
Jika seorang Muslim di Swiss meninggal, dipastikan, bukan hanya suasana duka yang menyelimuti, tapi juga kebingungan yang sangat. Apa pasal? Ya, dimana harus menguburkannya? Karena selama ini tidak ada satupun di Swiss pemakaman untuk orang Islam.
Padahal layaknya manusia yang sama hidup di muka bumi, siapapun harus mendapatkan penghargaan yang layak.
Farhad Afshar, presiden Koordinasi Organisasi Islam di Swiss, mengatakan kepada surat kabar Minggu Sonntag bahwa ia sedang menyiapkan kasus hukum mengenai kebebasan beragama.
Dia mengatakan bahwa setelah komune Bernese Köniz menolak pekuburan terpisah bagi Muslim Swiss baru-baru ini, sebuah putusan hukum diperlukan agar "ketika berikutnya seseorang mengatakan tidak ada pemakaman Islam, mereka melanggar kebebasan beragama."
Hukum Islam mengatakan umat Islam tidak boleh dikuburkan dengan orang-orang non-Islam, sesuatu yang tak dapat dihindari di beberapa kota di Swiss, misalnya Zurich, Bern, Basel dan Jenewa.
Komunitas Muslim di Swiss menyumbang sekitar 4,5 persen dari populasi. Sebagian besar imigran Muslim berasal dari bekas Yugoslavia dan Turki. (sa/tp)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.