Drajad Wibowo: Jika Ada Aliran Dana Ke Parpol, Harus Segera Diungkap!

Rabu, 07/10/2009 13:55 WIB | Arsip | Cetak

Namun, Drajad Wibowo yang menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memang telah lama dikenal selama ini rajin memberikan kritik terhadap setiap kebijakan pemerintah. Untuk mengetahui perkembangan kasus Bank Century, eramuslim mewawancarainya. Berikut petikannya.

Kucuran dana LPS kepada Bank Century ternyata 10 kali lipat dari ajuan bank itu sendiri yang hanya sekitar 635 milyar rupiah. Kenapa BI dan Depkeu meloloskan bantuan likuiditas Bank Century yang ternyata 10 kali lipat itu atau sebesar 6,7 trilyun?

Pertanyaannya adalah, kenapa Bank Century itu diselamatkan? Masalahnya bukan hanya jumlah dana yang besar, tapi kenapa Bank Century diselamatkan?

Kita meminta dilakukan audit, termasuk dalam tindakan penyelamatan Bank Century. Apakah sudah sesuai hukum, apakah memang sudah betul, apakah ada intervensi dari pihak-pihak lain, karena jika Bank Century ditutup, mereka yang memiliki deposito di atas Rp. 2 milyar hanya akan memperoleh Rp. 2 milyar pula sebagai pengembalian. Jadi, mereka yang mempunyai deposito Rp. 1 trilyun, uangnya akan hilang dan hanya akan memperoleh Rp. 2 milyar.

Jadi, ada pengaruh dari pihak-pihak luar di dalam keputusan penyelamatan Bank Century ini.

Apa ada kesalahan prosedur atau bahkan penyalahgunaan wewenang sehingga kebocoran besar ini bisa terjadi?

Tergantung pada hasil audit BPK, kami dari Komisi XI setelah membaca audit interim BPK telah membaca laporan kemajuan, menyimpulkan memang diduga ada penyalahgunaan kewenangan dan atau kesalahan penilaian dari pihak BI dan KSSK yang mengakibatkan kerugian negara. Itu kesimpulan Komisi XI.

Selain persoalan jumlah kucuran dana yang begitu bombastis, persoalan ‘selingkuh’ penggunaan uang yang dikucurkan itu pun menjadi tanda tanya tersendiri. Ke mana sebenarnya uang sebanyak itu menguap?

Aliran dana. Kami juga memperoleh informasi kira-kira aliran dananya itu ke mana akan tetapi ini kan menyangkut kegiatan, jadi kami masih menunggu audit dari BPK terhadap aliran dana. Sayangnya, audit interim dari BPK itu hanya ada dua kalimat yang sedikit menyinggung tentang aliran dana di mana di situ disebutkan, setelah Bank Century memperoleh dana dari BI dan LPS, itu langsung segera ada penarikan oleh pihak-pihak terkait.

Jumlahnya itu cukup besar sampai Rp. 1oo milyar lebih! Nah, ini kan perlu ditelusuri juga kenapa langsung ada penarikan. Jadi, untuk saat ini aliran dananya masih tertutup, tapi kita berharap, BPK akan bisa menyusuri aliran dana itu, apalagi BPK kan sudah memperoleh soft copy dari mengenai penyaluran dananya tersebut.

Apa mungkin lembaga kepresidenan bisa dikorbankan demi pengembalian uang nasabah tertentu di Bank Century?

Itu tergantung audit BPK, aliran dananya itu ke mana. Jadi aliran dananya itu ke mana, dari situ akan terlihat siapa yang terlibat di dalam masalah ini.

Kasus Bank Century ini hampir bertepatan dengan momentum pemilu yang membutuhkan dana besar, terutama untuk masing-masing calon peserta pemilu. Adakah aliran uang ini bermuara pada upaya pemenangan Demokrat dan SBY?

Kita berharap nanti audit BPK akan mengungkapkan semuanya, kalau saya kan hanya berdasarkan informasi yang diberikan kepada kami, kami berharap nanti audit BPK itu tidak menutup-nutupi aliran dananya ke mana saja. Jadi, kita tunggu saja aliran dana itu, siapa saja yang memperoleh aliran dana itu.

Audit harusnya 30 Sept selesai, tapi molor, kita tunggu saja, masyarakat kan mengawasi. Harusnya BPK tidak berani main-main.

Kalau memang ada yang mengalir ke parpol, ya diungkap saja lebih detail, tapi, kita tunggu saja. (indah)

Foto: Internet

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang