Ahmadinejad: Israel Tak Mampu Hancurkan Hamas

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan Hamas akan makin kuat dan perlawanan bangsa Palestina terhadap kebrutalan rezim Zionis Israel akan terus berlanjut.
"Bangsa Palestina sudah bangkit dan Hamas menjadi lambang kekuatan yang menjaga bangsa Palestina," ujarnya.
Presiden Iran itu mengatakan, rezim ilegal Israel adalah sebuah konspirasi musuh yang ingin membangun kekuatan di jantung Timur Tengah. "Rezim Zionis tidak punya tempat di wilayah ini dan rezim ini sudah kehilangan filosofi eksistensinya," tukas Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita Iran, IRNA.
"Hari ini semua orang mengetahui bahwa pembentukan rezim Zionis tidak punya dasar yang kuat, pembentukan rezim ini tidak lain untuk memecah belah dan membuka jalan bagi pemimpin-pemimpin korup di Timur Tengah," tandasnya.
Dukungan terhadap Hamas juga disampaikan Hassan Nasrallah, pimpinan Hizbullah di Libanon. Dalam pidatonya lewat jaringan video di depan ribuan massanya di Beirut, Nasrallah menyatakan bahwa Israel tidak akan pernah bisa memberangus Hamas atau Hizbullah.
"Saya katakan pada Ehud Olmert si pecundang, bahwa Anda tidak akan bisa menghancurkan Hamas atau Hizbullah," tegas Nasrallah dalam peringatan hari Ashura, hari besar bagi kaum Muslim Syiah.
Ia mengancam bahwa semua kemungkinan terbuka untuk melawan Israel dan Israel harus siap menghadapi apa yang akan terjadi. "Kami siap mengorbankan jiwa kami, saudara laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang-orang yang kami cintai demi apa yang kami yakini," tukas Nasrallah.
Dalam pidatonya, pimpinan Hizbullah mengkritik keras Dewan Keamanan PBB yang gagal mengambil tindakan terhadap Israel dan membiarkan hampir 700 warga sipil Palestina gugur syahid. Nasrallah juga mengecam Mesir yang lebih berpihak pada Israel karena tidak mau membuka perbatasan dengan Gaza.
"Apakah Mesir menunggu lebih banyak lagi korban yang jatuh untuk membuka perbatasan Rafah, untuk membantu warga Gaza untuk meraih kemenangan? Saya cuma meminta agar perbatasan itu dibuka," tandasnya.
Nasrallah memuji tindakan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang berani mengusir duta besar Israel dari negaranya. Ia mengatakan, semua negara termasuk negara-negara Arab harus meniru apa yang dilakukan Chavez.
"Pemerintahan negara-negara Arab harus belajar dari pemimpin Amerika Latin ini, dalam hal solidaritas terhadap bangsa Palestina. Negara-negara Arab harus memutus hubungan dengan Israel," tukasnya. (ln/prtv/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Hari Ke 12. Presiden Mubarak: Hamas Tidak Boleh Menang
Kamis, 08/01/2009 08:46 WIB - Israel Hentikan Serangan Tiga Jam
Rabu, 07/01/2009 18:27 WIB - Dan Anak-Anak Palestina pun Terkapar
Rabu, 07/01/2009 18:11 WIB - Hacker di Berbagai Negara Rusak 10.000 Situs Israel
Rabu, 07/01/2009 17:20 WIB - Denmark Panggil Dubes Israel, Ekuador Desak Pengadilan Internasional
Rabu, 07/01/2009 16:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




