70 Anak yang Diserang oleh Teroris Kristen Norwegia di Pulau Utoya adalah Muslim

Sekitar 70 anak-anak yang ditargetkan oleh teroris Kristen Breivik di kamp musim panas Partai Buruh di pantai danau Tyrifjorden di pulau Utoya pada 22 Juli lalu adalah Muslim, menurut laporan media Norwegia.

Media Norwegia mengatakan bahwa ada 600 orang di pulau itu ketika Breivik mulai menembak, yang diperkirakan 70 yang ditembak adalah Muslim. Pihak berwenang belum mengatakan berapa banyak dari mereka yang terbunuh atau apakah mereka secara khusus dijadikan sasaran.

Pemimpin Partai Buruh di Norwegia mengatakan bahwa dengan bangkitnya partai sayap kanan Partai Kemajuan dan kelompok lain di seluruh Skandinavia, menyebabkan mereka merekrut anak-anak muda dari keluarga imigran. Yang mengumpulkan mereka pada perkemanan musim panas dan kemudian menjadi target serangan teroris Kristen Anders Behring Breivik.

Para keluarga Muslim, meskipun mereka kehilangan orang yang mereka cintai, merasa lega ketika mereka mendengar bahwa penembak adalah etnis Norwegia dan mereka tidak akan menjadi target kampanye propaganda anti Islam dan imigran.

Bahwa pembunuh mengaku, bahwa dirinya khawatir adanya aksi ‘kolonialisasi Islam’ mencerminkan subkultur xenophobia di beberapa sudut benua Eropa, di mana komunitas imigran yang tunuh dengan cepat mendefinisikan kembali definisi tradisional etnis dan kebangsaan.

Ketegangan atas kedatangan umat Islam telah memicu munculnya Partai Kemajuan Norwegia yang konservatif, yang Breivik merasa berada di dalamnya.

Partai Kemajuan memenangkan seperlima suara dalam pemilu terakhir dan sekarang menjadi partai politik kedua terbesar di Parlemen Norwegia. Partai ini telah memperingatkan adanya Islamisasi Norwegia, dan menyarankan harus adanya kontrol imigrasi yang lebih ketat.

Umat Islam di Norwegia berjumlah sekitar 99.000 orang yang terdaftar pada tahun 2010, naik 29% sejak tahun 2005, tapi masih bagian kecil dari total populasi 4.920.000, menurut Statistik Norwegia.

Dibandingkan dengan negara-negara seperti Jerman dan Perancis, Norwegia memiliki muslim yang relatif sedikit. Tapi masuknya baru-baru ini Muslim di sebuah negara Kristen yang begitu homogen telah memicu perdebatan tentang hukum syariah, jilbab dan pengangguran.(fq/irib)