Utusan AS : Orang yang Memerintah Bukan yang Terpilih, Orang yang Terpilih Berada di Penjara

Redaksi – Rabu, 1 Syawwal 1434 H / 7 Agustus 2013 09:30 WIB

utusan ASNegosiasi solusi atas krisis politik Mesir tampaknya seperti  memukul batu . Hari Selasa, Pemerintah bentukan militer  dikabarkan menyatakan bahwa upaya mediasi asing telah gagal.

Surat kabar negara , Al-Ahram, mengutip sumber-sumber resmi, mengatakan pemerintah akan membuat pengumuman untuk langkah yang akan diambil.

Surat kabar itu juga  menyatakan bahwa demonstrasi protes Ikhwanul Muslimin terhadap penggulingan tentara Presiden Mohammad Mursi adalah demonstrasi non-damai – sebuah sinyal bahwa pemerintah bermaksud untuk mengakhiri aksi mereka dengan paksa.

Laporan itu muncul beberapa jam setelah dua senator senior AS dalam misi mediasi mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan penggulingan  Mursi bisa jadi sebuah  kudeta militer – yang menyebabkan kegemparan di media nasional Mesir .

Para senator Republik – Lindsey Graham dan John McCain – juga meminta militer untuk membebaskan para tahanan politik dan memulai dialog nasional untuk kembali  ke pemerintahan demokratis.

Televisi pemerintah mengutip pernyataan Presiden  Adly Mansour yang menyebutkan komentar McCain sebagai campur tangan asing  yang tidak dapat diterima .”

Stasiun TV swasta pro Kristen dan Sekuler Mesir  juga bereaksi marah. Lamis al-Hadid dari CBC TV menyebut mereka (Cain dan Graham) telah melakukan penghinaan besar untuk Mesir dan rakyatnya.

Surat kabar itu mengatakan pemerintah sementara akan mengumumkan “kegagalan mediasi dari  Amerika Serikat, Eropa, Qatar dan delegasi emirat Arab untuk meyakinkan Ikhwanul Muslimin  mengambil langkah  solusi damai terhadap krisis saat ini”.

Pemerintah telah mengizinkan utusan tersebut untuk mengunjungi para pemimpin Ikhwan yang  dipenjarakan untuk memberikan mereka kesempatan mencari  solusi damai .

Tapi sekarang mereka menganggap pemecatan  Mursi  menjadi sebaliknya dan negara akan melanjutkan road map sendiri untuk adakan  pemilu dalam sembilan bulan mendatang, kata al-Ahram.

Diminta untuk mengomentari laporan surat kabar nasional  Mesir ,  pejabat senior Departemen Luar Negeri AS di Washington mengatakan, tanpa mengkonfirmasikan bahwa perundingan telah gagal : “Kami masih berkomitmen untuk upaya berkelanjutan  menenangkan ketegangan , mencegah kekerasan dan bergerak menuju proses politik inklusif. “

Utusan AS tersebut setelah bertemu komandan  militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi,Wakil Presiden Mohamed ElBaradei dan Perdana Menteri interim Hazem el-Beblawi, Graham mengatakan dalam konferensi pers: “Orang-orang yang memerintah di negeri itu adalah orang orang yang tidak terpilih. Sedangkan orang-orang yang terpilih berada di penjara. Status quo (pemerintahan Mesir saat ini) tidak dapat diterima. “

Mereka juga telah menghimbau kepada Ikhwan, dimana para pemimpinnya telah dipenjarakan, termasuk Mursi, untuk menghindari menggunakan kekerasan dan upayakan untuk dialog.

Kata kudeta, memang sengaja dihindari oleh para pejabat AS , karena bisa membatalkan bantuan pinjaman AS sejumlah milyaran dollar kepada militer Mesir .

McCain juga mengatakan bahwa “membatalkan  bantuan akan menjadi sinyal yang salah pada waktu yang salah.”

Seorang juru bicara pemerintah sementara, Sherief Shawki mengatakan  kepada Reuters, pemerintah  akan tetap dengan rencana transisi. Dia juga menolak permintaan untuk melepaskan anggota Ikhwan yang dipenjara, ia mengatakan mereka akan segera ditangani oleh pengadilan. (Arby/Dz)

Dunia Islam Terbaru

blog comments powered by Disqus