Bukti Keterlibatan Abbas dan Dahlan dalam Pembunuhan Yasser Arafat

Al Furqan – Sabtu, 26 Rajab 1430 H / 18 Juli 2009 12:32 WIB

Tanggal 12 Juli lalu, Kepala Departeman Politik Organisasi Pembebas Palestina, Faruq Al-Qaddumi membeberkan sebuah dokumen notulasi yang membongkar konsprasi pembunuhan Yasser Arafat. Qaddumi mendapatkan dokumen tersebut dari Yasser Arafat langsung dan menyimpannya selama lima tahun. Baru saat ini Qaddumi membeberkannya setelah ia memastikan bahwa apa yang terjadi selama ini sesuai dengan strategi konspirasi yang tertera dalam dokumen tersebut.

Dokumen itu mengungkap hasil pertemuan antara Sharon, Mahmud Abbas (Abu Mazen), Dahlan, Shaul Mofaz, dan seorang utusan Amerika yang dipimpin oleh William Prince. Dalam dokumen itu disebutkan dengan sangat jelas konspirasi pembunuhan Yasser Arafat dengan cara diracun. Termasuk skenario pembunuhan terhadao para pemimpin perlawanan Palestina, khususnya Hamas dan Jihad Islami secara gradual.

Dokumen yang dibeberkan Qaddumi bukanlah informasi baru. Dokumen yang hampir sama juga telah disebarkan oleh Danial Zif Centre milik Zionis di bulan Januari 2008 lalu. Namun dokumen tersebut tidak begitu menarik perhatian karena sumbernya dari Zionis, bisa jadi sengaja disebar hanya untuk memecah belah jajaran pimpinan Palestina.

Bisa jadi juga dokumen seperti ini merupakan permainan politik Israel untuk semakin menambah arus ketegangan antara Fatah dan Hamas. Atau, dukumen ini hanyalah omong kosong belaka, sebagaimana yang diklaim oleh gerakan Fatah. Namun permasalahannya, ini bukanlah dokumen pertama yang menguak sebuah konspirasi busuk, tapi yang kelima. Bukan hanya Zionis yang membeberkannya, tapi juga para pejuang pembebas Palestina.
Enam Bukti Keterlibatan
Setidaknya ada enam bukti yang mengindikasikan bahwa Abbas dan Dahlan terlibat bersama-sama dengan Zionis membunuh Yasser Arafat. Lima di antaranya adalah dokumen yang telah disebarkan pihak Zionis maupun pejuang pembebas Palestina, dan yang keenam kebijakan Abu Mazen yang menolak jasad Yasser Arafat diotopsi.

Bukti pertama: Tanggal 9 September 2005, media Israel "Ha’aretz" melansir laporan terkait sebab disembunyikannya kematian Yasser Arafat (11 November 2004). Dokumen ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kematian Yasser Arafat disebabkan karena racun.

Bukti kedua dan ketiga: Bulan Juni 2007 pihak Hamas membeberkan dua dokumen yang menunjukkan bahwa Penasehat Politik Mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat, Bisam Abu Syarif telah mewanti-wanti Yasser Arafat akan sebuah konspirasi pembunuhannya dengan menggunakan racun, di masa isolasi Yasser Arafat di Ramallah, Tepi Barat.

Dokumen pertama dari dua dokumen tersebut berupa surat yang dikirim oleh Abu Syarif kepada Arafat pada 5 Juni 2002. Dalam surat tersebut Abu Syarif menulis, "Saya harap Anda berhati-hati terhadap makanan dan minuman. Jangan minum kecuali dari botol yang Anda buka sendiri. Selama hari-hari isolasi, jangan makan kecuali dari kemasan yang Anda buka sendiri. Jangan terima makanan kecuali dibeli oleh orang yang Anda percayai secara penuh."

Abu Syarif juga menulis, "Saya memiliki beberapa informasi bahwa mereka akan membunuh Anda dengan menggunakan racun. Saya berharap sekali lagi, agar Anda benar-benar menjaga uang Anda. Anda harus menarik uang dari orang lain, khususnya dari Khalid (Abu syarif mengisyaratkan Khalid Islam, Penasehat Ekonomi Yasser Arafat). Karena Zionis telah memutuskan untuk mengisolasi Anda dari sisi keuangan. Apa yang aku tulis ini memiliki sandaran informasi dan sumber yang kuat dan sangat terpercaya dari Washington."
Bukti Keempat: Juga pada Juni 2007, tersebar dokumen keempat yang menunjukkan keterlibatan Muhammad Dahlan dalam konspirasi membunuh Arafat. Dalam dokumen ini tertera tanda tangan Muhammad Dahlan.

Dokumen ini menyebutkan bahwa Dahlan berjanji kepada Menteri Pertahanan Zionis (kala itu dijabat oleh Mofaz) akan menghabisi Arafat dengan caranya sendiri, bukan dengan cara Zionis. Dia juga berjanji untuk menghabisi para mafia—yang ia maksud adalah Hamas—yang senantiasa merusak hubungan antara Palestina dan Israel.

Bukti Kelima: Yang terakhir adalah dokumen notulasi yang dibeberkan Qaddumi pada tanggal 12 Juli 2009. Ini merupakan dokumen yang paling lengkap dan begitu jelas mengungkapkan sebuah konspirasi busuk. Karena dokumen ini telah menguak langsung pertemuan antara Palestina, Israel, dan Amerika untuk membunuh Arafat dengan menggunakan racun, membunuh para pemimpin Hamas, dan melenyapkan pemimpin gerakan pembebas Palestina lainnya.

Ketika Qaddumi mendapatkan dokumen ini, Arafat menasehatinya untuk segera meninggalkan tanah yang terjajah, karena Sharon tak main-main dalam membunuh para pejuang pembebas Palestina. Sebaliknya, Arafat sendiri memilih untuk menghadapi sendiri tantangan konspirasi ini, karena pisau belati yang akan menusuknya akan melayang dari sahabatnya sendiri.

Dalam dokumen kelima ini, Dahlan meminta bantuan teknis di lapangan dari Israel untuk menghabisi Al-Rantisi dan Abdullah Al-Syami, dengan tujuan untuk memunculkan kegamangan di tubuh Hamas dan menciptakan kekosongan pemimpinnya. Dahlan berkata, "Keberkahan ada di tanganmu wahai Sharon."

Bukti Keenam: Abu Mazen Menolak Investigasi Pembunuh Arafat. Setelah meninggalnya Arafat para dokter curiga bahwa ia terbunuh karena racun, namun Abu Mazen menolak untuk mengotopsi jasad Arafat, walau para petinggi Palestina lainnya yakin bahwa Arafat tewas karena racun. Setelah dokumen Qaddumi tersebar, Abu Mazen meminta segera dibentuk komite investigasi pembunuhan Arafat, itupun karena tekanan dari berbagai pihak.

Menanggapi sikap Abu Mazen, dokter pribadi mendiang Yasser Arafat benarma Asyraf Al-Kurdi ragu akan efektivitas dari usaha mengotopsi kembali jasad Yasser Arafat. Asyraf mengatakan, "Tidak ada gunanya mengotopsi jasad yang sudah lima tahun tidak bernyawa."

Asyraf mengisyaratkan, bahwa saat Arafat meninggal, para petinggi Palestina saat itu menolak untuk langsung mengotopsi jasad Arafat. Ketika ditanya mengapa tidak ada otopsi di awal meninggalnya Arafat, Asyraf menjawab, "Tanyakan saja pada Abu Mazen!"

Profil Penulis:
Muhammad Yasin Jumadi
. Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Fakultas Islamic Law and Jurisprudence. Divisi Kajian Studi Informasi Alam Islami (SINAI) Mesir. Web: www.sinaimesir.com. Email: [email protected]

Analisa Terbaru

blog comments powered by Disqus