Pengajian Macquarie: Sebuah Tempat untuk Kembali

Sydney merupakan salah satu kota tempat belajar favorit bagi mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu. Kehadiran mahasiswa Indonesia menambah semarak Sydney yang multi-budaya. Tidak sedikit di antara mereka yang beragama Islam dan tidak sedikit di antara mereka yang tetap gigih menjaga ketetapan hati untuk terus beribadah mengharap ridha Allah. Salah satu cara yang mereka tempuh adalah dengan membentuk kelompok pengajian, seperti yang dilakukan oleh mehasiswa Indonesia di Macquarie University, North Ryde, Sydney.
Berawal dari keinginan untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas ini, sejumlah mahasiswa yang menempuh setingkat S-1 membentuk satu kelompok pengajian bernama Pengajian Macquarie. Didirikan pada tahun 1999, Pengajian Macquarie memiliki fungsi ganda yakni sebagai tempat untuk bersilaturahmi dan tempat untuk menimba ilmu agama.
Pengajian ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa yang sedang belajar di Macquarie University, tetapi juga mencakup para alumni yang menetap di Sydney. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah pengajian bulanan yang diselenggarakan secara bergantian. Khusus di bulan Ramadan, setiap minggunya diadakan acara buka bersama yang disertai diskusi tentang Islam.
Uniknya, Pengajian Macquarie berkembang seiring dengan pergantian mahasiswa Indonesia yang datang dan pergi. Setiap tahun ajaran baru, selalu saja mahasiswa Indonesia yang terpanggil untuk menjadi peserta tetap pengajian ini. Kehadiran peserta yang silih berganti setiap tahunnya membawa warna tersendiri bagi Pengajian Macquarie.
Di satu sisi, boleh jadi pengajian ini akan terasa “sepi” ketika banyak mahasiswa pulang ke Indonesia karena telah menyelesaikan pendidikannya. Di sisi yang lain, mahasiswa baru akan berdatangan yang akan memberikan wajah baru bagi Pengajian Macquarie. Bagi setiap anggotanya, Pengajian Macquarie adalah sebuah “tempat untuk kembali” dalam berbagai makna.
Pengajian ini juga merupakan “tempat kembali” untuk menjumpai lagi lezatnya suguhan makanan khas Indonesia yang terasa akrab di lidah. Di Sydney, menikmati makanan khas Indonesia seperti baso dan soto ayam serasa seperti barang mewah. Tidak seperti di Indonesia di mana makanan tersebut dapat dijumpai di banyak tempat, makanan khas Indonesia hanya dijumpai di tempat-tempat tertentu. Keputrian Pengajian Macquarie memahami hal tersebut dan menjadikan hidangan khas Indonesia sebagai pengobat rindu di setiap pengajian bulanan.
Pengajian ini juga merupakan “tempat kembali” untuk merasakan romantisme negeri tercinta yang terpisah jarak ribuan kilometer dengan berkumpul dengan teman se-bangsa dan se-bahasa. Sembari menikmati makanan khas Indonesia, berkumpul dan berbincang untuk mengkaji ilmu agama adalah kenikmatan tersendiri. Tentunya, makna yang terpenting adalah Pengajian Macquarie merupakan “tempat kembali” untuk menemukan lagi fitrah keIslaman dengan tidak berhenti untuk belajar Islam.
Oleh karena itu, kehadiran Pengajian Macquarie dirasakan penting untuk menumbuhkan semangat keIslaman di setiap diri anggotanya. Berada di negara di mana penganut Islam adalah minoritas menciptakan urgensi untuk menjaga identitas diri sebagai Muslim ataupun Muslimah. Bagi setiap anggotanya, tidak ada kata terlambat untuk mengkaji Islam dan menegakan dakwah di bumi Allah lewat Pengajian Macquarie.(kiriman Ika Wulandari, Sydney Australia)
Lainnya (Arsip)
- Catatan Pengajian di Bumi Sakura (3): Kelas Masak Sebagai Sarana Dakwah
Jumat, 03/07/2009 07:02 WIB - Program 100.000 Qur'an untuk Pejabat AS
Rabu, 01/07/2009 09:53 WIB - Sarah Allen: Pengalaman Puasa Yang Berat, Menuntunnya Masuk Islam
Senin, 29/06/2009 10:59 WIB - Alicia Rana Alya, Temukan Hidayah di Negeri Sakura
Rabu, 24/06/2009 13:21 WIB - Nourdeen Wilderman, Mualaf yang Memelopori Database Masjid di Belanda
Minggu, 21/06/2009 00:38 WIB
Dakwah Mancanegara
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




