Mahasiswa Muslim Bantu Warga AS Yang Kelaparan

Selasa, 17/11/2009 14:38 WIB | Arsip | Cetak

Mahasiswa Muslim di Texas A&M University berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga-keluarga miskin di negara bagian itu. Keluarga-keluarga miskin itu terancam kelaparan karena tidak mampu membeli makanan.

Penggalangan dana untuk membeli makanan bagi keluarga miskin yang dikordinir oleh organisasi Muslim Students Association di AS ini dilakukan dengan cara yang unik, yaitu mengajak para mahasiswa untuk berpuasa selama satu hari, sebagai bentuk solidaritas mereka pada warga masyarakat yang kelaparan.

Aksi solidaritas yang bertajuk "Fast-A-Thon" ternyata mendapat sambutan dari banyak mahasiswa. Ribuan mahasiswa baik yang Muslim maupun non Muslim mendukung aksi itu dan akan ikut berpuasa selama satu hari. Sebagai kompensasinya, perusahaan-perusahaan yang mensponsori aksi solidaritas tersebut, akan memberikan donasinya ke Brazos County Food Bank, yang besarnya dihitung per satu peserta aksi yang ikut berpuasa.

"Tema yang paling mendasar dari seluruh kegiatan ini adalah kita kelaparan selama satu hari agar orang lain tidak kelaparan," kata wakil ketua "Fast-A-Thon", Ali Madha.

Lauren Garmley, mahasiswa tahun pertama ilmu forensik menyatakan tertarik ikut kegiatan ini, meski ia ada ujian di pagi hari saat aksi solidaritas berpuasa dilaksanakan secara serentak. "Saya sebenarnya ada ujian pagi ini, sehingga saya sempat tergoda untuk makan pagi. Tapi, meski berpuasa, ternyata saya tetap bisa mengerjakan ujian dengan baik," kata Garmley.

Mahasiswa lainnya bernama Reynolds, yang kuliah di jurusan biologi mengatakan, meski berpuasa baginya tidak mudah. Tapi tujuan mulia dari aksi solidaritas itu yang mendorongnya ikut berpuasa.

Aksi solidaritas "Fast-A-Thon" digagas pertamakalinya oleh seorang mahasiswi di Universitas Tennessee untuk masyarakat di kota itu pasca peristiwa serangan 11 September 2001. Sejak itu, aksi solidaritas ini menjadi kegiatan tahun yang diselenggarakan di lebih dari 20 universitas di AS.

Ali Madha, wakil kegiatan "Fast-A-Thon" di Universitas A&M, Texas tahun ini, sudah tiga tahun berturut-turut terlibat dalam kegiatan itu. Apa yang dilakukan Ali bersama teman-temannya di kampus juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat dan organisasi-organisasi sosial yang bergerak di bidang penyediaan makanan untuk orang-orang miskin di AS.

Theresa Mangapora, direktur Brazos County Food Bank mengungkapkan rasa terima kasihnya atas insiatif yang dilakukan para mahasiswa Muslim itu. "Kita sudah melakukan sebuah sikap rela berkorban untuk orang lain pada hari ini, yang sarat dengan makna dan akan banyak membantu masyarakat di wilayah ini," kata Mangapora.

Selama ini, Food Bank memberikan bantuan bagi sekitar 40.000 warga miskin di Brazos County, Texas Tengah. Tahun ini, Food Bank rencananya akan memberikan bantuan makanan bagi warga yang kelaparan di seluruh AS. "Kelaparan adalah salah satu indikasi pertama dari kemiskinan. Saya sudah menangani masalah ini selama lima tahun dan tahun ini menjadi tahun yang paling banyak membutuhkan makanan," ujar Mangapora.

Mahasiswa Muslim di Texas menegaskan akan terus melanjutkan aksi solidaritas untuk membantu mereka yang kelaparan. "Kita harus melakukan apa saja yang kita bisa, meski cuma aksi yang kecil untuk membantu mereka yang menderita," imbuh Denna Zebda, mahasiswi jurusan biomedikal.

Kita mungkin belum bisa mengentaskan kelaparan di seluruh dunia. Tapi, jika kita tidak mampu memberi makan pada seratus orang, paling tidak kita memberi makanan pada satu orang," tukas Ali Madha.

Kelaparan memang sedang mengintai penduduk AS. Laporan Departemen Pertanian AS menyebutkan bahwa saat ini sekitar 50 juta penduduk AS harus berjuang keras agar bisa makan menyusul resesi ekonomi yang melanda negeri itu sejak tahun 2007.(ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dakwah Mancanegara

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang