Marwan Barghouti: Hak Rakyat Palestina Untuk Melawan Israel!

Senin, 14/12/2009 16:26 WIB | Arsip | Cetak

Ia dianggap oleh banyak orang Palestina menjadi tahanan yang paling penting yang mungkin akan dibebaskan dan ditukar dengan tentara Israel, Gilad Shalit. Bagi sebagian orang Palestina, ia dianggap orang yang bisa meluruskan politik Mahmoud Abbas. Abbas sendiri mengumumkan bahwa ia tidak akan mengikuti pemilu ulang untuk jabatan Presiden Otoritas Palestina.

Barghouti adalah anggota komite pusat Fatah, dan anggota Dewan Legislatif Palestina. Walaupun ia berasal dari Fatah yang selama ini selalu bersebarangan dengan Abbas dan juga tidak dianggap sebagai perjuangan Hamas, namun ada perbedaan besar antara Abbas dan Barghouti: Abbas tidak pernah dipenjara dan ditangkap oleh Israel. Tentu, itu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi semua kalangan yang memantau perjuangan Palestina.

Dari penjara Hadarim ia berbicara mengenai korupsi di tubuh Fatah, harapan dan rasa hormatnya kepada Hamas, dan penjajahan Israel. Berikut petikannya:

Apakah Anda akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu mendatang? Apa yang membuat Anda menjadi seorang calon presiden yang baik?

Ketika ada tanggal permanen untuk pemilihan presiden dan legislatif, dan ketika rekonsiliasi nasional telah dicapai, dan ketika kita mampu mengadakan pemilu di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem, maka saya akan mengambil keputusan yang tepat. Saya bangga dalam memperoleh dukungan dari rakyat Palestina di dalam dan di luar negeri, dan juga mendapatkan suara terbanyak dalam jajak pendapat yang telah dilakukan sepanjang tahun ini.

Beberapa media menggambarkan Anda sebagai "Nelson Mandela Palestina" …

Saya sangat menghargai pengalaman dan resistensi dari Mandela sebagai pemimpin besar Afrika, yang memimpin orang untuk kemerdekaan dan kebebasan. Saya berharap untuk bisa berkontribusi dalam mencapai kebebasan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Mandela berhasil karena ia menemukan mitra seperti de Klerk, tetapi di Israel tidak ada de Gaulle yang mengakhiri kolonisasi Prancis Aljazair dan juga tidak ada de Klerk yang mengakhiri rezim Apartheid.

Apakah Anda berubah sama sekali selama bertahun-tahun di penjara? Apakah pandangan politik dan pendekatan politik berubah?

Penjara adalah tempat sangat keras dan pahit, terutama karena saya menghabiskan sebagian besar waktu saya dalam kurungan yang tersendiri. Tetapi pandangan politik saya tidak berubah. Saya percaya bahwa kunci untuk perdamaian antara Israel dan Palestina adalah akhir dari penjajahan Israel.

Di masa lalu, Anda mengkritik Otoritas Palestina yang korup…

Otoritas Palestina harus berbuat lebih banyak. Sangat disayangkan dan menyedihkan bahwa tidak pernah ada kalimat atau tuduhan terhadap pejabat yang korup tersebut sampai sekarang. Kita harus mengembalikan sistem yang transparan dan sistem peradilan yang independen, dan menetapkan aturan hukum dan penghentian pelanggaran hak asasi manusia, dan memperkuat kebebasan individu, kebebasan pers dan mendorong pluralisme politik.

Bagaimana Anda menyelesaikan konflik antara Fatah dan Hamas?

Selama di penjara, saya dan saudara-saudara dari berbagai pihak mampu menyusun dokumen yang menjadi kerangka kerja bagi persatuan nasional.

Pendekatan Anda terhadap konflik Palestina-Israel telah digambarkan sebagai salah satu dari "resistensi dan negosiasi." Perlawanan macam apa artinya ini? Bom? Lempar batu? Sipil? Duduk di dewan dan melakukan demo?

Semua gerakan kebebasan bernegosiasi dan menolak, dan apa yang saya maksud dengan resistensi adalah salah satu yang diizinkan di bawah hukum internasional dan memiliki legitimasi internasional. Pada tahap ini politik, diplomatik dan pendekatan negosiasi, di samping perlawanan damai, adalah hal yang dapat diterima sesuai dengan kondisi yang ada. Ini adalah hak rakyat Palestina untuk melawan militer Israel. Mahkamah Internasional di Den Haag telah menyetujui, begitu juga piagam PBB, dan semua agama.

Apakah menurut Anda ada harapan bagi pembebasan Anda dalam pertukaran tahanan dalam waktu dekat?

Saya adalah bagian dari daftar Hamas yang sedang melakukan negosiasi. (sa/cnn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang