Thariq Ramadan, Cucu Imam Hasan Al-Bana: Palestina Tak Akan Menyerah!
Bagaimana memahami kejadian Gaza sekarang ini?
Selama bertahun-tahun, orang-orang Yahudi selalu “sadar” dan “terjaga” di seluruh dunia. Mereka menguasai hampir pemerintahan di dunia dan mereka selalu menanamkan satu pemikiran bahwa hanya ada satu tujuan dalam hidup mereka. Jika kita percaya begitu saja versi Israel yang disampaikan media Barat bahwa Israel membela diri karena serangan roket Hamas, semuanya hanya bohong belaka! Selama puluhan tahun, jauh sebelum Hamas berkuasa, orang-orang Palestina sudah diinjak-injak semua harga dirinya, dan hak-haknya dirampas oleh Israel.
Seberapa buruk Yahudi memperlakukan rakyat Palestina?
Yahudi selama ini mengingkari semua yang mereka buat sendiri. Mulai dari perjanjian damai Oslo, penyamaran media, dan akhirnya merampas semua milik rakyat Palestina. Pemerintahan Israel, baik dari golongan kiri ataupun kanan, semuanya tukang bohong. Yang mereka pikirkan hanya satu; memperluas daerah jajahannya di Palestina.
Apakah mungkin ada dua negara di sana?
Banyak ahli, termasuk Richard Falk, reporter PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina mengatakan bahwa Israel sudah merusak semua Konvensi Jenewa, dan ide membentuk dua negara sangat tidak mungkin. Israel melakukan perluasan secara ilegal, dan menyangkal semua aksi kekerasan mereka terhadap rakyat Palestina. Selama ini Israel sudah memagari Tepi Barat. Mereka membuat rakyat Gaza kelaparan, kekurangan penyediaan kesehatan, dan ribuan orang yang menganggur. Rakyat Palestina sudah menjadi korban perlakuan yang tidak manusiawi. Apakah kita akan terus menutup mata?
Mengapa Israel bisa leluasa melakukan agresi ini?
Israel tengah mempertontonkan diri di mata dunia, berlindung di balik AS dan pemerintah negara-negara Eropa yang berdiam diri. Ini membuat pemerintahan Israel berbuat sesuka hati kapanpun waktunya. Masyarakat dunia selalu diminta untuk bersikap netral, agar kita tak merasa ikut berdosa atas apa yang sedang terjadi di Palestina. Israel melakukan hal ini salah satunya adalah untuk mendapatkan dukungan politik dalam pemilu mereka yang akan datang. Israel melakukan agresi ini sebagai proyek untuk memperbaiki kegagalan di Lebanon tahun 2006 dulu. Mengerikan!
Apakah kita bisa mengharapkan campur tangah dunia internasional baik dari Timur ataupun Barat?
Kita sekarang yang harus terus memobilisasi opini dunia untuk selalu mendukung Palesina. Negara-negara Arab dan Barat akan ditimpa rasa bersalah dan kemunafikannya sendiri, dan hanya menjadi penonton saja. Kita harus lantang menyuarakan bahwa Israel adalah bangsa penjahat. Tulislah banyak artikel, adakan konferensi dan demonstrasi yang mendukung Palestina.
Gaza sudah semakin hancur sekarang...
Rakyat Palestina memang terkurung, tapi mereka tak akan pernah patah. Mereka tak akan pernah menyerah. Kita sudah tahu itu. Kita sekarang yang harus melanjutkan pembelaaan mereka. Kita harus mendukung perlawanan rakyat Palestina, kita di seluruh dunia.
Apakah dengan cara kekerasan?
Rakyat Israel sekarang sedang menghadapi krisis yang berkepanjangan atas apa yang dilakukan pemerintahannya. Mereka merasa sekarang tak ada lagi masa depan untuk mereka, dan mereka sadar tak ada lagi legitimasi hak mereka setelah kejadian ini. Perang yang dilancarkan oleh Israel adalah strategi kekalahan mereka sendiri. (sa/ttp)
Lainnya (Arsip)
- dr. Joserizal : Kami Akan Ke Gaza
Rabu, 07/01/2009 14:05 WIB - Zaid: Obama Hanya Obral Janji Soal Palestina
Jumat, 05/12/2008 17:17 WIB - Dr. Nawaf Takruri: Kami Tahu itu memang Agenda Amerika
Senin, 03/11/2008 18:58 WIB - Ari Yusuf Amir : Sekuat Apapun Faktor 'X', Habib Rizieq Bisa Bebas
Jumat, 10/10/2008 10:38 WIB - Didin Hafidhuddin: Penyaluran Zakat itu Harus Bermartabat
Kamis, 25/09/2008 14:21 WIB
Bincang-Bincang
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




