Laporan: Loyalis Mubarak Tewaskan 846 Demonstran Mesir

Al Furqan – Rabu, 17 Jumadil Awwal 1432 H / 20 April 2011 07:24 WIB

Sebuah panel pencari fakta pemerintah Mesir menemukan bahwa setidaknya 846 orang tewas dalam revolusi bersejarah yang menyebabkan pengusiran dari mantan diktator Hosni Mubarak.

Komisi itu mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa kemarin (19/4) menyatakan bahwa pasukan polisi melepaskan tembakan ke kepala dan dada demonstran dengan peluru tajam, AP melaporkan.

"Tembakan fatal adalah karena peluru ditembak di kepala dan dada,” laporan itu menyatakan, menambahkan bahwa lebih dari 6.400 orang terluka dalam aksi demo anti Mubarak.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa mantan menteri dalam negeri, Habib al-Adly, telah memerintahkan penembakan untuk membunuh demonstran anti rezim. Lapora itu menegaskan bahwa Mubarak kemungkinan besar bertanggung jawab atas pembunuhan para pengunjuk rasa anti dirinya.

Pada bagian lain, keluarga Mubarak saat ini sedang menghadapi tuduhan korupsi serta penggunaan kekerasan terhadap demonstran.

Demonstran Mesir mengatakan Mubarak berusaha untuk membunuh ratusan demonstran selama pemberontakan rakyat di negara itu yang menyebabkan kejatuhannya pada 11 Februari lalu.

Perkembangan ini datang pada saat wakil mantan presiden Mesir Omar Suleiman sedang diintergoasi atas penggunaan kekerasan terhadap demonstran selama revolusi bulan Januari.

Kantor penuntut umum mengatakan Suleiman telah diinterogasi tentang pembunuhan demonstran selama demonstrasi damai menentang presiden yang digulingkan Hosni Mubarak.

Suleiman, yang juga sedang diselidiki atas tuduhan korupsi, ditangkap awal bulan ini di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh.

Sementara itu, menteri luar negeri Nabil al-Arabi mengatakan bahwa Mesir akan menandatangani semua perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hak asasi manusia dan bergabung dengan Pengadilan Pidana Internasional.

Arabi mengatakan kepada menteri luar negeri Jerman yang mengunjungi negaranya menegaskan bahwa dirinya akan bekerja keras untuk menegakkan hukum di negara ini.(fq/prtv)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus