.gif)
Lihatlah ke bioskop seluruh dunia. Orang-orang berbondong-bondong mengantre untuk menonton film “2012.” Tidak hanya di Amerika dan luar negeri , di Indonesia pun sama saja. Gedung-gedung bioskop di plaza-plaza berjubel penuh sesak orang membeli tiket.
“2012” adalah sebuah film bencana yang baru dirilis dan disutradarai oleh Roland Emmerich. Didistribusikan oleh Columbia Pictures, syuting film ini dimulai bulan Agustus 2008 di Vancouver dan berakhir pada Januari 2009 atau hanya sekitar enam bulan saja, dengan biaya $260 juta.
Roger Ebert dari Rotten Tomatos, mengatakan film ini "memberikan apa yang dijanjikan, sejak tak ada orang yang akan membeli tiket yang mengharapkan sesuatu yang lain, film ini, bagi para penontonnya, adalah salah satu film paling memuaskan tahun ini."
Sekadar gambaran, bayangkan saja baru diputar tiga hari, film yang dibintangi oleh John Cusack ini sudah meraup pendapatan sebesar US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun lebih! Tentu ini sebuah rekor tersendiri di tengah krisis ekonomi dunia yang sedang melanda.
Apa sebenarnya yang membuat orang rela antre siang dan malam untuk menonton film ini? Tampaknya, apapun yang berhubungan dengan kiamat 2012 saat ini selalu diburu orang. Orang-orang di seluruh dunia (mulai) ingin mereka-reka seperti apa gerangan wajah alam semesta ketika itu. Dan ala kulihal, film adalah media visual yang mungkin menggambarkannya—walau jelas sangat terbatas dan jauh dari kedahsyatan kiamat sesungguhnya.
Alasan lainnya adalah, saat ini, masyarakat dunia tampaknya ketakutan akan prediksi kiamat 2012. Diam-diam, orang-orang mencari pegangan. Ditambah dengan berbagai macam bencana dan kejadian di seluruh dunia.
Meskipun film “2012” ini memperlihatkan kehancuran sejumlah bangunan budaya dan bersejarah terkenal di seluruh dunia, hanya Ka'bah satu-satunya bangunan yang “tidak dihancurkan” dalam film ini. (sa/wkpd/dtk)
Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.