Adian Husaini : Sekalipun Pakai Mukena, Miss World Tetap Salah

Redaksi – Selasa, 26 Rajab 1434 H / 4 Juni 2013 12:46 WIB

adianDalam sebuah training da’i dan pendidik bertajuk Mengembalikan Indonesia Dalam Pangkuan Islam (25/05/2013) Dr. Adian Husaini membuka materinya dengan menarik, menurutnya, akar masalah umat Islam hari ini bukanlah kurangnya ilmu (ignorance) melainkan kerancuan atau kekacauan ilmu (confusion of knowledge).

Kerancuan ilmu ini menyebabkan hilangnya ketepatan dalam menilai dan menempatkan sesuatu atau diistilahkan dengan lost of adab. Di mana adab adalah disiplin rohani, akli, dan jasmani yang memungkinkan seseorang dan masyarakat mengenal dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah, sehingga menimbulkan keharmonisan dan keadilan dalam diri, masyarakat, dan lingkungannya.

Doktor Peradaban Islam lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) ini kemudian memberikan contoh realita umat Islam yang menggambarkan kerancuan cara pandang yang salah. Salah satunya adalah tentang fenomena umat Islam dalam merespon kontes kecantikan Miss World 2013. Banyak kaum muslimin bahkan mereka yang digelari ustadz tidak masalah dengan diselenggarakannya ajang Miss World 2013 di negeri ini. Mereka beralasan karena akan meningkatkan pendapatan negara dalam sektor pariwisata di Indonesia. Toh katanya Miss World tahun ini tidak menampilkan agenda berbikini atau disesuaikan dengan budaya ketimuran.

miss worldBeliau dengan cerdas menampik alasan ini, “Sekalipun Pakai Mukena, Miss World Tetap Salah! Mengapa? Karena kontes kecantikan macam ini berangkat dari cara pandang yang salah tentang bagaimana menghargai manusia.”

“Dalam kontes semacam ini manusia dihargai, dimuliakan karena kecantikannya. Kecantikan mereka akan dinilai, dipertontonkan.. Cantik itu ada rumusnya…  Ada ahli yang menilai, oh..iya ini proporsional,” lanjut beliau.

“Apa cantik itu prestasi? Kalau awalnya tidak punya hidung kemudian bisa membuat hidung sendiri dan menjadi cantik, iya itu prestasi,” ujarnya.

Ustadz yang pada kesempatan tersebut menyampaikan makalah berjudul Kurikulum Agama dan Sejarah di Sekolah (Studi Kritis) kemudian memaparkan bahwa, “…Ajang Miss World ini berangkat dari cara pandang matrealistik. Jika kita menggunakan cara pandang Islam maka, manusia dihargai, dihormati, bukan karena kecantikannya melainkan karena keimanannya, ketakwaannya, ilmunya. Itu baru dikatakan beradab. Meski kemudian ada slogan brainbeautybehavior…”

Ya, meski ada slogan bukan hanya kecantikan, tetapi juga otaknya, sikapnya, keberaniannya, itu semua hanya embel-embel guna menutupi kriteria kecantikan yang tetap diunggulkan. Seperti pernyataan Daoed Joesoef dalam Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran, ”Percayalah, tidak akan ada gadis sumbing yang akan terpilih menjadi ratu betapapun tinggi IQ-nya, terpuji sikapnya atau keberaniannya yang mengagumkan.” (muslimahzone.com/eramuslim/KH)

Bincang-Bincang Terbaru

blog comments powered by Disqus