Akhir Kejayaan Milyuner Yahudi, Mendekam 150 Tahun di Penjara
.jpg)
Milyuner Yahudi AS, Bernard Madoff harus menghabiskan sisa hidupanya di sel tahanan setelah hakim pengadilan di New York menjatuhkan vonis 150 tahun penjara atas kasus penggelapan uang milik para investornya. Sebuah akhir cerita yang tragis untuk seorang Madoff yang selama hidupnya bergelimang harta dan kemewahan.
Hakim Denny Chin dalam putusannya menyebut kejahatan yang dilakukan Madoff sebagai tindakan yang luar biasa jahatnya. "Sistem manipulasi yang dilakukan Madoff adalah kejahatan tak berdarah yang dilakukannya di atas kertas," kata Chin.
Madoff menjadi pesakitan setelah penipuan yang dilakukannya terbongkar. Ia menggelapkan dana investornya sebesar 50 milyar dollar AS dengan menggunakan Skema Ponzi. Skema ini menjanjikan keuntungan berlipat ganda bagi para investor, yang nilainya di atas keuntungan normal bisnis rill. Para investor yang tergiur dengan janji keuntungan besar itu, umumnya tidak peduli darimana perusahaan mendapat uang untuk membayar keuntungan tersebut.
Kasus Madoff yang disebut-sebut sebagai kasus kejahatan finansial yang terbesar dalam sejarah keuangan AS ini, sempat mengguncang kalangan industri keuangan di negeri itu. Siapa kira, tokoh Yahudi yang disegani dan dihormati, bahkan pernah memimpin bursa Nasdaq ini melakukan kejahatan semacam itu. Ironisnya lagi, korban kejahatan Madoff kebanyakan perusahaan dan insitusi-institusi milik Yahudi yang akhirnya bangkrut akibat ulah Madoff.
Sutradara terkenal Steven Spielberg termasuk salah satu dari 13.500 orang yang menjadi korban Madoff. Para korban ini tidak semuanya orang berpunya yang mempercayakan uang pensiunnya pada bisnis haram yang dikelola Madoff.
Selain vonis "seumur hidup", hakim juga mengenakan denda sebesar 170 milyar dollar, itu artinya Madoff harus kehilangan kekayaan pribadinya untuk membayar denda tersebut. Aset-aset pribadi Madoff antara lain apartemen mewah di Manhattan senilai 7 juta dollar, rumah mewah di Palm Beach, Florida senilai 11 juta dollar dan sebuah rumah senilai 3 juta dollar di Long Island.
Jaksa pengadilan juga mengatakan, pemerintah AS juga akan mengklaim harta kekayaan isteri Madoff, Ruth Madoff senilai 80 juta dollar dalam bentuk properti. Sejak Madoff ditangkap, pemerintah AS mengerahkan FBI dan sebuah tim yang khusus ditunjuk untuk mengawasi aset-aset milik keluarga Madoff dan perusahaan-perusahaan Madoff yang merekrut para investor. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Sovenir dan Aksesoris Yahudi Ternyata Diproduksi oleh Pedagang Muslim Palestina
Selasa, 30/06/2009 12:55 WIB - Tahukah Anda: Presiden AS Dukung Aborsi Dengan Alasan Rasis
Selasa, 30/06/2009 12:14 WIB - Ulama India Tolak Pencabutan UU yang Bisa Pidanakan Pelaku Homoseksual
Selasa, 30/06/2009 11:12 WIB - Pemilu Iran: Setelah Penghitungan Ulang, Tuduhan Kecurangan Tak Terbukti
Selasa, 30/06/2009 10:31 WIB - Benarkah Michael Jackson Seorang Muslim?
Selasa, 30/06/2009 09:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




