Ustadz Muzayyin Abdul Wahab dan Ustadz Dahlan Basri Wafat

Tuesday, 04/10/2011 13:20 WIB | Arsip | Cetak

Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Pusat telah kehilangan dua orang pemimpinnya, di mana Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, pada 16 September, 2011, pukul 0.800 pagi meninggal di Purwakarta. Beliau meninggal dalam usia 59 tahun. Ustadz Muzayyin merupakan Ketua DDII bidang hubungan luar negeri. Tetapi, beliau ini sekalipun kondisi pisiknya sudah sangat lemah, akibat gagal ginjal, dan harus cuci darah, tetapi beliau tidak pernah berhenti dakwah. Sungguh sangt luar biasa.

Ustadz Muzayyin mendampingi almarhum Mohamad Natsir sudah cukup lama, terutama mengurusi hubungan luar negeri, dan menjadi "duta" DDII dengan lembaga-lembaga dakwah di Timur Tengah. Beliau pribadi yang sangat lembut dan halus. Tidak suka konflik, dan tidka pernah memberikan komentar yang negatif terhadap siapa saja. Benar-benar pribadi yang bersih.

Ustadz Muzayyin menghadapi cobaan yang sangat luar biasa. Tetapi semuanya dijalani dengan penuh kesabaran. Ketika bertemu dengan redaksi Eramuslim. Beliau bertutur tentang kehidupan keluarganya.

Isterinya sejak mengandung putranya yang kedua, mengalami kebocoran jantung, dan harus dirawat. Kondisi kandungannya waktu itu sudah hampir 6 bulan. Dokter menyarankan agar kandungannya itu digugurkan. Demi kesehatan ibunya. Tetapi, Ustadz Muzayyin dengan keras menolak keinginan dokter, agar isterinya menggugurkan kandungannya. Karena beliau menolak, isterinya selama hamil, sampa melahirkan harus dirawat di rumah sakit, sampai kemudian isterinya melahirkan dengan normal.

Padahal, waktu dokter memperikarakan janin bayinya dalam kandungan tidak bisa normal, karena asupan makanannya kurang, akibat kondisi kesehatannya isterinya yang mengalami kebocoran jantung. Alhamdulillah bayinya lahir, dan diberi nama : Usamah. Sekarang Usamah sudah menjadi dewasa.

Tapi, malang tak dapat ditolak, dan cobaan tak juga dapat dihindari, isterinya sesudah melahirkan Usamah itu, beberapa bulan kemudian terkena stroke, dan mengalami kelumpuhan. Isterinya yang lumpuh itu, berada ditempat tempat tidur, selama 8 tahun. Sungguh sangat luar biasa. Sehari-hari isterinya dibantu anak pertama perempuan, yang bernama Asmah. Asmah sekarang sudah menikah.

Ustadz Muzayyin dalam waktu yang panjang mengalami gagal ginjal, dan harus cuci darah. Selama empat tahun harus melakukan cuci darah. Sampai Allah Rabbul Alamin tetapkan pada 16 September yang lalu beliau wafat. Ustadz Muzayyin meninggalkan dua orang putra Asmah dan Usamah.

Kemarin, 3 Oktober, sore, Redaksi Eramuslim mendapatkan kabar, Ustadz Dahlan Basri, Ketua Dewan Syariah DDII, juga meninggal dunia, setelah dirawat di rumah Sakit Pertamina. Beliau sangat gigih, dan memiliki pendirian yang teguh, dan selalu aktif dalam dakwah, dan mengisi ceramah bagi para da'i DDII.

Ketika Ustadz Muzayyin meninggal dunia, Ustad Dahlan Basri masih sempat ta'ziyah, dan dengan jalan yang tertatih-tatih menggunakan tongkat, beliau mendoakan karibnya yang meninggal. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Al-Azhar, dan menjadi seorang yang selalu memberikan arahan-arahan bagi umat.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Seluruh Redaksi Eramuslim turut mendo'akan. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan kemuliaan atas segala kebaikan yang telah dikerjakannya selama di dunia. Amin.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Catatan Redaksi

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


Penerapan Syariah dalam Bisnis Tidak Merugikan
Penerapan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis ternyata tidak merugikan. Hal ini dibahas dalam Sesi Panel keempat 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Finance, ...

Universitas Gunadarma Gelar Sharia Economic Forum
KULIAH INFORMAL EKONOMI SYARIAH 2012 Melihat tingginya permintaan SDM untuk bergabung dalam pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah, Sharia Economic Forum (SEF) UG bers...

N5M hadir di iB Expo Pekanbaru
Film Negeri 5 Menara hadir dalam iB Expo yang digelar oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Film yang disponsori oleh iB Perbankan Syariah ini mendapat sambutan lu...

Siap-Siap iB Akan Hadir di IFRA 2012 Ini
Bank Indonesia bekerjasama dengan Panitia Expo IFRA 2012 kembali membuka iB Paviliun. Dimana akan hadir industri perbankan syariah untuk memberikan informasi mengenai produk-p...


Peluang