Partai AKP Turki Memenjarakan Jenderal

Partai AKP yang dipimpin oleh Recep Tayyib Erdogan, yang memenangkan pemilu secara demokratis telah melanggar tabu, di mana Partai AKP berani memenjarakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Turki. Ini sebuah kelangkaan dalam sejarah. Selama ini di Turki, militer memiliki supremasi yang dapat membubarkan partai politik. Tetapi, sekarang seorang jenderal Kepala Angkatan Bersenjata dimasukkan ke dalam penjara.

Turki benar-benar menegakkan supremasi sipil, tidak ada lagi hak privelege (hak istimewa), yang dimiliki militer dan para jenderal. Turki sejak beralih dari khilafah, akibat kudeta yang dijalankan oleh militer muda, yang dipimpin oleh Kemal At-Turk, militer benar-benar menjadi penentu seluruh kehidupan politik di negeri itu. Para jenderal mengaku sebagai penjaga sekulerisme.

Kemal At-Turk yang menjadi "Bapak Sekulerisme", sudah tidak dapat lagi bangkit dari kuburnya, membela para jenderal yang menjadi penjaga sekulerisme di negeri yang pernah dipimpin seorang Khalifah.

Apa artinya? Sekulerisme masih ada secara formal tegak, berdasarkan konstitusi negeri itu, tetapi sudah tidak dapat lagi membela seorang jenderal, yang menjadi panglima Angkatan Bersenjata, yang dipenjarakan oleh Partai Politik, yang menang dalam pemilihan. Itulah arti yang sejati dari sistem sipil, yang hidup dan tegak diatas hukum. Bukan lagi, hidup dan tegak diatas kekuasaan dan bedil.

Panglima Angkatan Bersenjata Turki, Jenderal Ilker Basbuq, ditangkap dan ditahan, karena dituduh mendalangi kudeta terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Erdogan. Jenderal Ilker Basbuq, harus bertanggung jawab kepada hukum atas usahanya yang ingin melakukan kudeta.

Jenderal Ilker Başbuğ, yang mengundurkan diri pada 2010, ditahan dan diinterogasi selama 7 jam oleh pihak pengadilan di Ankara, karena adanya dugaan melakukan persekongkolan dengan sejumlah perwira tinggi Turki, yang berusaha menggulingkan pemerintahan Islam moderat yang dimpimpin Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Başbuğ dituduh memberikan persetujuannya, saat menjabat sebagai panglima militer, dengan menggunakan situs anonim dijalankan oleh staf militer yang melakukan propaganda anti-pemerintah. Jaksa yang menyelidiki kasusnya mengatakan, Jenderal Basbuq mempunyai hubungan dengan kelompok Ergenekon, sebuah jaringan ilegal dan bersenjata, yang sengaja dibuat oleh kalangan militer Turki, 2007.

"Militer Turki adalah salah satu militer terkuat di dunia dan paling dihormati," kata Başbuğ jaksa selama tujuh jam menginterogasi. "Ini adalah sebuah komedi yang tragis-bahwa seorang yang sangat berkuasa dalam tentara bisa dituduh memimpin sebuah organisasi teroris."

Militer Turki merupakan terbesar kedua di dalam keanggotaan NATO, telah mendominasi politik negara selama berpuluhan, secara rutin membubarkan pemerintah sipil yang dihasilkan oleh pemilihan. Maka, langkah yang dilakukan oleh AKP itu, sebagai langkah yang sangat fundamental bagi masa depan politik Turki. Di mana pemerintahan Erdogan, yang berbasis politik Partai AKP telah meletakkan posisi militer dengan benar.

Erdogan tidak lagi memberi toleransi terhadap militer, dan para jenderal yang berusaha melakukan tindakan kudeta, dan ingin membubarkan pemerintahan yang ada. Militer harus tunduk dibawah pemerintahan sipil. Karena itu, sekarang sebagai wujud bahwa militer Turki tunduk dibawah supremasi sipil, maka Perdana Menteri Erdogan dan Presiden Abdullah Gul, keduanya menjadi Ketua Dewan Tertinggi Militer Turki.

Sehingga semua kebijakan strategis dibidang keamanan dan pertahanan, berada di tangan perdana meneri dan presiden, bukan lagi dibawah komando panglima angkatan bersenjata. Turki benar-benar berhasil menjinakkan kaum militer, yang sejak zamannya Kemal At-Turk telah mendominasi kehidupan politik di negeri itu. Militer Turki mempunyai hak veto untuk membubarkan parlemen dan partai politii, yang dianggap melanggar prinsip sekulerisme.

Era militer di Turki sudah tamat, dan sekarang digantikan oleh sebuah pemerintah sipil, yang berbasis pada partai politik, dan para tokoh-tokoh sipil, yang terlibat dalam pengelolaan negara. Ternyata di Turki berhasil mengubah sistem yang selama di dominasi oleh militer sekarang beralih ke sipil. Perubahan ini ikut membawa iklim baru dalam politik di Turki, di mana Erdogan, lebih dekat kalangan Islamis.

Namun, sebagian kalangan berpendapat, penangkapan Jenderal Ilker Basbuq itu, menunjukkan pemerintah Erdogan sudah sangat dipengaruhi oleh gerakan Gulen - gerakan rahasia dan sangat disiplin, meskipun kelompok-kelompok Islam tetap dilarang di Turki. Selain Gulen, di Turki berkembang pula kelompok Gerakan Milli Goorus, yang mempunyai akar gerakan mirip dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir.

Fetullah Gulen, seorang imam tua yang berbasis di Pennsylvania sejak tahun 1998 setelah melarikan diri dari Turki untuk menghindari penangkapan, dan dia mencoba memperkenalkan hukum Islam. Dia dibebaskan pada tahun 2006. Pengikut Gulen adalah diyakini menjadi kekuatan terkemuka dalam AKP, dan ia mengendalikan sebuah koran besar dan beberapa stasiun TV. Tapi Gerakan Gulen, yang paling utama adalah jaringan sekolah yang sukses di 140 negara, dan berdakwah, mendidik dengan  mempromosikan tentang kesejahteraan, pendidikan dan dialog antaragama.

Buku sik menggambarkan hubungan dekat antara AKP dan jaringan Gulenist - yang berjanji membantu Erdogan dalam kampanye untuk mengendalikan militer Turki, yang menjadi tulang punggung kaum sekuler. Memang, kekuatan Gulenis, sangat luar biasa, bukan hanya di Turki, tetapi diberbagai belahan bumi. (al-Afghan)