Kegagalan Tim SBY di Lobi Pansus

Rabu, 24/02/2010 17:50 WIB | Arsip | Cetak

Peta politik yang berkembang pasca pandangan akhir fraksi-fraksi di Pansus skandal Bank Century kian jelas. Penyebutan nama yang sempat dikhawatirkan Demokrat ternyata terjadi. Bahkan, anggota partai koalisi seperti PKS dan Golkar pun tidak kalah galaknya dengan partai oposisi seperti PDIP dan Hanura.

Sebelumnya, banyak kalangan menduga bahwa Demokrat dan Tim SBY akan terus melakukan lobi secara maksimal kepada partai-partai di Pansus untuk menyampaikan hasil yang ‘menyenangkan’ SBY dan Demokrat. Tapi, dari fakta di pandangan akhir semalam menunjukkan bahwa upaya tersebut gagal.

Berikut ini sejumlah manuver dan lobi yang dilakukan Tim SBY termasuk Demokrat di dalamnya yang menunjukkan kegagalan. Antara lain:

  • Ancaman Demokrat soal reshufle kabinet. Ancaman ini ternyata tidak menciutkan sebagian besar partai koalisi yang kadernya duduk di Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2.
  • Ancaman SBY soal pengemplang pajak, ternyata tidak menggoyahkan pihak Golkar yang beberapa kadernya tersangkut kasus pajak. Justru, ancaman ini dijawab Abu Rizal Bakri atau Ical yang langsung melakukan konsolidasi di kubu Golkar.
  • Undangan Tim SBY dalam pertemuan elit partai koalisi di Cikeas, ternyata gagal karena sejumlah elit partai tidak datang. Rencananya, pertemuan ini diagendakan untuk melakukan penyamaan persepsi soal kasus Bank Century.
  • Upaya tim SBY yang dilakukan melalui Taufik Kiemas, ternyata tidak berhasil membendung kekukuhan anggota pansus dari PDIP untuk terus bersikap tegas dalam skandal Bank Century. Setidaknya, sejumlah nama sudah disebutkan fraksi PDIP dalam pandangan akhir fraksi soal Century.
  • Lobi-lobi yang dilakukan antar anggota Tim Pansus Century di sejumlah tempat seperti di Senayan City, ternyata tidak berhasil membuah ’hasil’.
  • Penyampaian adanya anggota inisiator Pansus dari PKS, Misbakhun, yang terlibat L/C fiktir Bank Century beberapa hari sebelum pandangan akhir, pun tidak mengubah pandangan akhir PKS untuk menyebut nama seperti Sri Mulyani dan Boediono. (mnh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Analisa

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang