Akibat Boikot, Perusahaan-Perusahaan Denmark Rugi Besar

Selasa, 08/04/2008 11:56 WIB | Arsip | Cetak

Perusahaan Denmark-Swedia Arla Food, untuk kedua kalinya mengalami kerugian besar akibat boikot yang dilakukan oleh masyarakat Timur Tengah. Boikot dilakukan sebagai bentuk protes atas dimuatnya kembali kartun-kartun Nabi Muhammad Saw oleh 17 harian Denmark pada bulan Februari lalu.

Juru bicara Arla Food, Theis Broegger mengatakan, sejak boikot dilakukan, omset mereka di kawasan Timur Tengah sudah menurun sampai setengahnya. Jika kecenderungan penurunan omset itu terus berlanjut selama satu tahun penuh, Arla Food kemungkinan akan mengalami kerugian 1, 3 milyar kroner atau sekitar 274 juta dollar.

Pada kasus kartun Rasulullah pertama tahun 2006 lalu, aksi boikot di Timur Tengah juga menyebabkan Arla Food mengalami kerugian sebesar 450 juta kroner. Produk-produk Arla Food yang mendominasi pasaran Timur Tengah antara lain produk keju, susu dan mentega, sehingga sangat mudah bagi masyarakat Timur Tengah untuk tidak membeli produk-produk tersebut.

"Kami berada di garis depan di Timur Tengah, di mana konsumen bisa memilih untuk tidak membelinya. Hal ini menyebabkan kami berada di posisi yang sangat riskan, " kata Broegger.

"Pada tahun 2006, penjualan kami benar-benar terhenti. Kali ini agak berbeda, kami tetap melakukan penjualan, tapi tetap ada dampak yang serius buat kita, " sambungnya.

Pasar terbesar produk Arla Food di Timur Tengah adalah Arab Saudi dan di negara inilah, penjualan Arla Food paling besar mengalami hantaman akibat boikot.

Kantor berita Denmark, Ritzau melaporkan, selain Arla Food, perusahaan Denmark lainnya yang juga mengalami kerugian akibat boikot adalah produsen makanan Saedager. Menurut Niel Bruun-kepala kelompok perusahaan tersebut-penjualan mereka di kawasan Timur Tengah saat ini mengalami stagnansi. Ketika boikot terjadi pada tahun 2006 lalu, omset penjualan Saedager bahkan menurun sampai 70 persen. (ln/al-arby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang