Malapetaka Bagi Masa Depan Israel

Rabu, 07/09/2011 10:23 WIB | Arsip | Cetak

Jeffrey Goldberg menulis di Los Angeles Times, di mana sebagai seorang ahli membuat kritik terhadap reaksi serangan teroris yang berlebihan. Mengingat orang yang mati di tenggelamkan di bak mandi dengan yang mati akibat serangan teroris sama, ujarnya.

Memang serangan teroris memiliki efek mendalam pada masyarakat dan ekonomi. Kematian sepuluh orang dalam kecelakaan tidak akan menyebabkan orang takut meninggalkan rumah mereka. Tetapi bayangkan dampak dari kematian 10 orang dalam pemboman teroris pusat perbelanjaan atau bioskop? Dan bayangkan jika itu terjadi lebih dari sekali. Dampak ekonomi dapat menghancurkan.

Tetapi, Goldberg malah mengkritik dampak terorisme negara yang dilegalkan melalui konstitusi, dan secara kolektif membatasi dan membelenggu terhadap masyarakat yang terbuka dan bebas. Kita tidak dapat hanya melihat peristiwa 9/11, yang kemudian menjadi stres, dan melegalkan segala tindakan keamanan yang sangat membatasi kebebasan, ujarnya.

James Fallows membenarkan pandangan Goldberg, di mana yang membingungkan justru sikap orang yang tidak proporsional dan tidak bijaksana menanggapi serangan teroris, yang menolak untuk meninggalkan rumah mereka, dan menyetujui pembatasan kebebasan sipil. Sekarang harus dapat membujuk dan mengarahkan orang, di mana pun mereka untuk tidak bereaksi berlebihan, tambah Golberg.

Goldberg menghabiskan banyak waktunya di Israel, dan mengakui bahwa kemampuan tetap tenang dalam menghadapi serangan teroris menjadi komponen penting dari keberhasilan. Dengan sikap tenang masyarakat dapat melestarikan sebagian besar kebebasan yang demokratis dan kualitas hidup.

Seperti dalam menghadapi tingkat terorisme jauh lebih tinggi dari apa yang pernah dihadapi Amerika. Misalnya, dua minggu lalu, sekelompok pejuang Islam Palestina dari Gaza menyeberang ke Sinai, dan kemudian menyusup melintasi perbatasan Israel ke selatan Gurun Negev.

Mereka menyergap bus, menewaskan delapan orang Israel, sebelum mereka dibunuh oleh pasukan Israel. Saya akan berspekulasi bahwa jumlah orang Israel yang membatalkan liburan ke Negev atau Eilat sebagai hasil dari serangan ini adalah nol. Saya mengambil sendiri keluarga dengan unta di Negev selatan, tidak pernah ada saran bahwa harus menunda perjalanan, tuturnya.

Goldberg, seorang Yahudi Amerika, yang melihat betapa paniknya saat sekarang ini warga Israel, sesudah revolusi Arab. Peristiwa yang terjadi di Sinai yang menewaskan 8 orang Israel, dan seorang anggota pasukan khusus Israel, membuat mereka panik, dan sebuah mimpi buruk, yang terus menghantui. Merasa negara mereka, Israel sudah tidak aman lagi dari serangan musuh dan teroris.

Dulu, Israel mempunyai "body guard" yang selalu menjaga keamanan perbatasannya, yaitu Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Tetapi, sekarang Mubarak sudah tergeletak dan masih harus menghadapi pengadilan. Inilah yang membuat rakyat Israel jauh lebih panik dan ketakutan. Israel dikelilingi negara-negara Arab yang rakyatnya sudah berubah. Termasuk paniknya rakyat Israel, melihat bendera mereka dibakar di kedutaan mereka di Cairo oleh rakyat Mesir yang marah.

Sekutu Israel yang setia, dan selama ini, ikut menjaga keamanan negara Yahudi, memilih berubah sikap, yang diakibatkan tindakan Israel. Turki memutuskan semua hubungan bilateral dengan Israel. Termasuk kerjasama dibidang industri pertahanan, yang sudah berlangsung sejak tahun 1996. Ini sangat penting.

Bukan hanya itu. Turki telah menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya hanya setingkat sekretaris dua, dan duta besar Turki sudah pulang, sedangkan Turki telah pula mengusir duta besar Israel pergi dari Turki. Inilah malapetaka yang dihadapi Israel.

Israel hanya mengandalkan satu-satunya "juru selamat" adalah Amerika Serikat. Tetapi, negara yang dipimpin Barack Obama itu, sekarang sudah bangkrut dan jatuh miskin, dan sudah sulit diharapkan peranannya untuk menopang Israel.

Bagaimana kalau seluruh dunia Arab berubah? Muncul penguasa baru yang tidak lagi ramah terhadap Israel? Bagaimana sikap rakyat di dunia Arab, yang sudah "muak" terhadap Israel, yang sangat pongah selama ini? Israel hanya tinggal sendirian. Tak ada lagi sahabatnya di Timur Tengah. Seluruh rakyat Arab bergolak dan menuntut pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Mulai dari Mesir sampai Jordania.

Masih ditambah situasi politik di dalam negeri Israel, di mana para imigran yang sangat terpecah-pecah, mulai tidak lagi dapat menerima keadaan yang ada, khususnya kondisi ekonomi yang semakin berat, terutama mayoritas golongan Yahudi yang miskin, yang berasal di Rusia, Afrika, dan Timur Tengah. Mereka menuntut pembaharuan dan perbaikan kehidupan mereka, dan ini dapat membuat kondisi Israel bertambah "collapse".

Tak ada lagi penguasa Arab yang berani bermain mata dengan Israel sekarang ini. Inilah benar-benar malapetaka bagi masa depan Israel. (mas)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Analisa

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


Penerapan Syariah dalam Bisnis Tidak Merugikan
Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis ternyata tidak merugikan. Hal ini dibahas dalam Sesi Panel keempat 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Finance, ...

Universitas Gunadarma Gelar Sharia Economic Forum
KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012 Melihat tingginya permintaan SDM untuk bergabung dalam pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah, Sharia Economic Forum (SEF) UG bers...

N5M hadir di iB Expo Pekanbaru
Film Negeri 5 Menara hadir dalam iB Expo yang digelar oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Film yang disponsori oleh iB Perbankan Syariah ini mendapat sambutan lu...

Siap-Siap iB Akan Hadir di IFRA 2012 Ini
Bank Indonesia bekerjasama dengan Panitia Expo IFRA 2012 kembali membuka iB Paviliun. Dimana akan hadir industri perbankan syariah untuk memberikan informasi mengenai produk-p...


Peluang