Ahmadinejad: Yesus Menentang Perang dan Tirani

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengkritik kecenderungan masyarakat dan pemimpin dunia yang makin jauh bahkan menolak agama dan melupakan ajaran para nabi, sehingga umat manusia menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan krisis yang berkepanjangan.
Hal tersebut diungkapkan Ahmadinejad dalam pidatonya menjelang perayaan Natal yang disiarkan stasiun televisi Channel 4, Inggris.
Ia mengingatkan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta untuk umat manusia dan umat manusia diciptakan untuk berbakti pada Yang Maha Kuasa. Dan Tuhan telah memilih manusia-manusia istimewa sebagai nabi-nabinya untuk menuntun umat manusia. Semua nabi, kata Ahmadinejad, menyerukan manusia untuk menyembah Yang Maha Kuasa, saling mengasihi sesama, bersikap adil dan saling mencintai antar umat manusia.
"Yesus, putera Maryam, mengajarkan keadilan dan cinta kasih, menentang tirani dan diskriminasi. Jika Kristus masih hidup, dia pasti akan bersama-sama umat manusia lainnya untuk menentang kekuatan-kekuatan yang ekspansionis, jahat dan suka menindas."
"Jika Yesus masih ada di bumi saat ini, dia pasti akan menegakkan keadilan dan cinta pada kemanusiaan. Dia pasti akan melawan orang-orang yang gemar berperang, penjajah, teroris dan penindas di dunia, melawan kebijakan-kebijakan tirani yang diberlakukan dalam sistem politik dan ekonomi," kata Ahmadinejad.
Oleh sebab itu, ujarnya, solusi untuk mengatasi krisis yang dialami umat manusia adalah kembali pada ajaran para nabi yang telah dikirim oleh Yang Maha Kuasa untuk kebaikan umat manusia.
Saat ini, kata Ahmadinejad, seluruh negara di dunia, terutama negara-negara kuat, menyatakan ingin melakukan perubahan yang fundamental, menyerukan transformasi dan kembali pada nilai-nilai kemanusiaan. Niat dan seruan itu, tukasnya, harus sungguh-sungguh karena jika kekuatan-kekuatan tirani kembali mencoba menipu dan menancapkan kembali pengaruhnya ke bangsa-bangsa lain, maka kekuatan-kekuatan itu akan mendapatkan perlawanan.
Ahmadinejad juga mengatakan bahwa krisis multi dimensi yang terjadi saat ini harus dijadikan momentum untuk membangun harapan memperbaiki kondisi kemanusiaan dan menegakkan keadilan untuk masa depan. "Saya harap, seluruh bangsa segera menyatukan niatnya dan dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa, sinar terang akan menyinari dunia. Semoga Anda selalu berbahagia dan sukses," tandas Ahmadinejad menutup pidatonya. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Strategi Adu Domba AS di Afghanistan
Kamis, 25/12/2008 13:48 WIB - Bush Ampuni Pemasok Senjata ke Israel
Kamis, 25/12/2008 13:38 WIB - Syaikh Anwar al-Awlaki: Jauhi Pemimpin-Pemimpin Munafik
Kamis, 25/12/2008 11:16 WIB - Korban Perang: Tentara AS dan Warga Sipil Iraq
Rabu, 24/12/2008 17:55 WIB - Ketika Yahudi Menipu Yahudi
Rabu, 24/12/2008 17:02 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




