Akef: Mundurnya Habib Tidak Akan Membuat Perpecahan di Tubuh Ikhwan

Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin, Dr.Muhammad Mahdi Akef menyatakan bahwa pengunduran diri wakil mursyid 'Aam Dr Muhammad Habib, dari semua posisinya di jamaah Ikhwan tidak akan menimbulkan perpecahan apapun, dan ia berharap Habib dapat memberikan adanya bukti telah terjadi penyimpangan dalam pemlihan maktab Irsyad ikhwan.

Habib mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Deputi penasehat dan anggota dari Kantor Bimbingan dan Dewan Syura dunia; sebagai bentuk protes apa yang disebut merupakan pelanggaran peraturan, prosedur dan sistem untuk memandu pemilihan kelompok delapan dalam pemilu internal ikhwan.

Mengomentari pengunduran diri wakil mursyid 'aam - Dr Mohammad Mehdi Akef, mengatakan kepada harian "Al Masry Al Youm" Jumat 1/1/2010 yang lalu: "Pengunduran diri Habib dari seluruh posisinya dalam jamaah tidak akan mempengaruhi masa depan jamaah Ikhwan dan tidak akan menimbulkan terjadinya perpecahan di dalam barisan Ikhwanul Muslimin."

Dia menambahkan bahwa "Dr.Habib adalah seorang al-akh dan juga seorang teman, dan kami kami menghormatinya dirinya namun pengunduran dirinya harusnya tidak muncul pada saat sekarang."

Pada bagian lain, Muhammad Abdullah Al-Khatib yang sering dijuluki sebagai "Mufti Ikhwanul Muslimin," menyatakan bahwa Habib harus mengajukan bukti perkataannya yang menyatakan adanya penyimpangan dalam proses pemilihan maktab irsyad Ikhwan.

Khatib mengatakan pada surat kabar "Al Masry Al Youm": "Saya menyerukan Dr Habib untuk memberikan bukti atas tuduhan adanya penyimpangan dalam pemilihan maktab irsyad, namun bila tidak bisa memberikan bukti, lebih baik baginya untuk diam karena pernyataannya tersebut tidak bermanfaat sama sekali.

Namun profesor Lashin Abu Shanab mantan anggota Bimbingan Biro Ikhwan, mengatakn: "Sudah pasti Dr Habib memiliki sesuatu untuk membenarkan pernyataannya itu yang menekankan adanya penyimpangan aturan dalam proses pemilihan."(fq/iol)

Minggu, 03/01/2010 10:32 WIB | email | print | share
 
 
 
Islamic Banking

Apa itu SISTEM PERBANKAN SYARIAH?

"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.

Perjalanan Dari Konvensional ke Syariah

Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.

"Connecting People", Strategi Jemput Bola Bank Syariah Pertemukan Kawan Lama

Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.

Bank Syariah Bukopin Cetak Laba Rp 831 Juta

Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

 
 
 
 
 
Education Corner

Cara Mengajarkan Sex Edu Kepada Balita

Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Banyak DBD, Aksi Fogging di Bojonegoro

Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.

 
 
 
 
Dunia Islam
membuka hati dan pikiran kita
  Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login