Michael Hastings: Banyak Orang Di Afghanistan Seperti Jenderal McChrystal

Kamis, 01/07/2010 06:38 WIB | Arsip | Cetak

Pekan lalu, Amerika diguncang akan dipecatnya Jenderal Perang Afghansitan, Stanley McChrystal. Bermula dari laporan Rolling Stone "The Runaway General" yang menohok dan dalam. Di balik tulisan itu, tentu saja ada seorang reporter yang telah berani dan beruntung bisa membongkar hal tersebut. Sebutlah Michael Hastings, reporter Rolling Stone itu. Ia kemudian diwawancarai oleh Newsweek via telefon, karena ia masih berada Afghanistan. Berikut petikannya.

Anda berada di Kandahar saat ini. Tentunya Anda sudah mendengar, tetapi artikel Anda telah membuat Amerika marah. Presiden Obama bertemu dengan Jenderal McChrystal pada hari Rabu. Anda pernah membayangkan ini?

Saya benar-benar terkejut atas respon yang ada, karena biasanya kita mengabaikan Afghanistan.

Anda melaporkan banyak sentimen yang biasanya hanya disajikan dalam urusan pribadi; mengapa sang jenderal dan timnya terlihat begitu polos?

Sebagian karena keadaan. Mereka berada di lingkungan yang berbeda. Mereka berada di Paris ketika itu. Tapi Anda juga harus bertanya kepada mereka mengapa mereka memberikan saya akses.

Bisakah Anda menjelaskan bagaimana artikel itu dibuat?

Saya pernah menjadi koresponden untuk NEWSWEEK di Baghdad selama dua tahun. Saya melihat Jenderal McChrystal dan strategi baru sebagai cara untuk melihat kebijakan Afghanistan kita; untuk melihat apakah hal itu berfungsi ataukah tidak. Saya bertemu dengan editor di Rolling Stone, dan mereka menyetujui ide itu, jadi saya segera mengirim e-mail kepada orang-orangnya McChrystal. Saya tidak berpikir saya akan mendapatkan akses sama sekali. Ini salah satu tikungan jurnalistik yang aneh. Mereka berkata "Ya, datanglah ke Paris untuk menghabiskan beberapa hari bersama kami."

Berapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan McChrystal?

Perjalanan saya selama dua hari berubah menjadi satu bulan yang panjang. Mengikuti McChrystal dan stafnya dari Paris ke Berlin, ke Kabul, ke Kandahar, dan kemudian kembali ke Washington. Saya tidak dengannya di setiap saat, tapi cukup secara teratur selama beberapa periode.

Tim Jenderal McChrystal sepenuhnya terbuka terhadap Anda, apakah itu mengejutkan Anda?

Saya tidak tahu pada saat itu jika mereka menjadi sangat terbuka. Padahal saya adalah seorang wartawan, saya membawa tape recorder dan notes dari waktu ke waktu. Dan mereka tahu bahwa saya menulis untuk Rolling Stone.

Apa tanggapan dari militer? Apakah menurut Anda akses Anda akan dicekal di masa depan?

Tanggapan yang paling menarik adalah seseorang datang kepada saya dan berkata, "Kami telah dengar cerita tentang Anda, dan kami seperti McChrystal, tetapi pesan itu harus disampaikan ke dunia luar." Jadi sebenarnya merupakan respon positif di antara para prajurit di sini.

Anda menulis bahwa Jenderal McChrystal mungkin lebih dekat dengan Karzai daripada orang Amerika lainnya. Apa artinya untuk untuk hubungan Washington dan Kabul, dan masa depan perang?

Anda akan sulit memikirkan bahwa hubungan antara Karzai dan Washington untuk menjadi lebih buruk lagi, tapi jelas pergantian jenderal tidak akan membantu apapun. Siapa pun itu, mereka harus membangun hubungan mereka sendiri. Jendral McChrystal dan anak buahnya mengambil pandangan yang cukup pragmatis terhadap Karzai-dia hanya permainan dalam hal ini. Saya berasumsi bahwa jenderal yang lain akan menghadapi masalah yang sama.

Jelaskan bagaimana Afghanistan, seperti apa perang itu?

Saya sedang bersiap-siap untuk sebuah operasi dengan pasukan Amerika. Saya mencoba untuk mengambil sikap yang sama. Cara Anda melihat jurnalisme adalah Anda mencoba untuk berfokus pada laporan Anda, apa yang Anda lihat dan dengar, dan kemudian memberitahu pembaca apa yang benar-benar terjadi. Saya melakukannya (sa/newsweek)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


Penerapan Syariah dalam Bisnis Tidak Merugikan
Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis ternyata tidak merugikan. Hal ini dibahas dalam Sesi Panel keempat 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Finance, ...

Universitas Gunadarma Gelar Sharia Economic Forum
KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012 Melihat tingginya permintaan SDM untuk bergabung dalam pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah, Sharia Economic Forum (SEF) UG bers...

N5M hadir di iB Expo Pekanbaru
Film Negeri 5 Menara hadir dalam iB Expo yang digelar oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Film yang disponsori oleh iB Perbankan Syariah ini mendapat sambutan lu...

Siap-Siap iB Akan Hadir di IFRA 2012 Ini
Bank Indonesia bekerjasama dengan Panitia Expo IFRA 2012 kembali membuka iB Paviliun. Dimana akan hadir industri perbankan syariah untuk memberikan informasi mengenai produk-p...


Peluang