El-Shirazy: Film KCB Insya Allah Pengawalan Syariahnya Ketat
Setelah "Ayat-Ayat Cinta" (AAC) menjadi novel best seller dan film nya juga masuk ke jajaran Box Office film Indonesia bahkan konon Asia Tenggara – Novel Habiburrahman El-Shirazy yang berjudul "Ketika Cinta Bertasbih" (KCB) yang juga novel best seller, kembali di layar lebarkan.
Film KCB ini cukup berbeda dari film AAC, karena shooting nya langsung di lokasi tempat kejadian yang ada di novel tersebut. Para pemain KCB sejak akhir tahun lalu sudah berada di Mesir untuk memulai shooting, dan pembuatan film KCB setting di Mesir ini telah berakhir.
Habiburrahman El-Shirazy atau yang lebih dikenal dengan Kang Abik berharap banyak terhadap film yang di ambil dari novel best sellernya ini. Dia sendiri berharap film KCB bisa mengulang sukses seperti halnya AAC.
Eramuslim berkesempatan mewawancarai Kang Abik (sapaan akrab dari Habiburrahman El-Shirazy) – pada pertemuan dalam suatu acara - berkaitan dengan film KCB. Berikut wawancaranya :
Bagaimana perkembangan terakhir film KCB? Bagaimana persiapan dan kapan launcing?
Alhamdulillah ini KCB rencananya akan dua film..jadi lebih serius..ini sudah selesai yang satu, setting yang di Mesir, tinggal sekarang itu proses editing sama finishing nya. InsyaAllah bulan Juni launching nya
Para pemain sudah pulang semua ke Indonesia?
Ya..sudah pada pulang..karena tinggal editing aja..nanti bulan akhir february ini shooting lagi untuk film yang ke dua
Apakah film nya akan keluar langsung kedua-duanya?
Film nya akan keluar satu-satu InsyaAllah..Satu film pun sdh merupakan satu cerita
Dari film KCB sendiri, moral apa yang ingin disampaikan kepada penonton?
Pertama..cinta..masih sama ya..tentang bagaimana kita mensucikan cinta…..cinta yg suci sesuai syariah yang kedua tentang etos kerja..tentang seorang Azzam yang berani mandiri karena banyak kan kadang-kadang para remaja itu gengsi untuk mandiri seperti yang dilakukan oleh Azzam, yang berikutnya soal ikhtiar yang maksimal, dalam berikhtiar tetap harus dibarengi dengan doa.
Dari sisi genre..apakah KCB layak ditonton keluarga, atau terbatas untuk remaja atau dewasa?
Itu layak untuk ditonton keluarga, karena kita pengawalan syariahnya InsyaAllah benar-benar ketat..jadi beda dengan Ayat-ayat cinta yang kemarin itu..Kita memang merencakan KCB ini bener-bener...kan kita sebelum bikin film sowan ke MUI..dan kita minta sebelum premier MUI menonton juga. Meskipun juga beberapa ulama dan ustadz kita libatkan dalam pengawalan pembuatan KCB.
Dari film KCB, apa harapan yang Kang Abik inginkan?
Harapannya tentu saja film KCB ini bisa lebih baik dari film sebelumnya, dari sisi kualitas film itu sendiri, juga dari sisi di apresiasi oleh masyarakat.
Soal kemiripan dari novelnya sendiri? Mengingat orang banyak kecewa menonton AAC karena banyak tidak sesuai dengan novel..
Ya ini InsyaAllah agak lebih dekat dengan novelnya karena kita shooting di tempat-tempat asli yang ada di novelnya itu, kalo di kairo yah benar-benar di kairo ketika bicara sungai Nil yah sungai nil yang asli tapi kan kadang-kadang imajinasi orang kan beda-beda meskipun dikasih yang aslipun belum tentu sama dengan imajinasi nya..tapi saya kira ini lebih mirip dengan novelnya.
Jazakallah kang Abik atas waktunya...
Lainnya (Arsip)
- Thariq Ramadan, Cucu Imam Hasan Al-Bana: Palestina Tak Akan Menyerah!
Kamis, 15/01/2009 10:44 WIB - dr. Joserizal : Kami Akan Ke Gaza
Rabu, 07/01/2009 14:05 WIB - Zaid: Obama Hanya Obral Janji Soal Palestina
Jumat, 05/12/2008 17:17 WIB - Dr. Nawaf Takruri: Kami Tahu itu memang Agenda Amerika
Senin, 03/11/2008 18:58 WIB - Ari Yusuf Amir : Sekuat Apapun Faktor 'X', Habib Rizieq Bisa Bebas
Jumat, 10/10/2008 10:38 WIB
Bincang-Bincang
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




