Ustadz Muzayyin Abdul Wahab dan Ustadz Dahlan Basri Wafat
Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Pusat telah kehilangan dua orang pemimpinnya, di mana Ustadz Muzayyin Abdul Wahab, pada 16 September, 2011, pukul 0.800 pagi meninggal di Purwakarta. Beliau meninggal dalam usia 59 tahun. Ustadz Muzayyin merupakan Ketua DDII bidang hubungan luar negeri. Tetapi, beliau ini sekalipun kondisi pisiknya sudah sangat lemah, akibat gagal ginjal, dan harus cuci darah, tetapi beliau tidak pernah berhenti dakwah. Sungguh sangt luar biasa.
Ustadz Muzayyin mendampingi almarhum Mohamad Natsir sudah cukup lama, terutama mengurusi hubungan luar negeri, dan menjadi "duta" DDII dengan lembaga-lembaga dakwah di Timur Tengah. Beliau pribadi yang sangat lembut dan halus. Tidak suka konflik, dan tidka pernah memberikan komentar yang negatif terhadap siapa saja. Benar-benar pribadi yang bersih.
Ustadz Muzayyin menghadapi cobaan yang sangat luar biasa. Tetapi semuanya dijalani dengan penuh kesabaran. Ketika bertemu dengan redaksi Eramuslim. Beliau bertutur tentang kehidupan keluarganya.
Isterinya sejak mengandung putranya yang kedua, mengalami kebocoran jantung, dan harus dirawat. Kondisi kandungannya waktu itu sudah hampir 6 bulan. Dokter menyarankan agar kandungannya itu digugurkan. Demi kesehatan ibunya. Tetapi, Ustadz Muzayyin dengan keras menolak keinginan dokter, agar isterinya menggugurkan kandungannya. Karena beliau menolak, isterinya selama hamil, sampa melahirkan harus dirawat di rumah sakit, sampai kemudian isterinya melahirkan dengan normal.
Padahal, waktu dokter memperikarakan janin bayinya dalam kandungan tidak bisa normal, karena asupan makanannya kurang, akibat kondisi kesehatannya isterinya yang mengalami kebocoran jantung. Alhamdulillah bayinya lahir, dan diberi nama : Usamah. Sekarang Usamah sudah menjadi dewasa.
Tapi, malang tak dapat ditolak, dan cobaan tak juga dapat dihindari, isterinya sesudah melahirkan Usamah itu, beberapa bulan kemudian terkena stroke, dan mengalami kelumpuhan. Isterinya yang lumpuh itu, berada ditempat tempat tidur, selama 8 tahun. Sungguh sangat luar biasa. Sehari-hari isterinya dibantu anak pertama perempuan, yang bernama Asmah. Asmah sekarang sudah menikah.
Ustadz Muzayyin dalam waktu yang panjang mengalami gagal ginjal, dan harus cuci darah. Selama empat tahun harus melakukan cuci darah. Sampai Allah Rabbul Alamin tetapkan pada 16 September yang lalu beliau wafat. Ustadz Muzayyin meninggalkan dua orang putra Asmah dan Usamah.
Kemarin, 3 Oktober, sore, Redaksi Eramuslim mendapatkan kabar, Ustadz Dahlan Basri, Ketua Dewan Syariah DDII, juga meninggal dunia, setelah dirawat di rumah Sakit Pertamina. Beliau sangat gigih, dan memiliki pendirian yang teguh, dan selalu aktif dalam dakwah, dan mengisi ceramah bagi para da'i DDII.
Ketika Ustadz Muzayyin meninggal dunia, Ustad Dahlan Basri masih sempat ta'ziyah, dan dengan jalan yang tertatih-tatih menggunakan tongkat, beliau mendoakan karibnya yang meninggal. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Al-Azhar, dan menjadi seorang yang selalu memberikan arahan-arahan bagi umat.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Seluruh Redaksi Eramuslim turut mendo'akan. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan kemuliaan atas segala kebaikan yang telah dikerjakannya selama di dunia. Amin.
Lainnya (Arsip)
- Tambahan Rubrik Sederhana
Thursday, 22/09/2011 11:20 WIB - Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Thursday, 01/09/2011 10:19 WIB - Bersih Diri di Bulan Suci
Tuesday, 16/08/2011 10:42 WIB - Marhaban, Ya Ramadhan
Monday, 18/07/2011 15:37 WIB - Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un
Tuesday, 05/07/2011 15:11 WIB
Catatan Redaksi




