Menkeu Perancis Christine Lagarde Direktur IMF Baru?

Kamis, 19/05/2011 15:54 WIB | Arsip | Cetak

Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde, berada di World Economic Forum di Davos Januari lalu, di mana saat itu senyumnya berubah menjadi cemberut, ketika membahas situasi ekonomi dan keuangan global. Di sampingnya, Robert E. Diamond Jr, chief executive Barclays, dan salah satu bankir yang terkemuka di dunia, dan mengucapkan terima kasih atas kebijakan menteri keuangan Perancis yang berperan menciptakan kondisi yang lebih baik setelah krisis keuangan.

Lagarde sebagai salah satu duta Eropa yang paling berpengaruh dalam dunia keuangan internasional.

Sekarang membuat Lagarde, 55, mungkin kandidat utama untuk menggantikan Dominique Strauss-Kahn sebagai Direktur Dana Moneter Internasional (IMF). Proses pemilihan direktur IMF yang baru dapat dipercepat sesudah Dominique Strauss-Kahn mengundurkan diri jabatannya sebagai direktur IMF. Dominique secara resmi menyatakan pengunduran dirinya, sesudah terbukti dia melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pelayan dan percobaan perkosaan, di sebuah kamar hotel di New York, Sabtu lalu .

Lagarde, menjadi salah satu yang bakal tampil menggantikan Dominique, dan karirnya Lagarde cukup cemerlang sebagai Menkeu Perancis. "Apa yang terjadi dengan Strauss-Kahn menegaskan betapa besar kemungkinan IMF akan memiliki seorang perempuan pemimpin yang baru," kata Kenneth S. Rogoff, seorang mantan pejabat IMF, dan Kepala ekonom yang menjadi profesor di Harvard University.

Lagarde akan menjadi wanita pertama yang menjalankan IMF, atau memimpin lembaga keuangan internasional yang besar, dalam hal ini. "Dia sangat mengesankan, pandangan politiknya cerdik dan berkepribadian  kuat," katanya. "Pada rapat membahas situasi keuangan dunia, khususnya untuk membiayai negara-negara yang terkena krisis, dia diperlakukan seperti artis terkemuka", tambanya.

Para pejabat Eropa untuk menjaga salah satu posisi yang sangat penting Eropa yaitu menguasai IMF dan Bank Dunia, yang diciptakan akhir 1940-an. Ini tidak selalu mudah. Tiga tahun setelah krisis keuangan di Amerika Serikat dan Eropa membawa ekonomi dunia ke ambang bencana, Strauss-Kahn menjadi simbol terbaru bagi perubahan ekonomi akibat kesalahan orang kaya di Barat.

Lagarde dipandang sebagai tokoh Eropa yang memiliki kompetensi yang akan dapat membantu mengatasi ekonomi global yang masih didera krisisi keungan. Dengan kewajibannya sebagai ketua I.M.F. yang baru harus mengawasi pinjaman uang yang berjumlah $ 14 miliar dolar yang sudah digelontorkan ke ke Yunani, Portugal dan Irlandia, Lagarde mungkin orang terbaik untuk mengarahkan transisi di IMF, ujar seorang analis.

Lagarde tidak mengemontari tentang rumor yang beredar tentang kemungkinan pencalonan dirinya sebagai direktur IMF. Sebagai seorang pejabat Perancis, ia mengatakan, : "Dia tahu tentang kesempatannya menjadi direktur IMF. Hal terbaik untuk membiarkan keributan dan rumor yang terjadi ", ujarnya.

Namun para pejabat Perancis tidak meragukan ambisi Lagarde untuk pindah ke IMF t di Washingto. "Dia tanpa diragukan lagi salah satu calon paling atas sekarang," kata seorang diplomat Perancis.

Kelemahan Lagarde terbesar sebagai kandidat, karena dia berasal dari Perancis - seperti Strauss-Kahn. Namun, sudah pernah terjadi antara tahun 1978, dan 2000, dua orang Perancis - Jacques de Larosière dan Michel Camdessus - berturut-turut menjadi Direktur IMF.

Tetapi, selama ini lembaga IMF yang merupakan lembaga kreditor, bukan memberikan solusi, terutama bagi negara berkembang, termasuk Indonesia justru mencekik dengan hutang yang mereka gelontorkan, dan membawa bencana krisisis ekonomi yang akut dengan jebakan utang "debt trap". (mh/tnt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


Penerapan Syariah dalam Bisnis Tidak Merugikan
Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis ternyata tidak merugikan. Hal ini dibahas dalam Sesi Panel keempat 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Finance, ...

Universitas Gunadarma Gelar Sharia Economic Forum
KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012 Melihat tingginya permintaan SDM untuk bergabung dalam pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah, Sharia Economic Forum (SEF) UG bers...

N5M hadir di iB Expo Pekanbaru
Film Negeri 5 Menara hadir dalam iB Expo yang digelar oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Film yang disponsori oleh iB Perbankan Syariah ini mendapat sambutan lu...

Siap-Siap iB Akan Hadir di IFRA 2012 Ini
Bank Indonesia bekerjasama dengan Panitia Expo IFRA 2012 kembali membuka iB Paviliun. Dimana akan hadir industri perbankan syariah untuk memberikan informasi mengenai produk-p...


Peluang