Afghanistan: Menteri Pertahanan Inggris Rasis

Senin, 24/05/2010 11:17 WIB | Arsip | Cetak

Menteri pertahanan Inggris, Liam Fox mendapat kecaman atas pernyataannya yang menggambarkan Afghanistan sebagai negara abad-13 yang rusak.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Sunday Times edisi Sabtu lalu (22/5) yang memicu kemarahan dari pemerintah dan media Afghanistan dan menyebut pejabat Inggris ini sebagai Rasis.

Menurut pejabat senior Afghanistan, pernyataan Fox ini telah menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi presiden Hamid Karzai.

Dalam wawancara itu, Fox menyatakan bahwa harus ada perbedaan antara tujuan militer dan misi kemanusiaan. "Kami tidak berada di Afghanistan hanya demi memberikan pendidikan di negara abad ke-13 yang rusak. Kami berada di sana untuk memastikan bahwa kepentingan global kami tidak terancam."

Sumber dari pejabat senior Afghanistan mengatakan: "Pandangan Fox tampaknya terhadap Afghanistan tidak berubah, ia masih menganggap Afghanistan adalah negara abad ke-13 yang berimplikasi bahwa masyarakat Afghanistan dianggap sebagai masyarakat terbelakang dari abad pertengahan."

"Meskipun adanya korban dari tentara Inggris dan dukungan besar dari Pemerintah Inggris terhadap Afghanistan, kami tidak merasa ada saling menghormati antara Inggris kepada Afghanistan;" kata pejabat tersebut.

Pernyataan Fox tersebut memicu kemarahan pers di Afghanistan, dalam sebuah editorial pada surat kabar Afghanistan Arman-e Melli, memuat tulisan yang berjudul "Kami tidak butuh Inggris di Afghanistan."(fq/sundaytimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang