Mohammad Jawad: “Di Guantanamo, Mereka Menghina Islam dan Al Quran”

Kamis, 27/08/2009 05:41 WIB | Arsip | Cetak

Ketika itu Pentagon mengklaim, anak ini sudah berumur 18 tahun. Padahal, Mohammad Jawad, bocah Afghanistan yang ditangkap itu kini berusia 19 tahun, dan otomatis melewatkan sekitar 6 atau 7 tahunnya di penjara. Ia sendiri didekamkan di Guantanamo pada tahun 2002, dengan tuduhan melemparkan granat kepada dua orang tentara AS. Tuduhan yang kemudian simpang-siur dan sama sekali tak terbukti.

Pada Juli 2009 silam, Mohammad Jawad dibebaskan, dan kembali pulang ke negara tercintanya, Afghanistan. Selama di Guantanamo, Jawab bisa dibilang hampir tidak pernah tidur, dan ia dipindahkan dari satu sel ke sel penjara lain, dengan berbagai macam pelecehan dan siksaan. Berikut penuturannya yang disarikan dari  reuters:

Bisa diceritakan suasana dan kondisi di Guantanamo?

Ada banyak tekanan (siksaan) ketika saya di sana. Dan semua tindakan tak berperikemanusiaan itu tidak berlangsung hanya satu hari, satu pekan, atau satu bulan saja.

Maksudnya? Lebih detil….

Saya disiksa sampai waktu saya dibebaskan. Mereka menyiksa tahanan dengan sangat buruk. Mereka tidak pernah mengizinkan tahanan untuk tidur, dan tidak memberikan makanan yang cukup.

Bagaimana penangkapan Anda bisa terjadi?

Mereka mengatakan bahwa saya membom mobil jip tentara AS. Sudah itu saja, dan kemudian mereka begitu saja mengirim saya ke Guantanamo. Mereka tahu pasti, saya ketika itu masih di bawah umur, tapi mereka tidak peduli sama sekali. Sebelum di bahwa ke Guantanamo, saya dipenjarakan dulu di pusat detensi AS di Pangkalan Udara Bagram, Kabul sebelah utara.

Apa yang mereka lakukan terhadap Anda di Guantanamo?

Mereka menghina agama kita (Islam) dan menghina Al Quran. Mereka menghina kita, dan mereka berlaku sangat tidak manusiawi.

Contohnya?

Kadang-kadang tangan saya diikat di belakang, dan mereka menyuruh saya makan dengan tubuh membungkuk, menjulurkan lidah ke dalam piring yang berisi makanan.

Mengapa Anda bisa bebas?

Karena tidak ada satupun tuduhan mereka terhadap saya yang terbukti. Saya ingat, pengacara pemerintah AS mencari bukti yang menekan saya tapi tidak ada. Pada akhirnya juri berkata: tak ada tuntutan terhadap Mohammad Jawad karena tidak bisa dibuktikan dan dia tidak bersalah.

(sa/reuters)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang