Apa Arti Bailout Irlandia Dan Dampaknya Bagi Eropa Dan Amerika

Selasa, 23/11/2010 14:34 WIB | Arsip | Cetak

Eropa dan Dana Moneter Internasional atau IMF sedang membahas rincian akhir dari sebuah paket penyelamatan senilai hingga 100 miliar euro untuk menyelamatkan sektor perbankan Irlandia. Apa implikasi dari bailout bagi orang-orang Irlandia dan seluruh dunia sebenarnya?

Mengapa Irlandia butuh uang sebanyak itu?

Irlandia membutuhkan dana untuk menopang neraca keuangannya setelah pemerintahnya menggelontorkan miliaran euro ke berbagai bank Irlandia untuk menjaga mereka agar tidak ambruk. Bank Sentral Eropa meminjamkan uang ke bank Irlandia karena bank lain tidak akan pernah melakukannya. Dan belakangan ini orang-orang dan perusahaan telah menarik dana mereka dari bank-bank. Ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi.

Bagaimana jika krisis terus berlanjut?

Sesuatu sedang terjadi di bank-bank Irlandia; penarikan massal oleh nasabah bank karena mereka ketakutan bahwa bank-bank itu akan segera bangkrut. Ini akan berdampak buruk bagi zona euro, karena bisa memaksa Uni Eropa dan IMF berebut untuk menyediakan dana darurat dalam beberapa hari saja. Juga jika hasil (suku bunga) obligasi pemerintah Irlandia terus meningkat, hal yang sama mungkin akan terjadi pada obligasi yang dikeluarkan oleh negara-negara seperti Spanyol dan Portugal, ini melemahkan keuangan bank di berbagai negara, yang akan membuat mereka cenderung mengurangi peminjamannya, dan itu akan merusak sistem ekonomi yang sekarang. Semakin banyak meminjam kepada bank, maka bank akan semakin sehat.

Apa artinya bailout itu bagi orang Eropa?

Ini berarti uang pajak mereka hanya akan dibayarkan untuk membayar bailout bank lagi. Spanyol dan Portugal jelas langsung menghadapi masalah anggaran. Jika obligasi pemerintah Portugis dan Spanyol kembali ke tingkat normal, maka mereka berarti membayar bunga yang sedikit, dan di sisi lain malah mengurangi defisit mereka sendiri.

Dan bagi orang Amerika?

Ini juga bisa berarti dolar mulai jatuh terhadap euro, dan ekspor Amerika ke Eropa, dan barang Amerika akan jauh lebih murah untuk pembeli dari Eropa yang terkenal boros.

Jadi, bagaimana Irlandia masuk ke dalam kekacauan ekonomi seperti ini?

Irlandia mencatat pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan selama era "Celtic Tiger" sekitar 1993-2007 justru ketika krisis keuangan global melanda. Bank-bank Irlandia, seperti orang lainnya di seluruh dunia, meminjamkan uang kepada orang-orang yang dalam beberapa kasus tidak dapat membayar kembali. Pinjaman murah menciptakan permintaan ekstra untuk perumahan dan ketika harga melonjak, industri konstruksi menuntut lebih banyak pembangunan lagi. Harga rumah dikalikan selama periode berjalan, membuat banyak pemilik rumah merasakan keuntungan yang besar dan menghasilkan penerimaan pajak yang gemuk bagi pemerintah. Namun, ketika gelembung perumahan pecah, belanja konsumen melambat tajam. Pengangguran meledak menjadi tiga kali lipat dari sekitar empat persen pada tahun 2005 menjadi 11,8 persen pada tahun 2009. September 2010, angka pengangguran di Irlandia bahkan mencapai 13,7 persen.

Apa reaksi rakyat Irlandia terhadap bailout ini?

Orang Irlandia menyebutnya sebagai "penghinaan", dan banyak dari mereka yang tidak bahagia karena kehadiran IMF di negara mereka. Pemerintah Irlandia menjadi tidak populer dan sebenarnya sulit sekali bagaimana bailout itu akan membantu rakyat. Rakyat Irlandia tidak ingin melihat IMF mendikte anggaran negara mereka selama beberapa tahun mendatang. (sa/cnn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Analisa

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang