Dunia Kecam Tindakan Brutal Rezim Gaddafi

Al Furqan – Kamis, 21 Rabiul Awwal 1432 H / 24 Februari 2011 13:12 WIB

Rezim Libya menghadapi kecaman dunia internasional terkait tindakan brutal mereka yang menyebabkan ratusan nyawa demonstran anti pemerintah tewas di negara itu.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton mengatakan Rabu kemarin bahwa 27-anggota Uni Eropa telah memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengan Libya diPersetujuan Kerangka Kerja UE-Libya dan berjanji untuk mengambil tindakan lebih lanjut dalam menanggapi kekerasan brutal rezim Gaddafi terhadap warga sipil Libya.

Dewan Keamanan PBB juga mengutuk tindakan keras mematikan Libya terhadap para demonstran pro-demokrasi dan menuntut segera diakhirinya kekerasan, dan menyatakan penyesalan mendalam atas kematian ratusan warga sipil.

Sebuah pernyataan dari 15-anggota Dewan Keamanan PBB, meminta mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran dibawa ke pengadilan kejahatan perang dan mengatakan rezim Libya harus mengukit tuntutan yang sah dari rakyatnya.

Uni Afrika (UA) juga mengecam tindakan keras brutal terhadap penduduk sipil di Libya, meminta Libya untuk mengakhiri penindasan terhadap demonstran pro-demokrasi.

Lembaga persatuan negara Afrika tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu kemarin bahwa mereka sangat mengutuk keras penggunaan kekerasan terhadap warga sipil dan sangat menyesalkan banyak rakyat yang kehilangan nyawa mereka.

Presiden AS Barack Obama sendiri mengecam penindasan oleh pasukan keamanan Libya terhadap para demonstran dan mengatakan Washington akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk meminta pemerintah Gaddafi diadili.

"Penderitaan dan pertumpahan darah yang memalukan tidak bisa diterima," Kata Obama dalam komentar pertamanya di depan publik terkait tentang kekerasan di Libya.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Kamis ini juga menyesalkan tindakan keras pemerintah Libya terhadap para pengunjuk rasa dan memperingatkan bahwa kerusuhan itu bisa mengancam ekonomi global.(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus