1.000 Tentara AS Mati Sia-Sia di Afghanistan

Selasa, 23/02/2010 17:02 WIB | Arsip | Cetak

Selama sembilan tahun invasi AS ke Afghanistan, militer AS kehilangan 1.000 tentaranya. Laporan situs independen Icasualties.org menyebutkan, bulan Januari dan Februari 2010 merupakan bulan yang paling mematikan bagi pasukan AS.

Icasualties adalah situs yang mencatat jumlah korban tewas di pihak militer asing dalam perang di Irak dan Afghanistan. Laporan terbaru Icasualties yang dirilis hari ini menyatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan jumlah korban di pihak militer AS dalam selama peiode bulan Januari dan Februari pada tahun 2009 dan tahun 2010 dalam perang di Afghanistan

Selama dua bulan pertama tahun 2010, militer AS di Afghanistansudah kehilangan 54 tentaranya. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan Operasi Mustarak yang digelar AS selama dua pekan ini untuk memberangus basis-basis Taliban di provinsi Helmand.

Kepala Staff Gabungan AS di Afghanistan, Laksamana Mike Mullen sudah memperingatkan kemungkinan jatuhnya lebih banyak korban di pihak pasukan asing selama operasi Mistarak, terutama di wilayah Marjah.

"Kita harus memperkuat diri kita sendiri, tidak peduli seberapa sukses yang kita raih setiap hari, karena hari-hari yang berat akan datang," kata Mullen.

Sementara itu, menyusul laporan terbaru Icasualties, kelompok-kelompok anti perang menyatakan, mereka akan melakukan aksi penyadaran terhadap masyarakat di Kota New York bahwa sudah 1.000 tentara yang mati sia-sia dalam perang AS di Afghanistan.

Meski banyak yang pesimis AS mampu mengalahkan Taliban di Afghanistan, Presiden AS Barack Obama tetap memerintahkan untuk mengirim 50.000 pasukan tambahan untuk memperkuat 100.000 pasukan asing yang sudah ada di Afghanistan. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang