ADAMS Center, 25 Tahun Berdakwah dan Memberdayakan Komunitas Muslim

Di pinggiran kota Virginia yang tenang, berdiri sebuah gedung yang menjadi ikon tempat berkumpulnya komunitas Muslim dari berbagai bangsa, mulai dari Muslim Asia, Afrika, orang-orang Latin, Arab dan tentu saja Muslim Amerika. Di gedung itu pula berlangsung kegiatan dakwah dan pendidikan bagi komunitas Muslim Virginia.
Gedung tersebut adalah tempat bernaung organisasi All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center. Tahun ini, 25 tahun sudah ADAMS berkiprah dalam aktivitas dakwah di AS, khususnya di wilayah Virginia. ADAMS didirikan oleh sejumlah keluarga Muslim yang sudah menetap di Virginia sekitar tiga dekade yang lalu.
"Mereka sadar bahwa mereka membutuhkan tempat bukan hanya untuk salat tapi juga untuk sekolah dan untuk keperluan komunitas Muslim lainnya," kata khalid Iqbal, deputi direktur ADAMS. . "Dan sekarang, kami menjadi salah satu Islamic Center terbesar di AS. Kami percaya adanya perbedaan, perbedaan gender dan etnis. Tapi kami juga meyakini bahwa agar bisa hidup harmonis, kita juga harus menghormati perbedaan agama," papar Iqbal.
Menurut para pengurus ADAMS, pertumbuhan komunitas Muslim yang begitu cepat selama beberapa tahun belakangan ini, menuntut mereka untuk mampu menyediakan apa yang dibutukan komunitas Muslim, mulai dari pelayanan urusan kelahiran sampai kematian. Sedikitnya, ADAMS melayani keperluan kurang lebih 7.000 keluarga Muslim di Virginia, wilayah di AS yang memiliki sekitar 350.000 Muslim yang berasal dari berbagai etnis dan latar belakang.
ADAMS menggelar berbagai program sebagai bagian dari pelayanannya bagi masyarakat. Misalnya, program untuk menangani masalah kekerasan dalam rumah tangga, pelayanan zakat dan program untuk membantu para mualaf yang disebut program New Muslim Support Network.
Tapi yang menjadi prioritas di ADAMS adalah layanan pendidikan. Lembaga ini sudah membuka sekolah Minggu untuk anak-anak usia 4-12 tahun. Sekarang, terdapat 520 siswa dan puluhan calon siswa masih harus masuk dalam daftar tunggu untuk bisa ikut serta dalam program sekolah Minggu.

Kepala sekolah Dr. Umaia Yussef mengatakan, sekolah itu bertujuan untuk membangun karakter islami pada anak-anak dan menanamkan kebanggaan pada identitas mereka sebagai Muslim. "Kami ingin mereka menjadi seorang Muslim yang baik dan berperilaku sesuai ajaran Islam," kata Dr. Yussef.
Di sekolah ini, para siswa belajar tentang Islam, Qur'an, hadist dan bahasa Arab. "Kami lebih menekankan pada kualitas dan bukan kuantitas. Konsentrasi kami bukan hanya pada aspek pendidikan saja, tapi juga aspek sosial. Mereka belajar dari aktivitas mereka sehari-hari," jelas Dr. Yussef.
Untuk orang dewasa, ADAMS juga menawarkan program pendidikan yang dilaksanakan setiap hari serta program belajar Al-Quran dan tafsir, sejarah dan pengetahuan lainnya.
Lebih dari itu semua, ADAMS Center juga berkomitmen untuk menyediakan program antar-agama. Menurut Iqbal, program itu penting untuk meningkatkan kerjasama dan menciptakan situasi yang harmonis dalam kehidupan antar umat beragama. Tak heran kalau setiap minggu, ADAMS Center ramai dikunjungi oleh Muslim dan non-Muslim yang ingin belajar tentang Muslim Amerika.
Bulan Ramadan menjadi moment yang dimanfaatkan ADAMS Center untuk meningkatkan persaudaraan dengan kalangan non-Muslim. Menjelang Ramadan, para pengurus ADAMS Center mengirikan surat ke semua orang yang isinya memberitahukan bahwa Ramadan akan datang dan mereka diharapkan datang atau berkunjung ke ADAMS Center.
Kegiatan lainnya yang cakupannya lebih luas adalah program Feed the Hungry. Program ini sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab mereka pada masyarakat yang kurang beruntung.
Secara keseluruhan, semua kegiatan pendidikan dan sosial yang dilakukan ADAMS Center bertujuan untuk meluruskan pandangan negatif tentang Islam dan Muslim di kalangan masyarakat Amerika. "Kami harus memainkan peran dalam mengubah stereotipe itu. Kita bukan ingin mengubah agama orang tapi kita memberikan mereka informasi," tukas Iqbal. (ln/iol).
Lainnya (Arsip)
- Latasha: Busana Muslimah Membuatnya Masuk Islam
Jumat, 09/10/2009 17:40 WIB - Tina Styliandou: Saya Dididik Untuk Membenci Islam
Selasa, 06/10/2009 15:01 WIB - Kiprah Kaum Muslimin di Panggung Politik Jerman
Selasa, 29/09/2009 14:21 WIB - Nourdeen Wildeman: Akhir Ramadan "Pindah Rumah" ke Masjid
Selasa, 15/09/2009 13:52 WIB - Yakub Chisir: 11 Tahun Hafidz Quran dari Negara Yang Terjajah Russia
Senin, 14/09/2009 13:13 WIB
Dakwah Mancanegara
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




