Sarah Allen: Pengalaman Puasa Yang Berat, Menuntunnya Masuk Islam

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh kenangan bagi Sarah Allen. Karena pada bulan suci itulah Sarah mengalami perubahan besar dalam hidupnya, yang membulatkan tekadnya untuk segera bersyahadat.
Ia ingat, ketika Ramadhan tiba, baru setahun ia mempelajari agama Islam. Meski baru setahun mempelajari Islam, Sarah menemukan bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna dan saat itu Sarah sudah punya keinginan untuk menjadi seorang Muslim.
"Setelah mempelajari agama Islam, saya makin tertarik untuk memperdalam agama ini, yang menurut saya sangat sempurna. Setelah mempelajari agama Islam, saya merasakan hidup saya pelan-pelan berubah. Cara berpakaian saya jadi lebih sopan, saya jadi lebih rendah hati dan saya merasakan kedamaian dengan perubahan itu," ungkap Sarah.
Ia melanjutkan, "Saya sadar apa yang telah membuat saya berubah dan saya memutuskan untuk masuk Islam. Saya tahu, keputusan ini akan membawa perubahan besar bukan hanya bagi hidup saya, tapi juga orang-orang tercinta di sekeliling saya. Saya pun memutuskan untuk melakukannya dengan pelan dan bertahap sebelum saya betul-betul menyatakan diri sebagai seorang Muslim."
Bulan Ramadhan datang, Sarah berpikir inilah saat yang tepat baginya untuk mempraktekkan apa yang ia ketahui tentang Islam. Ia memutuskan untuk ikut berpuasa meski saat itu ia belum menjadi seorang Muslim. Selama mempelajari Islam, Sarah tahu umat Islam diwajibkan berpuasa pada saat bulan Ramadhan. Ia berpikir, pastilah sangat berat melakukan puasa, tidak makan dan tidak minum sehari penuh. Dan itu akhirnya ia rasakan sendiri saat Sarah mencoba berpuasa.
"Saya berpikir, pasti sulit rasanya tidak makan dan tidak minum seharian penuh. Dan saya benar ! Apalagi berpuasa pada saat musim panas, masa yang paling berat yang pernah saya rasakah. Tapi pahalanya juga besar," ujar Sarah tentang pengalaman puasanya.
Menurutnya, ketika ia berpuasa hal yang paling berat adalah melihat orang di sekitarnya makan tanpa menyadari ia sedang berpuasa. Tapi tantangan itu membuat tekad Sarah makin kuat. "Saya kira apa yang saya rasakan juga dialami oleh saudara-saudara seiman saya di seluruh dunia, kami menahan diri dari makan dan minum untuk Allah Swt. Kita akan merasakan perasaan yang luar biasa ..." ujar Sarah.
"Saya merasa seperti seorang yang sangat kuat, karena saya harus mengendalikan perilaku dan tubuh kita. Dalam kondisi itu, Anda akan merasakan bahwa Anda-lah yang punya kekuatan dan menentukan apa saja yang akan Anda lakukan."
"Kebiasan-kebiasaan buruk harus ditunggalkan dan Anda akan merasa seperti manusia yang baru. Anda akan merasa lebih kuat dari sisi spiritual, lebih disiplin dan lebih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sosial Anda," papar Sarah mengungkapkan apa yang dirasakannya saat berpuasa.
Tiga tahun lamanya, Sarah mempelajari Islam dan selalu ikut berpuasa di bulan Ramadhan. Akhirnya, pada bulan Januari 2005, pada usia 19 tahun, perempuan asal Sydney Australia itu memutuskan untuk bersyahadat dan menjadi seorang Muslimah.
Pengalaman berpuasa telah memberikannya banyak pengalaman batin untuk menghayati makna ibadah puasa bagi seorang Muslim. Bedanya, kata Sarah, setelah ia menjadi seorang Muslim, ia jadi lebih memahami kewajiban berpuasa dan aturan dan tata cara menjalankan ibadah puasa.
"Satu hal yang paling saya sukai pada bulan Ramadhan, saya merasakan Ramadhan makin memperkuat umat Islam dan saya merasakan rasa persatuan yang begitu dalam," kata Sarah menutup ceritanya tentang pengalaman berpuasa yang mengantarkannya menjadi seorang Muslimah. (ln/readislam-iol)
Lainnya (Arsip)
- Alicia Rana Alya, Temukan Hidayah di Negeri Sakura
Rabu, 24/06/2009 13:21 WIB - Nourdeen Wilderman, Mualaf yang Memelopori Database Masjid di Belanda
Minggu, 21/06/2009 00:38 WIB - Semoga Hidayah Islam Segera Menyentuhmu, Wall
Rabu, 17/06/2009 13:44 WIB - Kendala Khutbah Bahasa Arab Muslim Skotlandia
Senin, 15/06/2009 12:17 WIB - Pembangunan Masjid, Cikal Bakal Dakwah di Prince Town, Kanada
Kamis, 11/06/2009 11:42 WIB
Dakwah Mancanegara
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




