Pertarungan dari Sebuah Rekomendasi

Rabu, 18/11/2009 15:24 WIB | Arsip | Cetak

Tiga hari kedepan merupakan titik puncak pertarungan opini dari sebuah rekomendasi yang telah disampaikan Tim 8 kepada Presiden SBY. Sejak rekomendasi itu diumumkan ke publik, adu pengaruh pun mulai terasa.

Adalah Komisi III DPR RI yang pagi tadi memulai pertarungan itu. Lagi-lagi, Komisi III yang diketuai Benny K Harman yang juga anggota fraksi Demokrat ini memberikan kesan kepada publik bahwa mereka memberikan tempat untuk Polri, Kejakgung, juga KPK untuk memberikan tanggapan.

Melalui rapat terbuka yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi, Komisi III seperti memberikan alat pembelaan terhadap ‘serangan’ rekomendasi tersebut. Terutama terhadap rekomendasi penghentian penyidikan dan penuntutan terhadap Bibit dan Chandra. Padahal, sore nanti, Kapolri dan Ketua Jaksa Agung rencananya akan dimintai masukan oleh Presiden terkait rekomendasi Tim 8.

Langkah Komisi III ini mengingatkan publik dengan rapat komisi III sebelumnya pada pekan lalu. Saat itu, Komisi III mengundang Polri dan Kejagung untuk rapat seputar kasus hukum terhadap Bibit dan Chandra. Padahal, sehari sebelumnya Tim 8, walaupun masih berupa komentar sementara, telah menyampaikan bahwa rekaman percakapan Anggodo merupakan adanya indikasi kriminalisasi terhadap KPK.

Pertarungan pun tidak hanya terjadi di area parlemen. Penolakan terhadap rekomendasi Tim 8 juga disuarakan di sejumlah demonstrasi yang berlangsung sejak kemarin di berbagai daerah, dan tentu saja Jakarta. Intinya sama, mereka menyuarakan pembelaan terhadap proses hukum yang dilakukan Polri dan Kejagung terhadap Bibit dan Chandra.

Menariknya, rekomendasi Tim 8 ternyata tidak hanya terbatas pada soal Bibit dan Chandra. Tetapi meluas ke penataan intitusi hukum, terutama di Polri dan Kejagung. Salah satu butir rekomendasi yang mungkin terasa menikam Polri dan Kejagung adalah ’untuk memenuhi rasa keadilan, menjatuhkan sanksi kepada pejabat-pejabat yang bertanggung jawab dalam proses hukum yang dipaksakan dan sekaligus melakukan reformasi institusional pada tubuh lembaga kepolisian dan kejaksaan’.

Ini artinya, bahwa rekomendasi tidak hanya pada penghentian proses hukum Bibit dan Chandra, melainkan juga pada penjatuhan sanksi terhadap mereka yang memaksakan kasus Bibit dan Chandra untuk diteruskan. Dan itu berarti, ancaman serius bagi para pejabat teras di kedua lembaga hukum itu.

Kini persoalannya, mampukah Presiden SBY memainkan ‘bola panas’ yang kini di tangannya?

Dilihat dari isi dan dampaknya, rekomendasi ini sangat menyentuh peroalan mendasar di lembaga hukum, baik Polri maupun Kejaksaan. Dan di kedua lembaga ini pula, segala aliran kasus hukum, baik dugaan korupsi, penyelewengan uang negara, dan kasus yang lagi heboh, skandal Bank Century, berada di kantong dua lembaga ini.

Kalau SBY melakukan reformasi jangka panjang, mungkin persoalan tidak akan sekrusial ini. Tapi, jika itu menyentuh beberapa pejabat tinggi Polri dan Kejaksaan saat ini, hitungannya akan menjadi lain.

Pertanyaan mendasar pun mungkin layak untuk ditujukan ke SBY sendiri. Apakah SBY dan Demokrat memang benar-benar tidak tersangkut dalam kasus penyimpangan keuangan negara dan skandal Bank Century? Hitungan inilah yang sedikit banyak akan mengusik konsentrasi SBY untuk menghitung maju mundur implementasi rekomendasi Tim 8.

Karena boleh jadi, kartu truf inilah yang akan menjadi alat tawar bagi Polri dan Kejaksaan. Setidaknya, apa yang diucapkan Susno Duadji yang saat ini kembali menjadi Kabareskrim dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun tv mengisyaratkan hal itu. ”Persoalan Bank Century itu sebenarnya mudah. Datanya sudah ada, aliran dananya jelas kemana saja,” ucap Susno dengan santai.

Akankah SBY akan memainkan waisting time atau mengulur waktu agar isu bisa cair dengan sendirinya seperti yang pernah terjadi pada kasus dugaan pelanggaran pemilu? Tampaknya, tidak akan semudah itu. Dan rekomendasi ini akan terus menjadi pertarungan sengit sekaligus ujian berat bagi SBY. mnh

foto: indonesia1

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Analisa

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang