Wikileaks : Hakim Irak Bertemu Dubes AS, Sebelum Saddam Dieksekusi

Mashadi – Rabu, 1 Muharram 1432 H / 8 Desember 2010 17:49 WIB

 Wikileaks  mengungkapkan rincian tentang eksekusi Saddam Hussein. Ketika ditanya apakah ia takut menghadapi ekskusi, Saddam mengatakan, "Dia selalu siap menghadapi kematian sejak ia mengambil alih kekuasaan", bunyi kawat yang dibocorkan oleh Wikileaks itu.

Kawat yang dibocorkan oleh  WikiLeaks mengungkapkan rincian baru tentang apa yang terjadi sebelum dan selama pelaksanaan ekskekusi yang sangat kontroversial terhadap mantan Presiden Irak Saddam Hussein, hal ini tergambar secara detil dalam laporan kawat Deparlu AS, yang berlangsung Januari 2007.

Dokumen itu yang menceritakan pertemuan antara Duta Besar AS di Baghdad, Zalmay Khalilzad, dan Kepala Kejaksaan Munqith Faroon, sebelum pelaksanaan eksekusi terhadap penguasa Irak Saddam Husien. Wikilekas mengungkapkan tentang rincian dari menit ke menit persiapan eksekusi serta saat-saat terakhir Saddam Hussein, ketika ponsel kamera  menangkapnya di tiang gantungan, sementara itu Saddam diejek-ejek oleh para pejabat Irak, yang menjadi saksi.

Empat belas pejabat Irak dengan menggunakan helikopter dari Zona Internasional ke lokasi eksekusi. Menurut dokumen itu, para pejabat ini digeledah oleh marinir AS, dan mengambil ponsel mereka dengan "Alasan keamanan", dan ponsel para pejabat Irak dikembalikan sesudah usai eksekusi, dan mereka pergi dengan menggunakan dengan helikopter.

Para pejabat Irak itu menyerahkan leher Saddam Husien kepada Dubes AS, yang saat itu dijabat oleh Zalmay Khalilzad, yang warga AS yang masih keturunan Lebanon.(mn/cnn)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus