Ancaman Israel untuk Menghancurkan Syria

Rabu, 28/04/2010 12:21 WIB | Arsip | Cetak

Sudah sejak puluhan tahun Israel mengancam akan menghancurkan Syria dengan kekuatan militernya. Kali ini Israel mengancam akan meluluhlantahkan negara komunis Baathist ini dan mengembalikannya ke zaman batu. Israel mengakui bahwa mereka memiliki peta fasilitas-fasilitas vital negara Syria seperti pelabuhan dan pembangkit energi.

Konflik antara kedua negara tersebut bermula dari pendirian negara zionis tersebut yang merampas tanah Bangsa Arab di Palestina, Yordania, Mesir dan Syria. Hingga Saat ini Dataran Tinggi Golan yang dimiliki oleh Syria masih dibawah kekuasaan Israel. Syria juga turut berperang dalam kontingen Arab dua kali yaitu pada tahun 1948 dan 1967.

Berbagai upaya damai telah dilakukan namun selalu mentok karena tidak tercapai kesepakatan. Tidak seperti negara tetangganya Palestina yang dibawah rezim Abbas, Syria lebih cerdik dalam menghadapi Israel. Mereka hanya akan berdamai jika Israel mau mengembalikan tanah mereka di dataran tinggi Golan. Syarat seperti itu telah diminta oleh mendiang Syria Hafidz Assad semasa hidupnya. Terbukti, Israel tidak mau menyerahkan dataran tinggi Golan seperti Israel juga mengkhianati Arafat yang berjanji akan memberikan kemerdekaan Palestina. Pemimpin Syria sangat paham betul bahwa Israel tidak akan menepati janjinya.

Adapun kemurkaan Israel kali ini adalah sehubungan dengan dugaan Syria memasok rudal Scud ke pejuang pro-Iran Hizbullah di Libanon. Israel khawatir dengan rudal Scud yang dapat menjangkau seluruh wilayah Israel. Daya ledak Scud juga besar apalagi kalau memakai hulu ledak nuklir. Warga Israel tentu trauma dengan Scud-Scud Irak yang mendarat pada masa Perang Teluk I. Syria membantah tuduhan Israel yang tidak berdasar tersebut.

Yang lebih menarik lagi adalah analisa dari duta besar Syria Ahmad Salkinidi Washington menyebutkan bahwa Israel hendak mengalihkan isu yang sedang berkembang (en.aljazeera.net, 21/4/2010). Israel mengalihkan kekejaman mereka di darat. Dunia tentu tidak akan lupa dengan pembunuhan terhadap bangsa Palestina, penghancuran rumah mereka dan perluasan pemukiman. Kita harus sadari bahwa hingga detik ini Israel tetap membangun pemukiman Yahudi di tanah Palestina. Himbauan dari Amerika Serikat yang memang juga sekedar lips service tidak diindahkan oleh Israel.

Israel juga menyimpan dendam karena Syria adalah tempat markas para musuh Israel termasuk Hamas yang berhasil menggentarkan Israel pada Perang Gaza tahun lalu. Pemimpin Politbiro Hamas, Khalid Mishal, hingga saat ini masih bermukim di Damaskus, Ibukota Syria dan merancang perlawanan Hamas dari sana.

Hamas kerap menggunakan Damaskus sebagai pusat kegiatan mereka di luar negeri. Mereka dapat mengatur penerimaan dana untuk perjuangan Hamas di Gaza. Israel juga menuduh serangan bom yang terjadi akhir-akhir ini juga berkaitan dengan Damaskus.

Israel tentu sangat berhasrat dalam menghabisi kekuatan Hamas di luar negeri. Maklum Hamas adalah batu sandungan yang besar untuk mewujudkan negara Israel. Mungkin jika Hamas tidak ada, maka perlawanan bangsa Palestina akan tiada. Praktis, rezim Abbas yang korup akan dengan mudahnya menjual Palestina pada Israel dengan harga yang murah.

Jika Israel menyerang Syria maka akan terjadi perang besar yang melibatkan beberapa negara di Timur Tengah. Israel tentu tidak akan mudah begitu saja menaklukkan Syria terlebih Syria mempunyai angakatn perang yang tangguh.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah campur tangan negara sekutu Israel seperti Amerika Serikat, Perancis dan Inggris dalam konflik ini. Mereka (sekutu Israel - red) dapat saja menuduh Bahwa Syria mempunyai senjata pemusnah massal. Sebelumya juga ada tuduhan bahwa Syria memiliki senjata nuklir. Tuduhan tersebut adalah tuduhan yang sama yang pernah dialamatkan kepada Iraq dan Saddam Hussien. Ternyata setelah Amerika menduduki Iraq tuduhan tersebut sama sekali tidak terbukti. Alasan senjata pemusnah massal hanyalah alasan yang dibuat-buat.

Akankah Amerika menyerang Syria seperti mereka menyerang Iraq? Tidak ada yang pasti namun Amerika Serikat akan sulit untuk menyerang Syria terlebih Amerika belum berhasil menaklukan Afghanistan dan Iraq. Publik Amerika dan Publik dunia akan menentang aksi Amerika di jantung Timur Tengah tersebut.

Israel dan sekutu tidak akan mudah menaklukan Syria seperti menaklukan Iraq atau Afghanistan dulu. Syria adalah negara yang sejak dulu mempunyai kekuatan militer yang cukup disegani di Timur Tengah sedangkan Iraq hanyalah sebuh negara yang sudah lemah akibat embargo dan Afghanistan dibawah Taliban tidak mampu menandingi persenjataan Amerika Serikat. Militer Syria juga mendapat dukungan dari beberapa milisi yang ada di Lebanon Selatan. Mereka akan bahu membahu menangkis serangan Israel. Jika dengan Hizbullah saja, Israel tidak mampu mengalahkannya. Bagaimana dengan Syria yang memiliki angkatan perang yang lebih tangguh?

Pada perang dua tahun lalu, Hizbullah menghujani Israel dengan 4000 roket jarak menengah. Dalam perang 34 hari tersebut sebanyak lebih 1400 Orang Libanon yang kebanyakan penduduk sipil meninggal. sedangkan Israel kehilangan 160 orang yang kebanyakan adalah prajurit. (Andri Faisal. Pemerhati Dunia Islam)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Analisa

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang