Kiamat "2012" Mengguncang Masyarakat Dunia

Selasa, 17/11/2009 08:06 WIB | Arsip | Cetak

Lihatlah ke bioskop seluruh dunia. Orang-orang berbondong-bondong mengantre untuk menonton film “2012.” Tidak hanya di Amerika dan luar negeri , di Indonesia pun sama saja. Gedung-gedung bioskop di plaza-plaza berjubel penuh sesak orang membeli tiket.

“2012” adalah sebuah film bencana yang baru dirilis dan disutradarai oleh Roland Emmerich. Didistribusikan oleh Columbia Pictures, syuting film ini dimulai bulan Agustus 2008 di Vancouver dan berakhir pada Januari 2009 atau hanya sekitar enam bulan saja, dengan biaya $260 juta.

Roger Ebert dari Rotten Tomatos, mengatakan film ini "memberikan apa yang dijanjikan, sejak tak ada orang yang akan membeli tiket yang mengharapkan sesuatu yang lain, film ini, bagi para penontonnya, adalah salah satu film paling memuaskan tahun ini."

Sekadar gambaran, bayangkan saja baru diputar tiga hari, film yang dibintangi oleh John Cusack ini sudah meraup pendapatan sebesar US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun lebih! Tentu ini sebuah rekor tersendiri di tengah krisis ekonomi dunia yang sedang melanda.

Apa sebenarnya yang membuat orang rela antre siang dan malam untuk menonton film ini? Tampaknya, apapun yang berhubungan dengan kiamat 2012 saat ini selalu diburu orang. Orang-orang di seluruh dunia (mulai) ingin mereka-reka seperti apa gerangan wajah alam semesta ketika itu. Dan ala kulihal, film adalah media visual yang mungkin menggambarkannya—walau jelas sangat terbatas dan jauh dari kedahsyatan kiamat sesungguhnya.

Alasan lainnya adalah, saat ini, masyarakat dunia tampaknya ketakutan akan prediksi kiamat 2012. Diam-diam, orang-orang mencari pegangan. Ditambah dengan berbagai macam bencana dan kejadian di seluruh dunia.

Meskipun film “2012” ini memperlihatkan kehancuran sejumlah bangunan budaya dan bersejarah terkenal di seluruh dunia, hanya Ka'bah satu-satunya bangunan yang “tidak dihancurkan” dalam film ini. (sa/wkpd/dtk)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang