Afghanistan Akan Jadi Kuburan Bagi Pasukan NATO
.jpg)
Pasukan asing di Afghanistan makin kehilangan arah dan tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan untuk menghadapi pejuang-pejuang Taliban. Delapan tahun sejak invasi, pasukan NATO dibawah komando AS belum juga berhasil mencapai targetnya untuk "memberangus" Taliban. Sebaliknya, moralitas pasukan asing itu malah makin melorot dan publik dunia juga makin tak simpati dengan perang berkelanjutan yang dilancarkan AS beserta pasukan sekutunya.
Kebingungan pasukan asing menghadapi Taliban tercermin dari rekomendasi pimpinan militer AS di Afghanistan belum lama ini yang meminta tambahan pasukan. Dan hari Kamis kemarin, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen menyatakan bahwa perlunya negara-negara NATO tetap bersatu dalam persoalan Afghanistan dan perlu ada pendekatan baru untuk menghadapi makin meluasnya perlawanan yang dilakukan Taliban.
"Kita semua harus memberikan lebih banyak pelatihan dan persenjataan bagi pasukan keamanan Afghanistan," kata Rasmussen dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan anggota NATO di Bratislava, ibukota Slovakia.
Banyak yang meragukan pasukan asing akan memenangkan perangnya melawan Taliban di Afghanistan. Salah satunya Rick Hillier, seorang pensiunan jenderal dan mantan kepala staff pertahanan negara Kanada. Ia baru saja menulis buku autobiografinya yang akan terbit minggu depan.
Dalam buku tersebut, Hillier menyinggung tentang perang di Afghanistan. Ia menulis bahwa selama delapan tahun perang di Aghanistan, pasukan NATO malah mengalami banyak kemunduran yang menyebabkan NATO kehilangan kredibilitasnya dan besar kemungkin misi NATO di Afghanistan akan menjadi misi yang gagal.
"Afghanistan telah menunjukkan bahwa NATO telah mencapai level dimana NATO menjadi mayat yang membusuk", tulis Hillier. Menurutnya, NATO harus "diselamatkan" dari Afghanistan, jika tidak maka "nasib aliansi bakal tamat."
Di buku autobiografinya yang diberi judul "A Soldier First: Bullets, Bureaucrats and the Politics of War" Hillier menulis, meski AS sukses melakukan invasi ke Afghanistan tahun 2001, tak ada satu negara Barat pun yang bisa memprediksikan seperti apa kebangkitan yang terjadi Afghanistan sebagai balasan dan perlawanan atas invasi yang kini berubah menjadi penjajahan pasukan asing di Afghanistan.
Ia menilai, sejak awal sudah terlihat jelas bahwa NATO tidak punya strategi dalam misinya ke Afghanistan. "NATO cuma menghancurkan jalan-jalan yang membuat citra NATO menjadi hancur dan pada akhirnya, NATO mulai kehilangan dukungan dari sejumlah negara anggotanya sendiri dalam misinya di Afghanistan. Yang menyedihkan, selama bertahun-tahun, situasi seperti itu tidak berubah," kritik Hillier. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Stasiun TV Akhirnya Sensor Adegan Kekejaman Tentara Israel di Serial TV Turki
Jumat, 23/10/2009 09:46 WIB - Salem dan Sara Berjuang dari Kekurangan Tubuh Mereka
Jumat, 23/10/2009 09:17 WIB - Taliban: Ini Belum Seberapa!
Jumat, 23/10/2009 08:05 WIB - Misteri di Balik Pertemuan Rahasia Israel dan Iran
Kamis, 22/10/2009 21:23 WIB - Australia: Bye, Bye, Afghanistan!
Kamis, 22/10/2009 17:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




