Afghanistan Akan Jadi Kuburan Bagi Pasukan NATO

Jumat, 23/10/2009 13:38 WIB | Arsip | Cetak

Pasukan asing di Afghanistan makin kehilangan arah dan tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan untuk menghadapi pejuang-pejuang Taliban. Delapan tahun sejak invasi, pasukan NATO dibawah komando AS belum juga berhasil mencapai targetnya untuk "memberangus" Taliban. Sebaliknya, moralitas pasukan asing itu malah makin melorot dan publik dunia juga makin tak simpati dengan perang berkelanjutan yang dilancarkan AS beserta pasukan sekutunya.

Kebingungan pasukan asing menghadapi Taliban tercermin dari rekomendasi pimpinan militer AS di Afghanistan belum lama ini yang meminta tambahan pasukan. Dan hari Kamis kemarin, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen menyatakan bahwa perlunya negara-negara NATO tetap bersatu dalam persoalan Afghanistan dan perlu ada pendekatan baru untuk menghadapi makin meluasnya perlawanan yang dilakukan Taliban.

"Kita semua harus memberikan lebih banyak pelatihan dan persenjataan bagi pasukan keamanan Afghanistan," kata Rasmussen dalam pertemuan dengan para menteri pertahanan anggota NATO di Bratislava, ibukota Slovakia.

Banyak yang meragukan pasukan asing akan memenangkan perangnya melawan Taliban di Afghanistan. Salah satunya Rick Hillier, seorang pensiunan jenderal dan mantan kepala staff pertahanan negara Kanada. Ia baru saja menulis buku autobiografinya yang akan terbit minggu depan.

Dalam buku tersebut, Hillier menyinggung tentang perang di Afghanistan. Ia menulis bahwa selama delapan tahun perang di Aghanistan, pasukan NATO malah mengalami banyak kemunduran yang menyebabkan NATO kehilangan kredibilitasnya dan besar kemungkin misi NATO di Afghanistan akan menjadi misi yang gagal.

"Afghanistan telah menunjukkan bahwa NATO telah mencapai level dimana NATO menjadi mayat yang membusuk", tulis Hillier. Menurutnya, NATO harus "diselamatkan" dari Afghanistan, jika tidak maka "nasib aliansi bakal tamat."

Di buku autobiografinya yang diberi judul "A Soldier First: Bullets, Bureaucrats and the Politics of War" Hillier menulis, meski AS sukses melakukan invasi ke Afghanistan tahun 2001, tak ada satu negara Barat pun yang bisa memprediksikan seperti apa kebangkitan yang terjadi Afghanistan sebagai balasan dan perlawanan atas invasi yang kini berubah menjadi penjajahan pasukan asing di Afghanistan.

Ia menilai, sejak awal sudah terlihat jelas bahwa NATO tidak punya strategi dalam misinya ke Afghanistan. "NATO cuma menghancurkan jalan-jalan yang membuat citra NATO menjadi hancur dan pada akhirnya, NATO mulai kehilangan dukungan dari sejumlah negara anggotanya sendiri dalam misinya di Afghanistan. Yang menyedihkan, selama bertahun-tahun, situasi seperti itu tidak berubah," kritik Hillier. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang