Abdel Fotouh: Ikhwan Masih Membawa Ide-Ide Besar

Kamis, 30/07/2009 14:44 WIB | Arsip | Cetak

Abdel Moneim Fotouh—lebih sering dikenal dengan Abou Fotouh—membicarakan tentang masa depan dan kekinian Ikhwan. Perbincangan ini dilakukan hanya seminggu sebelum penangkapannya oleh pemerintah Mesir. Dikutip dari Al Masri Al Youm, berikut petikan wawancaranya:

Mursyid Aam Ikhwan bilang bahwa beliau tak akan mencari lagi pemimpin buat Ikhwan, karena sudah ada Anda…

          Ha ha ha, kita semua sering kali salah paham, dan hal itu cukup mengganggu saya.

Khalil Al Anani dari  Al Ahram Centre for Political and Strategic Studies menyatakan Anda mendapat begitu banyak tekanan dari Barat… 

          Saya sudah aktif di politik sejak tahun 1970-an. Ikhwan tadinya mati suri pada saat itu setelah penindasan pemerintah pada 1960-an. Banyak pemimpin dan anggota Ikhwan yang harus mati dan atau berakhir di penjara.

          Kerja kami di berbagai universitas waktu itu tidak berada dalam label apapun. Ketika kami masuk kampus, yang ada hanya pertarungan antara golongan kiri dan nasionalis. Tak ada gerakan dakwah Islam. Ketika para anggota Ikhwan dibebaskan dari penjara, kami semua berkumpul dan bersatu, dan masyarakat pun menemukan sebuah gerakan Islam yang membawa ide-ide besar.

Mengapa memulainya di kampus?

          Sebagai seorang doktor, ini adalah salah satu jalan yang paling terbuka.  Saya sudah berada di dakwah kampus selama tiga dekade, dan selalu memulainya dari sana.

Bagaimana dengan sekarang?

          Tahun-tahun sekarang, sebagai konsekuensi kemenangan pemilu, memenangkan hati dan pikiran rakyat Mesir, Ikhwan selalu dikecam sebagai gerakan Islam yang radikal melalui Islam konservatif. Ini tidak benar. Ikhwan lahir dan tumbuh besar di bawah rejim tiranikal dan negara yang militeristik. Kami bukan sebuah kelompok radikal. Ikhwan adalah grup reformasi yang ingin mengubah masyarakat dan kami melihat itu perlu sebuah reformasi. Negara ini telah begitu korup dan jadi tiran, dan Ikhwan punya reformasi infrastrukturalnya.

Benarkah Ikhwan ingin membentuk pemerintah yang Islami?

          Kami ingin menciptakan opini publik yang percaya bahwa kebebasan dan keadilan, serta pembangunan opini publik bisa menciptakan perubahan melalui perubahan sistem demokrasi pada waktunya. Revolusi masyarakat (secara ekstrem), itu bukan cara kami.

Banyak kaum muda Ikhwan yang sekarang banyak menyandarkan harapannya kepada Anda, termasuk Abdelrahman Ayyash yang masih berusia 20 tahun. Anda banyak memengaruhi mereka. Kaum muda Ikhwan mengklaim bahwa perubahan dan perjalanan Ikhwan di masa depan berada di tangan orang seperti Anda….

          Saya menghargai itu dan menghormati Ayyash. Saya mempersilakannya untuk diskusi tentang hal-hal penting.

Apa arti kedatangan presiden Barack Obama ke Mesir satu bulan lalu?

          Salah satu bagian kesepakatan antara AS dan Ikhwan adalah tentang beberapa hal mengenai dunia Islam. Kami tidak ingin perlakukan khusus. AS sebagai negara besar seharusnya mendasari hubungan (luar negerinya dengan Islam) berdasarkan tiga prinsip. Yaitu, kebebasan, keadilan, dan pembangunan. Hormati kebebasan yang lain, berikan hak negara lain untuk tumbuh, dan tidak boleh menerapkan teknologi canggih mereka untuk (menindas) negara lain. Inilah yang akan menjaga stabilitas di seluruh dunia.

Anda optimis terhadap sikap AS sekarang—misalnya tentang Israel?

          Ya, tentu saja. Tapi perasaan ini tidak diterjemahkan pada aksi nyata. Semuanya akan kembali seperti semula dan tetap berjalan seperti biasanya lagi. Namun sejauh ini, presiden Obama sudah menunjukkan penghargaan positif. 

Ikhwan dinilai terlalu banyak kompromi dengan pemerintah sekarang…. 

          Ada kesalahpamahan besar di sini, terutama media dalam debat antara ekstemis dan sekularis. Media lokal memosisikan Ikhwan seolah melarang wanita dan Kristen Koptik untuk jadi presiden. Platform Ikhwan tidak membedakan lelaki dan perempuan. Tapi yang ingin kami katakan adalah: jika kami diberikan kesempatan untuk menominasikan kandidat kami, kami akan menggunakan itu. Ini misalnya seperti  golongan Hindu atau Baha’i atau Komunis yang jika diserahi kesempatan serupa, maka semuanya akan terserah mereka kan?

          Pada akhirnya, kami setuju dengan pilihan rakyat. Jika Anda ingin menominasikan seseorang, silakan saja dan rakyat bisa memilih siapa yang mereka sukai.  

Bisa Anda deskripsikan, di mana Ikhwan dalam lima tahun ke depan?

          Saya pikir, jika ada demokrasi yang sesungguhnya di negara ini, maka korupsi dan tirani akan segera habis.  (sa/ikhwnwb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


Penerapan Syariah dalam Bisnis Tidak Merugikan
Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis ternyata tidak merugikan. Hal ini dibahas dalam Sesi Panel keempat 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Finance, ...

Universitas Gunadarma Gelar Sharia Economic Forum
KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012 Melihat tingginya permintaan SDM untuk bergabung dalam pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah, Sharia Economic Forum (SEF) UG bers...

N5M hadir di iB Expo Pekanbaru
Film Negeri 5 Menara hadir dalam iB Expo yang digelar oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Film yang disponsori oleh iB Perbankan Syariah ini mendapat sambutan lu...

Siap-Siap iB Akan Hadir di IFRA 2012 Ini
Bank Indonesia bekerjasama dengan Panitia Expo IFRA 2012 kembali membuka iB Paviliun. Dimana akan hadir industri perbankan syariah untuk memberikan informasi mengenai produk-p...


Peluang