Erdogan Sang "Satrio Piningit" : Cahaya Terang Bagi Masalah Kurdi

Minggu-minggu ini, Turki tengah digoyang isu demokratisasi wilayah Kurdistan dengan memberikan ruang yang lebih lebar kepada etnik Kurdi di negara itu. Opsi ini mengandaikan dibebaskannya para tawanan politik Kurdi, dibolehkannya penggunaan bahasa Kurdi, diadakannya sesi bahasa Kurdi dalam siaran televisi dan radio, serta ditingkatkannya HAM warga Kurdi di Turki.

Pihak pemerintahan yang dikawal oleh AKP, PM Recep Tayep Erdogan, dan segenap jajarannya menggulirkan dan mendorong isu keterbukaan ini, sementara pihak oposan yang dikawal oleh tokoh-tokoh dan partai ultra-konservatif-sekuler-kemalis, semisal Deniz Baykal dari CHP, dan Devlet Bahceli dari MHP menolaknya.

Para oposan menolak opsi demokratisasi dan keterbukaan wilayah Kurdistan dan etnik Kurdi di Turki dengan alasan pihak Kurdi adalah pihak separatis yang terus menerus memunculkan teror dan sejumlah masalah lain bagi Turki.

Terkait penolakan sayap oposan yang berhaluan sekuler-konservatif itu, Erdogan menegaskan bahwa berlanjutnya masalah Kurdi di Turki justru dikarenakan disumbatnya kran keterbukaan, hak, dan demokrasi mereka.

"Masalah Kurdi terus berlanjut karena pembunuhan, kesewenang-wenangan, penghancuran, dan pengkerdilan hak-hak mereka terus dilakukan," kata Erdogan.

Ditambahkan Erdogan, opsi keterbukaan dan demokratisasi Kurdi yang ditawarkannya justru merupakan opsi penyelesaian masalah Kurdi dari akarnya. Akar permasalahan Kurdi di Turki yang seperti benang kusut itu sejatinya memang berpangkal pada pengerdilan dan ketidakadilan yang dilakukan pihak pemerintahan pusat (Turki) bagi etnik Kurdi.

Justru, Erdogan curiga kepada pihak oposan yang berkali-kali mencoba menggulingkannya dengan menjadikan isu keterbukaan Kurdi ini sebagai alat untuk kembali menggoyang pemerintahannya dengan dalih "nasionalisme Turki".

Etnik Kurdi di Turki berjumlah sekitar 12 persen dari total 70 juta penduduk negara. Kebanyakan mereka tinggal di wilayah Tenggara Turki, utamanya di Diyarbakar.

Sebelum masa pemerintahan Erdogan, etnik Kurdi lebih menjadi warga negara Turki kelas kedua. Beberapa hak mereka dikerdilkan, semisal berbicara dengan bahasa Kurdi di tempat dan acara umum. Pengkerdilan yang dilakukan pihak pemerintahan (Turki) kepada mereka inilah yang kemudian memantik gerakan pemisahan wilayah Kurdi.

Terlepas dari penolakan pihak oposisi terhadap opsi keterbukaan dan demokratisasi etnik Kurdi ini, banyak pihak yang ternyata mendukung langkah yang ditawarkan dan dilakukan Erdogan ini. Atas inisiatif ini pula, oleh pihak Kurdi Erdogan dipandang sebagai sosok "satria piningit" yang menyalakan setitik terang bagi permasalahan mereka.

Era pemerintahan Erdogan dan AK-Parti yang dipimpinnya tercatat sebagai babak baru sejarah kebangkitan Turki pasca Kemalis. Erdogan tercatat banyak menorehkan prestasi pemerintahan yang memajukan negaranya dalam berbagai bidang. (A. Ginanjar Sya'ban)

Minggu, 22/11/2009 09:18 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Analisa
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login