdulillah suami bu Dita yang rambutnya sudah sangat memutih, walau usianya belum mencapai 40 tahun begitu sabar.

Dia sama sekali tidak terpancing emosinya oleh Bu Dita yang sedang panik karena selama ini kebutuhan rumah tangga lumayan dapat terpenuhi walaupun tidak seberapa, namun kondisi sekarang, dengan uang simpanan yang begitu cepat mengalir deras keluar tanpa pemasukan apapun, membuat Bu Dita menjadi semakin panik, seperti melihat serombongan tikus yang mengalir keluar rumah, berlari tanpa dapat dicegah.

Sisa uang yang ada akhirnya dipertimbangkan oleh bu Dita dan suaminya untuk banting tulang mencoba usaha warung indomie di depan rumah. Walaupun awalnya rasa malu sangat tak tertahankan, usaha warung indomie paling tidak membuat bu Dita menjadi tidak begitu stres lagi sebab ada pemasukan walaupun hanya sedikit.

Ada penyesalan di hati bu Dita, coba seandainya dari dulu dia berdagang macam-macam ketika masih bekerja, tentulah sekarang dia dapat meneruskan konsentrasi pada dagangannya. Bu Dita teringat pada bu Hani, kawan sekantornya yang walaupun sudah menjabat sebagai sekretaris direksi.

Namun ketika ke kantor seringkali membawa dagangan berupa sabun madu, sabun untuk mencuci wajah, dan dalam promosinya dikatakan bahwa sabun tersebut membuat wajah menjadi lebih bersih, menghilangkan flek-flek hitam dan mencerahkan wajah, harganya pun cukup mahal, bagi kantong para staff wanita, namun sabun tersebut boleh dicicil 2 kali. Setiap hari bu Hani terlihat begitu bersemangat.

Sambil mengikuti bosnya keliling kota, bu Hani tidak lupa membawa sekantung besar sabun untuk ditawarkan kepada siapa saja yang lewat dan ditemuinya sehingga ketika bu hani akhirnya kena peraturan gelombang ke tiga, pensiun dini, maka bu hani sudah punya channel, sudah punya network untuk meneruskan usahanya membantu suami mencari maisyah.

Karena ketika pada masa aman (dalam keadaan bekerja), bu Hani telah merintis usaha, dan ketika tiba waktunya di PHK, bu Hani telah tegak berdiri di kaki yang lain. Usaha membantu suaminya dalam era globalisasi disaat semua barang menjadi sangat mahal, tidaklah membuat bu hani stres dan emosi.

... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At Talaq [65] : 2)

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At Talaq [65] : 3)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Wanita Bicara

bersama Mam Fifi
(Founder & Conceptor Jakarta Islamic School)
www.jakartaislamicschool.com
www.bundafe.com

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang