Artikel Terbaru Fiksi

 

Pelangi Retak (Bag. 5)

Oleh Dewi Anjani
12 Mei 08 14:35 WIB

“Hidup itu mudah, Pak. Manusia sendirilah yang membuat hidup itu rumit. Manusia suka membesar-besarkan masalah yang dihadapinya. Mendramatisir suasana. Akhirnya, hidup mereka lihat tak ubahnya seperti jalinan benang ruwet..."

Pelangi Retak (Bag. 4)

Oleh Dewi Anjani
8 Mei 08 17:15 WIB

Bulu kudukku bergidik. Entah perasaan apa saja yang bercampur aduk di hatiku saat itu. Takut, heran, kaget, marah, bingung dan entah apa lagi. Yang jelas, aku sempat menatap manajer aneh itu dengan tatapan tak berkedip...

Pelangi Retak (Bag. 3)

Oleh Dewi Anjani
5 Mei 08 13:49 WIB

Telepon ditutup. Tanpa salam. Dasar!! Kalau memang mau ngirit pulsa kenapa tidak dengan sms saja. Praktis. Tidak usah pakai salam. Tidak perlu meminta pernyataan setuju dari lawan bicara.

Pelangi Retak (Bag. 2)

Oleh Dewi Anjani
30 Apr 08 14:39 WIB

Manajer sombong itu menekan suaranya pada kata “wanita”. Memoriku membuat kepalaku refleks menoleh ke arah tulisan yang telah membuatku galau sejak pertama kali menginjakkan kakiku di ruangan ini.

Pelangi Retak (Bag. 1)

Oleh Dewi Anjani
24 Apr 08 10:38 WIB

Aku benci tatapannya yang terkesan mengejekku. Apalagi gerakan alisnya yang sedikit terangkat seakan memandang rendah orang yang diajaknya bicara. Sebenarnya aku ingin menjelaskan lebih banyak lagi tapi suaraku tertahan di kerongkongan.

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan
© 2000-2008 eramuslim.com