Mustafa Bakkach Aamrani: Mengembalikan Kejayaan Muslim Di Andalusia?
Tas di bahu, celana dan jas hitam, dasi dan sepatu bot koboi, Mustafa Bakkach Aamrani ditemui di bawah ‘Ave Maria' di depan Cathedral of Granada. Mustafa Bakkach Aamrani adalah presiden dari Partai Renaisans dan Persatuan Spanyol (PRUNE), partai Islam pertama yang diilhami kelompok politik yang akan terjun dalam pemilihan di Eropa.
Lihat di Granada, Oviedo dan Barcelona. "Di masa depan, tentu saja salah satu dari anak-anak kami (Muslim) akan menjadi penasihat atau mungkin perdana menteri," ia menegaskan dengan yakin. Bakkach Mustafa Aamrani rutin mengunjungi Masjid Agung, di Plaza Nueva, di mana dia melayani orang-orang yang datang. "Kami ingin menjadi wakil-wakil minoritas,” ujarnya. Berikut petikan wawancarana dengannya.
Di Spanyol, Yahudi juga minoritas. Apakah Anda juga akan menampung mereka?
Muslim harus menjaga identitas mereka. Tampaknya hampir tidak mungkin untuk mendekati minoritas lain, apalagi jika bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Apakah Anda ingin mengembalikan kejayaan Islam di Andalusia?
Kami ingin di Spanyol, Muslim hidup damai dan harmonis.
Ada desas-desus bahwa Anda adalah agen Pemerintah Maroko...
Saya? Itu omong kosong. Dikatakan juga bahwa saya dekat dengan Departemen Agama. Berita bohong! Jika demikian, Spanyol tidak akan mengizinkan partai ini berdiri. Saya sudah tahu operasi intelijen dari kedua belah pihak.
Apakah Anda mengatakan bahwa telepon Anda disadap?
Tentu saja. Tapi mereka tidak akan menemukan apa-apa. Tidak satu pun dari anggota kami yang memiliki hubungan dengan negara atau pemerintah lain. Dan memang, bahwa ada banyak negara yang memiliki kepentingan dalam mengendalikan proses ini.
Bagaimana tanggapan Anda soal Maroko?
Kita tidak bisa membandingkan Maroko dengan Spanyol. Ada beberapa hal yang tidak benar, tetapi berubah, karena orang-orang berjuang untuk kebebasan mereka. PRUNE ingin mendorong warga (Muslim) untuk memperjuangan hak-hak mereka.
Apakah Anda percaya pada Hak Asasi Manusia?
Kami, tentu saja percaya pada persamaan, tetapi hak asasi manusia sekarang ini digunakan untuk apa yang Anda inginkan. Dengan alasan itu, banyak negara yang melakukan terorisme. Itulah yang diperbuat AS di Irak.
Sebagai contoh, setuju dengan sunat perempuan atau dirajam?
Tidak di Spanyol.
Bagaimana dengan burqa?
Itu hanya terjadi di Prancis.
Bagaimana dengan mereka yang menentang cadar?
Itu adalah pilihan pribadi. Bagaimana dengan kebiasaan biarawati?
Poligami?
Satu hal yang jelas, wanita adalah manusia yang setara. Lebih baik, mungkin, karena inti dari keluarga.
Seorang istri boleh bekerja?
Tentu saja, sama dengan atau lebih baik daripada pria. Ini juga merupakan pilihan pribadi. Tetapi seorang perempuan pasti ingin menjaga anak-anaknya di rumah, kan? Secara logis anak harus dengan ibunya. Ini lebih baik dengan dirinya yang diasuh orang asing. Anak-anak adalah salah satu masalah masyarakat ini. Spanyol telah kehilangan nilai-nilainya. Mereka berbicara tentang kebebasan anak-anak, tapi apa gunanya? Akhirnya anak-anak mabuk pada malam hari. Hidupnya tidak ingin lebih dari klub dan permainan, tapi tidak ada buku. (sa/ideals)
Lainnya (Arsip)
- Muhammad Ali: Prestasi Saya Yang Paling Hebat Adalah Memeluk Islam
Kamis, 11/03/2010 13:39 WIB - Eksklusif, Oleh-oleh dari Gaza Freedom March (2)
Kamis, 11/02/2010 09:45 WIB - Fahmi Alaydrus: Soal Pendidikan, Indonesia Masih Latah!
Selasa, 09/02/2010 10:07 WIB - Eksklusif! Oleh-oleh dari Gaza Freedom March (1), Susahnya Masuk ke Gaza!
Jumat, 05/02/2010 14:07 WIB - Oni Sahroni, Doktor Pertama Indonesia Bidang Fiqh Muqarin dari Al-Azhar
Senin, 25/01/2010 08:31 WIB
Bincang-Bincang
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




