Adzan Pertama di Selatan Bumi Sakura

Sabtu, 21/03/2009 09:06 WIB | Arsip | Cetak

Haru dan bahagia bercampur dalam suasana shalat jum`at pertama di mesjid pertama yang dibangun di pulau Kyushu, pulau selatan di bumi sakura. Jepang adalah negara dengan mayoritas penduduknya sekitar 80% penganut Shinto atau Budha, walaupun pada kenyataannya mereka mayoritas tidak peduli tentang agama dan hidup dalam materialistik. Sekitar 70.000 dari 120 juta penduduk Jepang adalah pemeluk Islam.

Pulau Kyushu adalah pulau ketiga terbesar di Jepang dengan Fukuoka sebagai pusat kota.

Perjuangan mendirikan mesjid di Fukuoka ini lebih dari 10 tahun lamanya dan menjalani estafet dari muslim-muslim pendatang yang rata-rata adalah pelajar dengan masa tinggal hanya sekitar 3 – 5 tahun. Tahun 1998 adalah KUMSA (Kyushu University Moslem Student Association) pertama kali meluncurkan kampanye proyek mesjid di Fukuoka. Setelah melewati berbagai rintangan mulai dari dana, pencarian lokasi, perijinan dan sebagainya maka pada tanggal 20 Maret 2009 akhirnya muslim di pulau Kyushu, khususnya di kota Fukuoka dapat menikmati shalat jum`at pertama di Mesjid.

Fukuoka Mesjid Al Noor Islamic Culture Center berdiri di atas area 336 m2 dengan luas total bangunan 3 lantai dan basement 672 m2. Dana pendirian masjid berasal dari sumbangan pemerintah arab Saudi dan kantong-kantong muslim dari berbagai negara yang tinggal di pulau Kyushu. Mesjid yang mulai dibangun sejak tahun 2008 ini berdiri dengan indah di lokasi yang cukup strategis di pusat kota.

Suasana haru juga terekam dalam khutbah panjang yang disampaikan oleh Brother Ahmad Maeno, Khatib asli asal Jepang yang mengajak muslim di Fukuoka untuk menjadikan mesjid sebagai pusat pendidikan dan mengenalkan Islam dengan baik dan benar. Khatib mengajak untuk melakukan pendekatan secara bertahap kepada orang Jepang dan menjelaskan 3 poin penting yaitu menjelaskan tauhid, mengajak dg ikhlas dan hikmah sesuai bahasa kaum dalam hal ini orang Jepang, dan mendidik muslimah mualaf yang merupakan bagian terbesar dari mualaf di Jepang lebih dari 90% dan mereka adalah ibu bagi generasi kedua muslim di Jepang.

Suka cita tampak dari wajah ratusan muslim dan muslimah yang hadir saat itu. Muslim menempati lantai 1 dan basement, sedangkan muslimah menempati lantai 2 dan 3 turut mendengarkan materi khutbah. Berbagai cendera mata semakin menambah keceriaan hadirin saat itu. Rasa syukur semakin besar ketika suara adzan diperbolehkan keluar mesjid, padahal sebelumnya ditentang oleh penduduk setempat. Biarkan nama-Mu berkumandang indah, menembus relung-relung hati dan mengetuk untuk kembali kepada-Mu dalam hiruk pikuk materialisme Jepang. Hati semakin tertunduk mendengarkan suara adzan pertama menembus langit di selatan bumi Sakura. (Yayan Sofyan, graduate student of Kyushu University)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia B


Peluang