Ustadz Farid Okbah : Revolusi Iran adalah Revolusi Syiah bukan Islam

Senin, 04/05/2009 11:25 WIB | Arsip | Cetak

Pada hari Sabtu yang lalu (2/5/2009) eramuslim berkesempatan menghadiri sebuah seminar tentang kajian mengenai Syiah di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru jakarta Selatan.

Banyak hal yang bisa di dapat dari kajian tersebut, dan selesai acara di tangga masjid Al-Azhar, eramuslim berkesempatan mewawancarai secara singkat pembicara utama dalam kajian tersebut yaitu Ustadz Farid Okbah, MA. Ustadz ini sangat terkenal dengan ketegasannya berkaitan dengan persoalan Aqidah.

Berikut wawancara singkat tersebut :

Bagaimana perkembangan Syiah di Indonesia saat ini?

Sangat mengkhawatirkan.

Apakah mereka sudah berani terang-terangan atau masih sembunyi-sembunyi?

Oh sudah berani, sudah terang-terangan mereka sekarang, kata Jalaluddin Rahmat (Kang Jalal) ketika Gusdur belum menjadi presiden, kita membawa Syiah itu seperti perempuan yang sedang hamil, ketika Gusdur sudah menjadi presiden maka dikeluarkanlah ijin resmi organisasi IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) oleh departemen dalam negeri di masa pemerintahan Gusdur.

Dalam pernyataan-pernyataannya IJABI tidak pernah secara terang-terangan menyebut diri atau mengklaim bahwa mereka adalah Syiah?

Iyalah, kalau mereka menyebut diri mereka terang-terangan adalah Syiah maka semua orang akan berlari, begitulah cara mereka, tapi itu pengakuan langsung jadi mereka melakukan Taqiyyah, tidak usah lembaga yang mereka gunakan untuk menarik orang menjadi Syiah. Coba antum lihat saja ICC itu (Islamic Cultural Center - di warung buncit Jaksel. red) tidak terang-terangan mereka mengatakan ke umum bahwa mereka Syiah tetapi dikalangan mereka jelas mereka akan terang-terangan. Makanya saya bilang mereka itu bermuka dua, di depan kita lain, di depan kalangan mereka lain lagi, seperti orang munafik

Bagaimana pergerakan mereka ke kalangan mahasiswa?

Di Depok, mereka bikin Madinatul Ilm yang mungkin khusus untuk menampung anak-anak muda dan mahasiswa UI dan juga dikampus-kampus lain. Kenapa mahasiswa? karena mereka anak-anak muda sangat potensial semangat tinggi tapi ilmu agama kosong.

Mereka sering melakukan pendekatan hati seperti cerita kisah-kisah sedih Karbala, sekarang mereka punya tokoh Ahmadinejad seperti Cheguevara-nya untuk timur tengah, bagaimana tanggapan Ustadz?

itulah secara politik mereka pandai mengemasnya namun kita tidak, makanya kita berbicara persoalan agama bukan politik. Kalau dikatakan Ahmadinejad pemberani, coba lihat apa yang dia perbuat dalam menghadapi Israel? Sekarang Iran bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk memerangi Taliban, kenapa Taliban? karena Taliban adalah Ahlus Sunnah.

Bagaimana pandangan ustadz dengan Quraisy Syihab, apakah dia Syiah tulen?

Minimal membela Syiah secara terang-terangan kalau Othman Syihab itu Syiah tulen terang-terangan.

Anak muda Islam butuh tokoh, pada saat ini muncul Ahmadinejad atau Hassan Nasrullah yang berani bersikap, itu bagaimana Ustadz?

Makanya Islam tidak pernah menganjurkan figuritas kecuali kepada Rasulullah, karena bisa jadi yang kita figurkan itu banyak kesalahan.

Bagaimana cara mengantisipasi ajaran Syiah?

Ini harus ada gerakan menyeluruh, antara ulama, penguasa, tokoh-tokoh masyarakat dan mereka yang punya peduli atas terhadap gerakan Syiah yang membahayakan ini, karena kalau tidak mereka akan seperti di Yaman, mereka berkembang dan akhirnya mempunyai kekuatan bersenjata dan itu mereka akan melawan dengan kekuatan, karena itu mereka sudah ada indikasi di Indonesia melatih pemuda-pemuda dengan pelatihan militer, antum bisa baca di tabloid intelijen ada wawancara langsung dengan salah seorang tokoh pemuda Syiah yang membikin pelatihan militer di gunung, apa maknanya itu?

Jadi slogan Laa Syarqiyyah Wa Laa Gharbiyyah itu bohong?

Benar, lebih tepat mereka itu bukan revolusi Islam tetapi revolusi Syiah Iran.

(fq/eramuslim)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Bincang-Bincang

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang