Oleh Dewi Anjani
17 Jul 08 15:04 WIB
Apa, Hil? Kamu nggak salah ucap kan?
Jadi… inilah sebabnya kenapa selama ini Mas Indra tak pernah menyentuhku sebagai seorang isteri?
Oleh Dewi Anjani
14 Jul 08 13:11 WIB
Dadaku tiba-tiba bergemuruh. Suara itu membuat aliran darah di tubuhku seakan mengalir dua kali lebih deras. Suara itu… Ah, aku tidak mungkin salah. Itu suara Hilma! Darimana dia tahu kalau aku sudah menikah?
Oleh Dewi Anjani
10 Jul 08 16:03 WIB
Taman kastil ini menjadi istimewa karena dilatarbelakangi persaingan
Catherine de Medici dan
Diane de Poitiers dalam memperebutkan cinta
Raja Henry II.
Oleh Dewi Anjani
7 Jul 08 16:38 WIB
Terengah-engah aku megimbangi langkah suamiku. Tangannya yang kekar seakan menambah kekuatanku untuk bisa mencapai puncak bangunan itu, dan... wow indahnya di bawah sana...
Oleh Dewi Anjani
3 Jul 08 14:35 WIB
Kenapa mas Indra tak pernah menyentuhku sebagai seorang isteri? Hingga akhirnya malam-malam kami cukuplah berlalu dengan menikmati mimpi masing-masing. Adakah yang salah?
Oleh Dewi Anjani
30 Jun 08 11:31 WIB
Acara sakral itu dilangsungkan secara sederhana. Aku sudah memohon dengan hormat kepada keluarga mas Indra untuk tidak menampakkan kemewahan apapun di kampungku yang masih terlalu lugu.
Oleh Dewi Anjani
26 Jun 08 15:21 WIB
Kucing tetangga yang memang dari tadi duduk manis di atas tembok itu seakan mengerti apa yang kami bicarakan. Dia menjatuhkan pot bunga itu tepat setelah Mas Indra menyelesaikan kalimatnya.
Oleh Dewi Anjani
23 Jun 08 10:08 WIB
Dan aku ingin kau bersedia mendampingiku untuk menemukan kacamata pelangi itu. Agar aku benar-benar mampu melihat sulaman indah itu dalam mahligai suci...
Oleh Dewi Anjani
19 Jun 08 12:32 WIB
Sabar dan syukur kan telaga yang tak pernah kering.
Oleh Dewi Anjani
16 Jun 08 14:25 WIB
Sejak pengiriman kue itu, Pak Aan jadi sering ke kosku. Yah, mesti mampir hanya beberapa menit dan sedikit berbasa basi. Sikapnya tak lagi sesombong dulu. Dan akupun mulai bersikap lunak padanya.
Oleh Dewi Anjani
12 Jun 08 17:16 WIB
Hari kematian? Bukankah itu satu-satunya kepastian dalam kehidupan. Selain kematian, semuanya hanyalah jalinan dari begitu banyak benang kemungkinan yang kadang terpintal tak karuan. Begitu rumit menguraikannya.