Akibat Cuaca Buruk, Riyadh Berlakukan Situasi Darurat

Kota Riyadh, Arab Saudi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan cuaca buruk. Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi mengumumkan situasi darurat di kota itu dan menghimbau warga Riyadh untuk tidak bepergian kecuali untuk keperluan yang sangat penting.
Angin kencang disertai hujan deras menghantam kota Riyadh hari Senin (3/5), menyebabkan banjir besar di ibukota Saudi itu. Hujan badai yang terjadi kemarin, bahkan disertai oleh butiran-butiran es dan berlangsung terus menerus selama 45 menit, membuat kota itu lumpuh seketika.
Akibat banjir dan cuaca buruk, kota Riyadh nyaris lumpuh. Banyak kendaraan yang terjebak di tengah luapan air dan aliran listrik putus. "Listrik padam karena hujan badai. Kami menghubungi nomor telepon darurat 933 untuk memberitahukan perusahaan listrik bahwa listrik mati di seluruh wilayah di utara Riyadh dan berharap mereka mengatasi masalah ini secepatnya," kata seorang warga Riyadh.
Pemerintah kota Riyadh mengerahkan aparatnya untuk membantu para pengendara yang mobilnya terjebak di tengah jalan yang mengalami banjir. Para pekerja menggunakan peralatan khusus untuk memompa air.
Badan Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Hidup Saudi menyatakan bahwa hujan deras masih akan turun di Riyadh dalam 24 jam ke depan dan menghimbau agar warga Riyadh waspada dan siaga karena kondisi cuaca uang tidak stabil.
Menteri Pendidikan Saudi, Pangeran Faisal bin Abdullah sudah mengumumkan bahwa semua sekolah termasuk universitas yang ada di kota Riyadh untuk sementara diliburkan karena banjir dan kondisi cuaca yang diperkirakan masih buruk.
Sementara para petugas palang merah dari Bulan Sabit Merah Saudi disiagakan di jalan-jalan utama untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Meski cuaca buruk melanda kota Riyadh sejak Senin kemarin, otoritas bandara di kota itu mengatakan tidak ada gangguan dalam lalu lintas penerbangan. Tapi hampir setengah penumpang penerbangan dari Bandara Internasional King Khaled ke sejumlah tujuan, ketinggalan pesawat karena terlambat tiba di bandara karena terhalang cuaca buruk. (ln/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- AS Punya Lima Ribu Lebih Senjata Nuklir Siap Pakai
Selasa, 04/05/2010 09:53 WIB - Ilmuwan Kazakhstan Ciptakan Pengetes Kandungan Babi dalam Makanan
Selasa, 04/05/2010 08:29 WIB - NASA akan Kirim Robot Humanoid ke Ruang Angkasa
Selasa, 04/05/2010 08:14 WIB - Inggris Kembali Kehilangan Prajurit di Afghanistan
Selasa, 04/05/2010 07:55 WIB - Syaikh Ghamdi Hidup Di Bawah Ancaman
Senin, 03/05/2010 17:06 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




