Tentara Bayaran Bergentayangan di Pakistan

Menteri Pertahanan Robert Gates mengakui bahwa dua perusahaan jasa militer swasta, Xe Services LLC dan DynCorp ikut beroperasi dalam berbagai aktivitas militer di Pakistan. Namun Gates berdalih operasi militer yang dijalankan kedua perusahaan itu di Pakistan dalam kapasitas pribadi dan tetap tunduk pada hukum yang berlaku di Pakistan.
Anehnya, meski berdalih bahwa aktivitas kedua perusahaan jasa militer swasta tidak ada kaitannya dengan militer AS, Gates menyatakan akan mematuhi keinginan Pakistan jika parlemen Pakistan menyatakan melarang kehadiran perusahaan-perusahaan jasa militer swasta di negaranya.
Perusahaan-perusahaan itu bergerak dalam layanan penyewaan senjata, mesin tempur sampai jasa penyewaan tentara bayaran. Xe Services LLC adalah nama baru dari perusahaan Blackwater Worldwide yang disewa AS untuk menjaga keamanan kepentingan AS di Irak.
Tapi dalam prakteknya, tentara-tentara Blackwater di Irak banyak melakukan pelanggaran HAM dan melakukan serangan terhadap warga sipil di Irak yang menuai kecaman dunia internasional, sehingga perusahaan itu mengganti namanya dengan Xe LLC Services pada bulan Februari 2009.
Sebelum muncul pengakuan Gates, Mantan Kepala Inter-Services Intelligence (ISI)-lembaga intelejen di Pakistan-Asad Durani sudah menengarai keterlibatan para tentara bayaran Xe di Pakistan. Tentara-tentara bayaran itu, kata Durani, ikut melakukan serangan bom dengan menggunakan pesawat tanpa awak ke wilayah Pakistan yang menyebabkan banyak korban tewas di kalangan rakyat sipil.
"Setelah saya pelajari, orang-orang ini dipekerjakan untuk memberikan dukungan logistik di basis-basis pesawat tanpa awak," kata Durani awal Januari kemarin.
Perang AS di berbagai negara, termasuk negara Muslim tidak lepas dari bisnis tentara bayaran dan persaingan bisnis perusahaan-perusahaan jasa militer yang berbasis di AS. Wartawan invetigasi Amerika Serikat Jeremy Scahill menyebut Blackwater sebagai pasukan tentara bayaran terkuat di dunia. Blackwater atau Xe didirikan 10 tahun yang lalu oleh mantan anggota pasukan elit AS, Navy Seal, Erik Prince.
Sedangkan DynCorp yang bermarkas di Virginia AS, pada tahun 2004 disewa oleh Departemen Luar Negeri AS untuk tugas pengawalan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Sama dengan Blackwater, perusahaan ini disebut-sebut ikut berperan dalam berbagai operasi militer AS di berbagai negara.
Reputasi DynCorp juga tidak bersih dan pernah diajukan ke pengadilan dengan tuntutan perdagangan senjata gelap, penyelundupan kokain dan perdagangan perempuan. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Amerika, Ingatlah Haiti!
Jumat, 22/01/2010 10:17 WIB - Wajah Baru Taliban Afghanistan, Lebih Ramah?
Jumat, 22/01/2010 10:01 WIB - Ulama Saudi: Tidak Ada Alasan Agama Menikahi Anak Kecil
Jumat, 22/01/2010 08:32 WIB - Erdogan: Kami Bersama Arab Karena Keadilan
Jumat, 22/01/2010 07:59 WIB - Giliran Mesir Diredam Banjir
Jumat, 22/01/2010 07:57 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




