80 Siswi Sekolah di Afghanistan "Sakit" Misterius

Puluhan siswi sekolah khusus perempuan di provinsi Kunduz, Afghanistan mengalami pusing-pusing dan mual setelah mencium bau misterius yang muncul di sekolah mereka.
Hari minggu kemarin sekitar 13 siswi kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala yang sama. Sepekan yang lalu, terjadi peristiwa serupa di dua sekolah berbeda, sekitar 70 siswi sekolah khusus perempuan mengeluh mual dan pusing-pusing.
Kepala Rumah Sakit Pusat di provinsi Kunduz, Humayun Khamoosh mengatakan, para siswi yang dilarikan ke rumah sakit itu merasakan sakit kepala, pusing, muntah bahkan ada yang demam. "Mereka mengaku mencium bau yang menusuk sebelum merasakan gejala itu. Tapi kondisi mereka berangsur-angsur membaik setelah mendapatkan pertolongan pertama," kata Khamoosh.
Pejabat kesehatan Afghanistan sedang menyelidiki bau apa yang menyebabkan para siswi sekolah pusing dan mual. Diduga bau itu adalah bau gas beracun. "Apa penyebab para siswi itu sakit sedang diselidiki sebagai kasus yang didugas sebagai tindakan yang sengaja dilakukan untuk meracuni para siswi di sekolah-sekolah khusus perempuan. Pertanyaannya, apakah para korban itu memang menjadi target para militan yang menentang perempuan bersekolah ataukah hanya ingn menimbulkan kepanikan massa," sambung Khamoosh.
Para pejabat Afghanistan menuding kelompok militan Taliban dan kelompok pendukungnya yang telah dengan sengaja menyebarkan racun ke sekolah-sekolah tersebut. Namun pihak Taliban membantah tuduhan itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan ke sekolah-sekolah khusus perempuan di Afghanistan, terutama di wilayah selatan dan timur negeri itu. Tahun 2008, di Kandahar, sekelompok orang dengan mengendarai sepeda motor, menyemprotkan cairan asam ke serombongan siswi sekolah dan guru yang jumlahnya sekitar 15 orang, saat mereka sedang berjalan menuju sekolah. Kandahar adalah salah satu kota di Afghanistan yang menjadi basis Taliban. Pada masa Taliban berkuasa di Afghanistan, anak-anak perempuan dilarang sekolah.
Pada bulan Mei 2009, pemerintah Afghanistan juga menyelidiki insiden yang menimpa 90 siswi di sebuah sekolah khusus perempuan. Puluhan siswa di provinsi Kapisa itu juga mengalami gangguan kesehatan mendadadak
Insiden yang menimpa siswi sekolah di Kunduz, menyebabkan tiga sekolah di provinsi itu yang jarak satu sama lainnya sekitar 3 kilometer meningkatkan kewaspadaan karena Kunduz juga kerap mendapat ancaman dari kelompok Taliban dan para milisi yang mendukungnya.
Sementara Presiden Afghanistan, Hamid Karzai menyebut insiden di Kunduz sebagai "tindakan teroris" jika memang benar latar belakangnya ingin menghalang-halangi kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan. (ln/bbc/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Lebih Dari Setengah Imam Masjid di Yordania Tidak Memenuhi Syarat
Senin, 26/04/2010 12:58 WIB - "Syaikh Poligami" Nigeria Rayakan Ultah Bersama 86 Istri dan 138 Anak
Senin, 26/04/2010 12:37 WIB - Para 'Mualaf' Dianggap Sebagai Ancaman Bagi Keamanan Nasional Jerman
Senin, 26/04/2010 10:33 WIB - Batu Mirip 'Hajar Aswad' Jatuh di Pantai Israel
Senin, 26/04/2010 10:11 WIB - "Reuters" Muat Iklan Berhadiah 10 Juta Dolar Bagi yang Berikan Informasi Shalit
Senin, 26/04/2010 09:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




