1.000 Tentara AS Mati Sia-Sia di Afghanistan
Selama sembilan tahun invasi AS ke Afghanistan, militer AS kehilangan 1.000 tentaranya. Laporan situs independen Icasualties.org menyebutkan, bulan Januari dan Februari 2010 merupakan bulan yang paling mematikan bagi pasukan AS.
Icasualties adalah situs yang mencatat jumlah korban tewas di pihak militer asing dalam perang di Irak dan Afghanistan. Laporan terbaru Icasualties yang dirilis hari ini menyatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan jumlah korban di pihak militer AS dalam selama peiode bulan Januari dan Februari pada tahun 2009 dan tahun 2010 dalam perang di Afghanistan
Selama dua bulan pertama tahun 2010, militer AS di Afghanistansudah kehilangan 54 tentaranya. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan Operasi Mustarak yang digelar AS selama dua pekan ini untuk memberangus basis-basis Taliban di provinsi Helmand.
Kepala Staff Gabungan AS di Afghanistan, Laksamana Mike Mullen sudah memperingatkan kemungkinan jatuhnya lebih banyak korban di pihak pasukan asing selama operasi Mistarak, terutama di wilayah Marjah.
"Kita harus memperkuat diri kita sendiri, tidak peduli seberapa sukses yang kita raih setiap hari, karena hari-hari yang berat akan datang," kata Mullen.
Sementara itu, menyusul laporan terbaru Icasualties, kelompok-kelompok anti perang menyatakan, mereka akan melakukan aksi penyadaran terhadap masyarakat di Kota New York bahwa sudah 1.000 tentara yang mati sia-sia dalam perang AS di Afghanistan.
Meski banyak yang pesimis AS mampu mengalahkan Taliban di Afghanistan, Presiden AS Barack Obama tetap memerintahkan untuk mengirim 50.000 pasukan tambahan untuk memperkuat 100.000 pasukan asing yang sudah ada di Afghanistan. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Profesor Amerika Masuk Islam di Saudi
Selasa, 23/02/2010 16:03 WIB - Iran Bakal Gantung Pimpinan Gerakan Jundullah Sunni
Selasa, 23/02/2010 15:47 WIB - Taliban: Pasukan NATO Kehilangan Dukungan "Afghanistan"
Selasa, 23/02/2010 14:09 WIB - "Loon" Penyanyi Rap Terkenal AS yang Masuk Islam
Selasa, 23/02/2010 12:55 WIB - Najibullah Zazi Mengaku Bersalah
Selasa, 23/02/2010 11:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




