Afrika Selatan : Pekerja Pelabuhan Menolak Barang Israel

Kamis, 05/02/2009 09:56 WIB | Arsip | Cetak

Para pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan,menolak masuknya barang-barang dari Israel. Para pekerja menolak menurunkan cargo yang dibawa kapal-kapal dari Israel yang sudah ada dipelabuhan Durban. Tindakan ini merupakan protes keras atas kebiadan Israel yang melakukan agresi militer ke Gaza. Organisasi Pekerja Pelabuhan di Durban melakukan kampanye, penentangan yang keras terhadap Israel, yang menerapkan politik apartheid, seperti yang terjadi di Afrika Selatan.

“Tindakan ini merupakan komitmen kami-para pekerja pelabuhan di Afrika Selatan, yang menentang keras dan menolak segala bentuk penindasan dan ekploitasi di seluruh dunia”, ungkap seorang pekerja. Akhir pekan yang lalu, di Australia barat, anggota organisasi persatuan maritime Australia (Maritime Union of Australia), mendukung langkah kampanye boikot yang diserukan pekerja pelabuhan di Durban, Afrika Selatan. Organisasi itu menyerukan untuk memboikot dan sanksi seluruh barang-barang yang datang atau akan dikirim ke Israel. Organisasi pekerja pelabuhan yang jumlahnya jutaan orang di seluruh dunia itu, mengutuk secara terbuka, dan akan mengisolasi Israel atas politik apartheid yang dijalankan terhadap rakyat Palestina.

Seruan organisasi persatuan pekerja menyerukan organisasi pekerja pelabuhan diseluruh dunia, agar melakukan boikot secara total terhadap Israel, sebagai langkah protes, dan untuk tidak menghentikan boikot, sampai bangsa Palestina merdeka, tegas seorang aktivis organisasi pekerja pelabuhan. Ini merupakan gelombang protes terhadap Zionis-Israel, yang mendapatkan perlindungan Amerika. “Kami menyerukan kepada organisasi pekerja pelabuhan lainnya untuk mengikuti langkah kami, dan melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk memboikot terhadap semua barang Israel, sampai bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan”, tandas pemimpin pekerja itu.

Di Turki sebuah assosiasi konsumen di Turki (Consummers Association of Turki), menyerukan boikot terhadap barang-barang Israel yang ada di Turki. “Kami tidak ingin member amunisi kepada Israel untuk membunuh rakyat Palestina”, ujar seorang pemimpin organisasi itu. Di bagian lain, organisasi konsumen muslim Malaysia (Muslim Consummers Association kof Malaysia), juga memboikot barang dari AS, seperti pasta gigi (colgate, sabon palmolive, coca cola, dan menyerukan tidak mengunjungi warung kopi Starbucks, sebagai bentuk protes terhadap dukungan Amerika terhadap Israel. (m/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang